Begini Cara Disdik Riau Agar Siswa Raih Prestasi di Kompetisi Sains Nasional

Baik guru penggerak maupun guru pembina KSN diharapkan mampu berkolaborasi meningkatkan pendidikan. Satu di antaranya bisa diwujudkan dengan raihan prestasi di Kompetisi Sains Nasional.

Begini Cara Disdik Riau Agar Siswa Raih Prestasi di Kompetisi Sains Nasional
Kadisdik Riau mengalungkan tanda peserta kegiatan yang ditaja Bidang SMA, Kamis (25/11/2021).

DINAS Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau menggelar acara peningkatan kompetensi guru penggerak dan calon guru penggerak SMA se Provinsi Riau tahun 2021. Sekaligus pembukaan penguatan grand design Kompetisi Sains Nasional (KSN) bagi kepala sekolah se Provinsi Riau, Kamis (25/11/2021).

Baik guru penggerak maupun guru pembina KSN diharapkan mampu berkolaborasi meningkatkan pendidikan. Satu di antaranya bisa diwujudkan dengan raihan prestasi di KSN. Untuk diketahui, tahun ini, Riau berhasil mengukir sejarah baru dengan menempati posisi keempat di ajang KSN 2021.

REKOMENDASI UNTUKMU: Bangga, Pelajar Riau Bawa 27 Medali dari Kompetisi Sains Nasional. Ini Nama-namanya

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Riau, Zul Ikram, S.Pd, M.Pd saat membuka acara. Dia mengaku bangga karena Riau berhasil meraih posisi keempat dalam KSN 2021. Diharapkan, hasil penguatan grand design KSN kali ini menghasilkan outpun yang jelas. Tidak sekadar tersimpan dalam laptop tapi dicetakkan menjadi buku.

"Saya ingin, hasil penguatan grand design KSN ini dibukukan. Kemudian, buku itu diletakkan di tiap satuan pendidikan dan lembaga lainnya. Dengan demikian, tiap satuan pendidikan punya arah yang jelas," tutur Zul Ikram.

Grand design jadi penting. Kalau bisa prestasi tidak hanya diraih oleh sekolah di wilayah perkotaan tapi juga yang ada di pinggiran. Kalau ada prestasi yang ditorehkan oleh siswa dari sekolah pinggiran, tambah Zul Ikram, tentu menjadi kebanggaan tersendiri.

"Karena bagaimana pun juga, ini tetap menjadi prestasi Riau," tuturnya. Dia juga berharap, nanti prestasi yang telah diraih dalam KSN disebarkan ke sekolah-sekolah lain. Sehingga muncul semangat berkompetisi dari siswa dan guru.

Kenapa kegiatan ini dikawinkan dengan guru penggerak? Karena program ini merupakan penguatan bagi para guru. Diharap, guru penggerak berafiliasi dengan guru lainnya, termasuk pembina KSN dalam melakukan pembinaan untuk melakukan capaian-capaian di tiap sekolah. Tujuan akhirnya bagaimana si siswa berkompeten. 

Sementara itu, Kepala Bidan SMA Disdik Riau, Muhammad Guntur M.Pd dalam sambutannya mengatakan, tujuan kegiatan adalah meningkatkan kesadaran kepala sekolah selaku manajerial agar berupaya mengembangkan minat bakat siswa utnuk mau berkompetisi di bidang sains. 


Kemudian memacu kegiatan di bidang matematika, fisika, kebumian, biologi, kimia, astronomi dan lainnya yang diikutkan dalam KSN. Diharap, kompetisi guru dalam memberi pengajaran meningkat. 

Dijelaskan dia, peserta kegiatan grand design KSN ada 72 orang. Sementara, kegiatan guru penggerak dan calon guru penggerak ada 96 orang. Peserta akan dibekali oleh sejumlah narasumber. Ada dari Jakarta, Universitas Riau dan UIN Suska Riau. (*)