Alasan Kadisdik Anggap Kurikulum di Sekolah Ibarat CPU?

Dalam CPU itu ada memory, motherboard, RAM dan sebagainya. Kalau CPU-nya lambat, maka akan berpengaruh pada akselerasi di sekolah. Sebaliknya, jika CPU performanya baik, maka pengembangan sekolah ke arah yang baik lebih mudah dicapai.

Alasan Kadisdik Anggap Kurikulum di Sekolah Ibarat CPU?
Pemasangan tanda peserta kegiatan peningkatan kompetensi bagi tenaga pendidik SMA oleh Kepala Disdik Riau, Kamis (18/11/2021).

KEPALA Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Riau, Zul Ikram, S.Pd, M.Pd menilai kurikulum di sekolah seperti central processing unit (CPU) pada komputer. Ini merupakan perangkat penting yang tak bisa dilupakan. 

"Dalam CPU itu ada memory, motherboard, RAM dan sebagainya. Kalau CPU-nya lambat, maka akan berpengaruh pada akselerasi di sekolah. Sebaliknya, jika CPU performanya baik, maka pengembangan sekolah ke arah yang baik lebih mudah dicapai," tutur Zul Ikram.

Hal itu disampaikan Zul Ikram ketika membuka kegiatan peningkatan kompetensi bagi tenaga pendidik SMA pada sub kegiatan pengembangan karir pendidik dan tenaga kependidikan SMA yang digelar Dinas Pendidikan Riau, Kamis (18/11/2021) di Hotel Mutiara Merdeka, Pekanbaru. 

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan wakil kepala sekolah dan guru yang mengelola bidang kurikulum di sekolah. Peningkatan kompetensi yang melibatkan guru yang mengelola bidang kurikulum dianggap tepat untuk pengembangan sekolah.

Zul Ikram berharap, kegiatan ini membuat kompetensi guru makin diperbaharui. Dengan demikian, maka mereka mampu memberi dampak positif bagi sekolah tempat mereka mengajar. Harapannya, kompetensi yang baik itu juga berpengaruh pada kualitas siswa.

Terkait pandemi, Zul Ikram juga punya catatan tersendiri. Menurut dia, pandemi Covid-19 bukan berarti mengurangi tugas pokok dan fungsi guru. Namun, yang berbeda hanya pola pembelajaran tatap muka. Untuk itu, meski secara daring, guru diharapkan bisa memberikan materi ajar yang maksimal kepada siswanya.

Menurut Zul Ikram, belajar daring bukan berarti membuat guru tak bisa mengajar sesuai tugas pokok dan fungsinya. Hal ini sudah dibuktikan oleh sejumlah sekolah yang berhasil mengantarkan siswanya menang di Kompetisi Sains Nasional (KSN) 2021 baru-baru ini.

BACA JUGA: Bangga, Pelajar Riau Bawa 27 Medali dari Kompetisi Sains Nasional. Ini Nama-namanya

Dia menyebut, di KSN tahun ini Riau berhasil duduk di peringkat keempat. Siswa yang menang, tambahnya, ada yang berasal dari sekolah-sekolah yang dikelola masyarakat, madrasah maupun sekolah negeri. Hal ini membuktikan, sekolah tetap bisa memberikan materi ajar pada siswanya dengan baik meski pandemi masih berlangsung.

Sementara itu, panitia pelaksana yang juga Kepala Bidang SMA Disdik Riau, Drs. Muhammad Guntur M.Pd menerangkan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dalam mengembangkan kemampuan mengelola pembelajaran. Selanjutnya memberikan keterampilan dalam mengembangkan teknologi pendidikan.

Tujuan lainnya adalah memberikan keterampilan dalam mengembangkan teknologi pendidikan, meningkatkan kemampuan interaksi di lingkungan serta meningkatkan pemahaman guru tentang norma etika dan kode etik yang berlaku.

Menurut Guntur, pihaknya menghadirkan Feisal Ghozalyllb (Hons), LLM dari Puskurbuk Kemdikbud Jakarta sebagai narasumber. Di samping itu, ada juga Afrizal Tani, Taufik Bambang M.Pd, dan Dra Lilik M.Pd dari LMPM Riau. Lalu Citra Aris, M.Pd, Marwan M.Pd serta Muhammad Yuzar, M.Pd. (*)

REKOMENDASI UNTUKMU: Guru SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru Ikuti Workshop Sosial Media Marketing di Jakarta