Walau Sudah Divaksin, Gubri Tetap Minta Siswa Jalani Prokes

Gubernur mengingatkan siswa agar melaksanakan protokol kesehatan. Minimal 3M. Yaitu, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin dan menjaga jarak dan hindari kerumunan.

Walau Sudah Divaksin, Gubri Tetap Minta Siswa Jalani Prokes
Kepala Disdik Riau, Zul Ikram dan Kepala SMAN 11 Pekanbaru, Suprapto mendampingi Gubernur Riau, Syamsuar menyaksikan vaksinasi Covid-19 untuk siswa.


90 Persen Guru di Riau Sudah Divaksin

KEPALA Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Zul Ikram, M.Pd mendampingi Gubernur Riau, Syamsuar meninjau pelaksanaan vaksinasi di SMAN 11 Pekanbaru, Senin (4/10/2021) pagi. Di sekolah itu, setidaknya ada 900 anak yang mengikuti vaksinasi Covid-19 di sekolah yang terletak di Jalan Segar, Tenayan Raya tersebut.


Kepala SMAN 11 Pekanbaru, Suprapto mengatakan, total ada 1.059 orang siswa di sekolah itu. Sementara, yang sudah mengikuti vaksin di luar sekolah ada 230 siswa. Jadi sisanya menjadi sasaran vaksinasi yang digelar tadi.


Menurutnya, ada lima fasilitas kesehatan yang menjadi pelaksana. Yaitu PKM Rejosari, PKM Tenayan Raya, PKM Sail, RS Tabrani, RS PMC dan RSIA Andini Pekanbaru.


Sementara itu, Kadisdik Riau menyebut bahwa vaksinasi kali ini merupakan rangkaian dari kegiatan serupa yang ditaja untuk kelompok SMK beberapa waktu lalu. Menurut dia, vaksin yang diberikan kepada siswa dan guru diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru.


"Secara umum ini adalah program yang berkelanjutan. Pada beberapa minggu yang lalu kita sudah melaksanakan untuk kelompok SMK negeri. Termasuk juga SMK swasta. Alhamdulillah sudah kita sisir semua untuk kelompok sekolah SMK tersebut," tutur Zul Ikram.


Dalam beberapa minggu ke depan, Disdik mulai masuk ke SMA-SMA. Vaksinasi massal ini diawali dengan guru dan siswa di SMA negeri yang ada di kota Pekanbaru. Dia menyebut, antusiasme guru, siswa hingga masyarakat sangat besar mengikuti kegiatan itu.


Selain SMAN 11, ada sejumlah sekolah lain melakukan kegiatan serupa Senin pagi. Yaitu, SMAN 10, SMAN 4, SMAN 12, dan SMAN 3. Di SMAN 3 ini, ada sejumlah siswa dan guru dari SMA swasta yang jadi peserta. Hari Selasa (5/10/2021), giliran SMA Olahraga dan SMAN 16 Pekanbaru yang menggelar vaksinasi.


Sehari kemudian, vaksinasi massal digelar di SMAN 1, SMAN 2, SMAN 6, SMAN 7 dan SMAN 14. Hari Kamis vaksinasi massal diikuti siswa dan guru di SMAN 5, SMAN 9, SMAN 8, SMAN 13 dan SMAN 15 Pekanbaru.


Sementara, realisasi vaksinasi untuk warga sekolah negeri di Riau juga sudah bagus. Zul Ikram mengklaim, untuk tenaga kependidikan sudah di angka 80 menuju ke 90 persen. "Yang agak kecil itu untuk sekolah swasta," tutur Kadisdik.


Menurut dia, tinggi rendahnya capaian vaksinasi untuk guru dan siswa memang berhubungan dengan ketersediaan vaksin di kabupaten/kota yang bersangkutan. Karena sekolah-sekolah yang ada di kabupaten kota secara umum tentu akan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan di kabupaten kotanya.


Disdik, tambahnya, juga melibatkan peran cabang Disdik, kepala sekolah melalui musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) untuk selalu bersinergi melakukan update peserta vaksin dan berkoordinasi dengan pelaksanaan vaksinasi di tiap-tiap kabupaten kota. Hal itu dibutuhkan agar sekolah turut andil menciptakan herd immunity atau kekebalan kelompok di masyarakat. 

Sementara itu, saat meninjau vaksinasi, Gubernur Riau Syamsuar, memberikan semangat kepada siswa. Gubernur juga mengingatkan siswa agar melaksanakan protokol kesehatan. Minimal 3M. Yaitu, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin dan menjaga jarak dan hindari kerumunan.


Sebagaimana dilansir dari Media Center Riau, gubernur mengingatkan bahwa salah satu cara untuk menurunkan penularan Covid-19 ini adalah dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Sampai nanti ada perintah dari pemerintah untuk cabut protokol ini baru tidak menggunakan masker lagi saat berinteraksi di luar rumah. 


Kunjungan kali ini, tambah Syamsuar, dalam rangka memastikan semua anak sekolah benar-benar menjalani vaksinasi Covid-19. Tidak hanya SMA, dia berharap vaksinasi massal ini juga dapat menjangkau, SMK, SMP, Mts dan pondok pesantren. (*)