Usai Dilatih, 50 Guru SMK di Riau Ini Diminta Hasilkan Bahan Ajar

Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau memberikan pendampingan penguatan kompetisi terhadap guru Agribisnis dan Agro Teknologi SMK Pusat Keunggulan (PK)

Usai Dilatih, 50 Guru SMK di Riau Ini Diminta Hasilkan Bahan Ajar
Foto bersama saat pembukaan pelatihan bagi 50 guru SMK PK Kelompok Pertanian oleh Dinas Pendidikan Riau

RIAUCERDAS.COM - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau memberikan pendampingan penguatan kompetisi terhadap guru Agribisnis dan Agro Teknologi SMK Pusat Keunggulan (PK). Sebelumnya, pendampingan juga sudah dilakukan Disdik kepada guru otomotif jurusan Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM).


Ada 50 guru yang ikut pelatihan itu. Mereka merupakan pendidik di SMK PK dari 12 kabupaten/kota di Riau. "Pendampingan guru SMK PK bagian dari komitmen Disdik Riau meningkatkan kualitas guru SMK di Riau," ujar Kabid SMK Disdik Riau Dr Yusri Rasul, Senin (15/8/2022) malam di Hotel Furaya Pekanbaru.


Menurut dia, pelatihan perlu dilakukan. Karena kualitas mutu pendidikan salah satu penentunya berada di tangan guru yang berkualitas. Dijelaskan dia, pendampingan bagi guru PK ini ada target hasil akhirnya. Dimana, guru bisa menghasilkan elemen modul bahan ajar SMK PK.


Modul ini sangat diperlukan bagi kemajuan dan tuntutan sesuai dengan perkembangan SMK PK terutama jurusan kelompok pertanian. Tidak hanya itu, modul yang dihasilkan ini akan menjadi acuan pembelajaran di kelas, pembelajaran di IDUKA atau pembelajaran kelas industri atau yang sering disebut teaching factory. 


"Saya harap dengan kegiatan pendampingan guru SMK PK jurusan agribisnis dan agroteknologi ini bisa menghasilkan 12 elemen modul bahan ajar. Kalau di kelompok TBSM di kegiatan beberapa waktu lalu, menghasilkan 10 modul pembelajaran. Kalau di kelompok pertanian saya harapkan bisa hasilkan 12 bahan ajar untuk SMK PK," tutur Yusri.


Sementara itu, ketua panitia kegiatan Pendampingan SMK PK se-Provinsi Riau Alman mengatakan tujuan pendampingan guru sekolah PK dan ini untuk meningkatkan mutu pendidikan khususnya dalam implementasi kurikulum merdeka. 


Selain itu, kegiatan ini untuk menghasilkan bahan ajar yang nantinya akan dijadikan jurusan atau perbandingan bagi SMK di Riau."Kami ingin kegiatan yang berlangsung mulai tanggal 15 hingga 18 Agustus ini bisa menghasilkan bahan ajar bagi sekolah PK. Dengan instruktur dari Kemendikbud Ristek RI dan Politeknik Kampar, hendak peserta dapat mengikuti dengan serius. Ilmu dari instruktur sangat bermanfaat bagi peserta," kata Alman. (rls)