Upaya Majukan Laboratorium, UMRI dan PHR Latih 40 Kepala Lab Sekolah

Kepala Lab sangat dibutuhkan. Karena laboratorium dan pelajaran IPA tidak dipisahkan. Rasanya aneh jika IPA tidak ada Lab, tidak ada yang mengelola atau kekurangan peralatan.

Upaya Majukan Laboratorium, UMRI dan PHR Latih 40 Kepala Lab Sekolah
Rektor UMRI menyerahkan cinderamata kepada Asisten I Setdaprov Riau yang membuka pelatihan dan sertifikasi Kepala Lab, Senin (1/8/2022).

UNIVERSITAS Muhamamdiyah Riau (UMRI) menggelar pelatihan dan sertifikasi kepala laboratorium (Lab) untuk guru SMA/SMK/MA se-Provinsi Riau, Senin (1/8/2022). Ada 40 peserta mengikuti pelatihan yang merupakan hasil program kemitraan UMRI dengan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) ini.


Sepanjang tanggal 1 hingga 30 Agustus, para peserta akan mendapatkan sejumlah materi dalam pelatihan ini. Mulai dari teori dan praktikum, implementasi di sekolah serta monitoring dan presentasi.


Ketua Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) UMRI, DR Aidil Haris M.Si menjelaskan, program ini sudah dimulai sejak PT Chevron Pacific Indonesia sampai sekarang oleh PT PHR. Kegiatan ini hasil diskusi dan permohonan dari guru-guru Kimia. Hasil diskusi itu, maka dilakukan review bersama oleh tim dosen Prodi Kimia FMIPA dan Kesehatan


Banyak guru yang belum punya kompetensi dan sertifikasi Kepala Lab. Ini adalah upaya kami mengabdi ke sekolah. Ini bagian khusus kami untuk peningkatkan kompetensi kepala Lab. Dalam rangka peningkatan kompetensi itu, diperlukan pelatihan. Dimana, tahun ini, pelatihan difokuskan untuk 40 guru di Riau. Pelatihan dilakukan secara hybrid. 


"Kami atas nama LPPM UMRI berterimakasih atas kepercayaan yang diberikan," ujar Aidil. Dia berharap, pelatihan ini memang berguna dalam upaya peningkatan kompetensi para guru di Riau.


Sementara, Kepala LP3M dan Pusdiklat Universitas Negeri Padang (UNP), Prof DR Jamaris M.Pd menjelaskan bahwa Kepala Lab adalah salah satu sertifikat yang dikeluarkan LP3M. Ini bisa juga untuk menambah jam mengajar. 

Kepala Lab, tambahnya, sangat dibutuhkan. Karena laboratorium dan pelajaran IPA tidak dipisahkan. Rasanya aneh jika IPA tidak ada Lab, tidak ada yang mengelola atau kekurangan peralatan," ujarnya. Karena itu, Jamaris mengaku senang PT PHR mau melatih calon kepala Lab. Termasuk melengkapi peralatan di Lab. Karena jika kekurangan alat, maka saat belajar, siswa tidak bisa berpraktik di dalam Lab. Kondisi ini jelas berpengaruh ketika siswa lulus kelak.


UNP, tambahnya, sudah lama menggelar pelatihan dan sertifikasi ini. Kerjasama dengan UMRI juga sudah lama dilakukan. Sehingga, perlu diisi dan ditingkatkan kualitasnya. "Kami bangga jika ada kerjasama saling menguntungkan," ujar Jamaris. 


Sementara, Manager Corporate Affairs Asset South PT PHR, Wan Dedi Yudhistira menjelaskan, pendidikan adalah kunci utama peningkatan sumber daya manusia. Bahkan, pendidikan termasuk dalam empat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.


Saat ini, PHR telah menandatangani perjanjian dengan 8 perguruan tinggi di Riau. Penandatangan memorandum of understanding (MoU) ini ditindaklanjuti dalam keterlibatan PHR pada sejumlah kegiatan. Salah satunya pelatihan dan sertifikasi kepala Lab ini. 


Tentunya potensi besar Migas di Riau perlu ditopang dengan tenaga ahli. Persiapan tenaga ahli itu harus dimulai dari tingkat SMA sederajat. Di bidang sains, keberadaan Lab merupakan salah satu pendukung utama dalam upaya peningkatan sumber daya manusia. Jika kualitas pembelajaran di sekolah sudah bagus, diharapkan lulusan yang dilahirkan kelak juga punya kualitas yang baik.


Sementara, Rektor UMRI, DR Saidul Amin, MA dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan dan sertifikasi kepala Lab ini sangat penting. "Laboratorium itu adalah jantung sekolah. Kalau laboratorium bermasalah, maka sekolah tidak akan berkembang," ujarnya. Karena laboratorium mengkonkritkan yang abstrak. Laboratorium mempraktikkan di ranah praktis. Jadi tidak lagi teoritis. 


Pelatihan guru juga sangat penting. Guru, tambahnya, harus terlatih. Karena fungsinya harus punya pengetahuan untuk mengeluarkan muridnya dari yang gelap menuju ke arah yang terang. 


Rektor juga berterimakasih pada PT PHR yang sudah banyak bekerjasama dengan UMRI. Dia berharap, di masa yang akan datang, kerjasama seperti ini akan terus dilakukan. Rektor juga berterimakasih kepada UNP yang sudah banyak memberi bantuan kepada UMRI.


Asisten I Setdaprov Riau, Masrul Kasmy yang hadir mewakili Gubernur Riau menilai program ini ikut mendukung program Merdeka Belajar yang telah dicanangkan Kemendikbudristek dan dijalankan Dinas Pendidikan. Khususnya dalam hal peningkatan kompetensi guru untuk mengelola aktivitas praktikum di sekolah. 


"Saat ini masih banyak guru yang belum punya kompetensi dan sertifikasi Lab. Ini tentu berpengaruh pada pelaksanaan pembelajaran di sekolah dan bisa menurunkan minat siswa pada sains," katanya. Karena itu, dia berharap, seluruh peserta mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dan pelatihan ini. Diharapkan, tahun mendatang jumlah peserta lebih banyak dan menjangkau seluruh kabupaten/kota. 


Masrul juga mengakui, kondisi laboratorium di Riau masih belum terlalu baik. Padahal riset itu menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, diharap ke depan semakin banyak laboratorium-laboratorium berdiri untuk membantu memecahkan persoalan di masyarakat. 


Kepada Disdik Riau, Masrul menitipkan pesan agar anggaran untuk kegiatan riset ditingkatkan lagi. Disdik harus bisa menguatkan argumen agar anggaran riset yang diajukan tidak dikesampingkan. Apalagi, tampaknya, anggaran penelitian atau riset seperti tidak dianggap penting oleh pengambil kebijakan anggaran.


Dia berharap, ke depan perkembangan laboratorium di Riau mampu menjawab berbagai hal yang dihadapi masyarakat. "Mimpi saya, satu atau dua laboratorium di Riau bisa menjawab masalah yang dihadapi masyarakat," kata dia.


Masrul juga mengingatkan, karena masih dalam masa pandemi Covid-19, diharapkan protokol kesehatan tetap dijalankan. Apalagi, jumlah kasus Covid-19 di Riau mulai meningkat. (*)