UMRI Luncurkan Sistem Khusus, Informasi MBKM Semakin Terbuka

Dengan sistem itu, maka semua program MBKM yang ada di UMRI dapat terpantau oleh mahasiswa. Mereka dapat mengetahui mitra mana saja yang bekerja sama dengan pihak kampus. Apa saja yang akan dikerjakan, lama waktu hingga dosen pembimbingnya.

UMRI Luncurkan Sistem Khusus, Informasi MBKM Semakin Terbuka
Proses peluncuran sistem dairymbkm yang dibuat oleh UMRI, Kamis (31/3/2022).
UMRI Luncurkan Sistem Khusus, Informasi MBKM Semakin Terbuka

MENYAMBUT bulan suci Ramadhan 1443 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melaksanakan agenda silaturahmi dengan karyawan beserta civitas akademik UMRI, Kamis (31/3/2022). Disela kegiatan itu, UMRI juga meluncurkan sistem diarymbkm.umri.ac.id.

Program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) merupakan program unggulan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dimana mahasiswa bisa belajar dimanapun dan tidak harus belajar di kampus. Belajar dilakukan sesuai dengan passion serta minat bakat mahasiswa selama 3 semester.

'Mahasiswa bisa melakukan kuliah di perusahaan atau lembaga juga bisa melakukan pengabdian masyarakat. Harapannya mahasiswa bisa beradaptasi di lingkungan kerja dan bersosialisasi di lingkungan masyarakat," tutur Rektor UMRI, DR Saidul Amin MA.

Sistem ini juga memungkinkan mahasiswa menjalani perkuliahan dimana saja. Tentunya proses belajar bagi mahasiswa lebih mudah. Hal yang terpenting lainnya, sistem ini diharap bisa menumbuhkan semangat belajar dan mandiri belajar di kalangan mahasiswa.

Sementara, Sri Fitria Retnawati selaku Wakil Rektor I UMRI menjelaskan bahwa dengan diluncurkannya sistem dairymbkm ini, setiap Prodi bisa memasukkan apa yang menjadi program MBKM untuk mahasiswanya. Termasuk dengan perusahaan apa saja Prodi tersebut bermitra.

Bagi Mahasiswa calon perserta MBKM, juga bisa mengakses sistem ini dan melihat apa saja program yang disajikan Prodi. Mereka juga dapat memilih sekaligus mendaftar sesuai dengan minat bakatnya. Melalui sistem ini pula, pihak kampus dapat memonitoring mahasiswanya yang menjalani program MBKM.

"Karena mahasiswa akan melaporkan apa saja yang mereka kerjakan setiap harinya. Kegiatan itu tentu sesuai dengan program yang telah disepakati oleh pihak Prodi dan mitra," tuturnya.

Harapannya, dengan adanya sistem ini, mahasiswa lebih mudah dalam menjalankan program MBKM di perusahaan atau lembaga yang bermitra dengan UMRI.

"Jadi kalau sekarang kami ditanya berapa mahasiswa yang mengikuti MBKM, kami bisa menjawab dengan cepat melalui sistem tersebut. Juga berapa perusahaan yang bermitra, kami juga bisa cepat menjawabnya dengan cepat. Karena semuanya sudah tercantum dalam sistem dairymbkm tersebut," tutup Sri Fitria. (*)