Umri Jadi Kampus Swasta Rangking Pertama di Riau Versi Webometric

Tahun ini, peringkat Webometric Umri ada di posisi 215 secara nasional. Naik dari posisi tahun lalu yang ada di urutan 223 nasional. Sementara, untuk perguruan tinggi swasta di Riau, Umri jadi peringkat pertama. 

Umri Jadi Kampus Swasta Rangking Pertama di Riau Versi Webometric
Rektor dan Wakil Rektor I serta II Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menggelar konferensi pers terkait perkembangan kampus.

Di masa pandemi, Universitas Muhammadihah Riau (Umri) tetap menjalankan pelayanan ke mahasiswa dengan maksimal. Bahkan, tak ada pengurangan kuantitas maupun kualitas selama pandemi.


Kemudian, selama pandemi, Umri juga fokus pengembangan teknologi informasi. Dimana, ada 25 sistem yang dibangun untuk memberi pelayanan ke mahasiswa dan dosen. Dengan sistem ini, perkuliahan tetap jalan. "Tak ada yang ditunda. Kuliah tetap jalan," papar Wakil Rektor I Umri, Sri Fitria Retnawaty, S.Si., MT, Sabtu (30/1/2021).


Di ruang virtual itu, tambahnya, tetap ada tetap ada yang mengawasi. Sehingga dipastikan dosen mengajar sesuai dengan tugasnya. Dengan cara ini, diharap mahasiswa tetap menerima pembelajaran sesuai dengan perencanaan.


Dengan langkah-langkah ini, Umri mendapat bonus lain. Dimana, tahun ini, peringkat Webometric Umri ada di posisi 215 secara nasional. Naik dari posisi tahun lalu yang ada di urutan 223 nasional. Sementara, untuk perguruan tinggi swasta di Riau, Umri jadi peringkat pertama. 


Kemudian, dibandingkan kampus-kampus swasta dalam lingkup LLDIKTI Wilayah X (Riau, Sumatera Barat, Kepri dan Jambi), menurut Sri Fitria, Umri berada di peringkat kedua.


"Jika dibandingkan perguruan tinggi se Riau, baik negeri maupun swasta, Umri di posisi ketiga setelah Universitas Riau dan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim. Rektor berharap, ke depan Umri setidaknya bisa di urutan 100 nasional," paparnya.


Dijelaskan dia, indikator yang dinilai oleh Webometric salah satunya adalah back link website kampus. Dimana, berapa banyak website umri.ac.id dicantumkan dalam portal-portal lainnya. "Hal ini menjadi kriteria dengan penilaian terbesar," kata dia.


Kemudian, indikator selanjutnya dilihat dari kunjungan web kampus. Selama ini, terang Sri Fitria, Umri memang memperbesar manfaat website kampus. Selama pandemi fungsinya dimaksimalkan. Selanjutnya, ada sitasi karya ilmiah dosen dan Learning Management System (LMS). 


Sementara, strategi pembelajaran tahun ini tetap fokus pada pembelajaran online. Bahkan, jika pandemi sudah selesai, bukan berarti pola online ditinggalkan. Tapi terus dikembangkan agar ketika dilakukan, mahasiswa tetap merasakan kualitas yang sama.


Nantinya, ruangan akan disiapkan untuk perkuliahan offline. Kemudian, akan ada Satuan Tugas (Satgas) untuk memastikan perkuliahan offline telah mematuhi protokol kesehatan.


"Untuk belajar online, sudah disiapkan modul pembelajaran jarak jauh. Bahkan, sudah didesain jadi kampus virtual Muhammadiyah," kata Wakil Rektor ini.


Sementara itu, Rektor Umri, Dr. H Mubarak, M.Si menjelaskan, di masa pandemi ini, akademis di Umri mengembangkan optimisme. Bahkan, para dosen menjadi inisiator berbagai pola pembelajaran yang sesuai dengan protokol kesehatan. 


Namun diakuinya, ada beberapa Prodi yang terpaksa harus melakukan pertemuan langsung karena materinya memang tidak memungkinkan untuk dilakukan secara online dan butuh tatap muka.


Tahun ini, Umri juga menerapkan pola blended learning. Dengan pembagian 60 persen tatap muka dan 40 persen secara online. Namun, untuk pertemuan tatap muka harus menyesuaikan dengan protokol kesehatan. 


Sementara, yang kuliah online, tak ada kompetensi yang dikurangi. Bahkan, audit mutu tetap dilakukan. Dimana, ada orang yang akan mengawasi pembelajaran online sebagai bentuk proses audit.


Di balik kegiatan akademik, juga dikembangkan kegiatan non akademik. Dimana, Umri menyempurnakan master plan pengembangan Umri di masa depan.


Sementara, Warek II Umri, Bakaruddin, SE., MM menambahkan, tahun ini Umri akan mengembangkan laboratorium untuk menunjang  proses pembelajaran. Nantinya, Kampus I Umri bakal dirancang menjadi laboratorium terpadu. "Saat ini masih dirancang kesiapannya. Hal ini difokuskan agar mahasiswa tidak ada yang tak praktikum," ujarnya.


Kemudian, tiap kelas belajar nanti bakal ditunjang dengan fasilitas kesehatan. Seperti hand sanitizer, tempat cuci tangan dan sebagainya. (ed)