UIR Tak Berdiam Diri Menghadapi Covid-19

Untuk mengatasi Covid-19 di daerah, rektor memastikan UIR tak berdiam diri. Tapi turut aktif mencari cara bagaimana jumlah kasus Covid-19 bisa ditekan.

UIR Tak Berdiam Diri Menghadapi Covid-19
Rektor UIR, Prof Dr H Syafrinaldi SH MCL. (Sumber: Media Center UIR)

PANDEMI Covid-19 yang masih melanda banyak negara di dunia diakui berpengaruh besar pada aktivitas di kampus. Tak terkecuali di Universitas Islam Riau (UIR). Akibatnya, seperti kampus lainnya di Indonesia, UIR masih menerapkan sistem perkuliahan online. 


“Di masa pandemi masih sama dengan kampus di Indonesia. Yaitu melakukan pembelajaran online. Sebagian kecilnya tetap melakukan pembelajaran offline. Khususnya praktikum mahasiswa yang memang tak memungkinkan digelar secara online,” tutur Rektor UIR, Prof Dr H Syafrinaldi SH MCL, Kamis (1/7/2021).


Untuk mengatasi Covid-19 di daerah, rektor memastikan UIR tak berdiam diri. Tapi turut aktif mencari cara bagaimana jumlah kasus Covid-19 bisa ditekan. 


Salah satu caranya yaitu, UIR menjadi satu-satunya kampus di Riau yang menggelar vaksinasi pertama dan kedua di dalam kampus.  


Menurut dia, memang sejumlah kampus ada yang menyelenggarakan vaksinasi. Namun, berhenti di vaksin pertama saja. Untuk vaksin kedua, diperoleh di luar kampus. 


“Kalau di UIR, baik vaksin pertama maupun kedua kita lakukan di kampus. Pesertanya civitas akademika dan warga di sekitar kampus,” tutur Rektor. 


Dia berharap, ada terobosan dari pemerintah dalam penanganan Covid-19. UIR juga punya program reward sebesar Rp100 juta kepada dosen yang bisa mendaftarkan hak paten atas hasil penelitiannya.


“Jadi atensi bagi dosen-dosen di Fakultas Teknik dan fakultas Pertanian untuk mendapatkan hak paten. Apalagi jika mendapat penemuan yang ikut mengatasi pandemi Covid-19,” kata dia. (*)