UAS Ajak Wakaf, Dalam 2 Jam Terkumpul Rp413 Juta untuk Gedung Tajdid Center

Menurut dia, Gedung Tajdid Center yang dibangun lewat pola wakaf sangat penting. Tujuannya, agar saat berdiri dan digunakan nanti, maka penggunanya pun ikut mendapat berkah.

UAS Ajak Wakaf, Dalam 2 Jam Terkumpul Rp413 Juta untuk Gedung Tajdid Center
Ustad Abdul Somad ketika memberi ceramah dalam Tabligh Akbar di kampus UMRI, Sabtu (12/8/2022) pagi.

DALAM waktu 2 jam, uang sebesar Rp413 juta terkumpul dalam acara Tabligh Akbar di Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) pada Jumat (12/8/2022). Dana tersebut dikumpulkan untuk membiayai pembangunan Gedung Tajdid Center di komplek UMRI.


Adalah Ustad Abdul Somad yang hadir langsung dalam Tabligh Akbar itu. Dalam ceramahnya di hadapan ratusan pasang mata yang hadir, ulama kondang yang kerap disapa UAS ini mengajak semua pihak memberikan wakaf untuk mencapai niat UMRI memiliki Gedung Tajdid Center. 


Menurut dia, Gedung Tajdid Center yang dibangun lewat pola wakaf sangat penting. Tujuannya, agar saat berdiri dan digunakan nanti, maka penggunanya pun ikut mendapat berkah. Sebaliknya, jika gedung dibangun dari dana riba, maka banyak dampak negatif yang didapatkan oleh mahasiswa yang bakal menggunakannya. Karena riba jelas perbuatan haram dalam ajaran Islam.


Karena itu, ia mengajak semua pihak yang hadir mau terlibat membantu dana pembangunan gedung Tajdid Center UMRI. Dia bahkan meminta mahasiswa UMRI berkeliling dari satu jemaah ke jemaah lainnya yang hadir untuk mengumpulkan sedekah. Sembari mengingatkan bahwa bersedekah itu sangat besar maknanya bagi umat Islam.


Dijelaskan dia, semakin banyak yang disedekahkan seseorang, maka semakin besar pulalah pelindungnya ketika kelak berada di Padang Mahsyar.  Dia juga mengingatkan keutamaan berwakaf dan bersedekah bagi diri umat Islam.


Ketika ikut berwakaf membangun gedung Tajdid Center, pesan UAS, umat mesti meyakini bahwa hal itu dilakukan bukan untuk menolong agama. Bukan juga untuk menolong UMRI. Tapi menolong diri sendiri. "Bangunlah gedung berbasis wakaf. Karena tidak bisa dihibahkan, tak bisa diperjual belikan dan tidak bisa diwariskan," kata UAS.


Sebelumnya, Rektor UMRI, Dr Saidul Amin MA menjelaskan bahwa tujuan pihak Tabligh Akbar ini yaitu menjadikan UMRI milik umat dan bangsa. Menurut dia, universitas yang baik, harus bertahta di hati umat dan berdiri di atas semua golongan.


Di samping itu, SaiduI ingin mencoba membuktikan kepada semua orang bahwa kekuatan umat Islam itu sangat besar. Dijelaskan dia, selama ini untuk membangun gedung baru, UMRI biasanya dibantu sejumlah bank mitra. Tapi untuk gedung Tajdid Center, dia berharap tidak menggunakan dana bank mitra. Melainkan dibangun dari dana wakaf.


Rektor mengharapkan, dengan hadirnya UAS, jemaah yang hadir semakin terdorong ikut membantu membangun gedung Tajdid Center ini. Terbukti, dalam waktu sekitar 2 jam saja, terkumpul dana sebesar Rp413 juta di acara tersebut. 


Hal ini ditegaskan oleh Firdaus selaku Bendahara Panitia Pembangunan Gedung Tajdid Center UMRI. Menurut dia, kebutuhan dana untuk membangun gedung tersebut seluruhnya adalah Rp15 miliar. Sementara, dalam acara yang dihadiri UAS tadi, sudah terkumpul Rp413 juta. 


Untuk diketahui, Tabligh Akbar tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh Riau. Seperti anggota DPR RI asal Riau, DR Achmad dan Syamsurizal. Kemudian, ada juga mantan Ketua DPRD Riau, Chaidir, mantan anggota Ombudsman RI, Azlaini Agus, anggota DPRD Riau, Septina Primawati dan lain-lain. Ada juga Fakhrunnas MA Jabbar yang sempat membacakan sebuah puisi di hadapan peserta. (*)