Turunkan Angka Unmet Need, Layanan KB Serentak Juga Digelar di Pusyanra BKKBN Riau

Jumlah akseptor yang menerima Pelayanan KB Serentak di Pusyanra pada hari ini tercatat 45 orang. Ada sebanyak 16 akseptor menggunakan IUD dan 29 akseptor menggunakan Implan.

Turunkan Angka Unmet Need, Layanan KB Serentak Juga Digelar di Pusyanra BKKBN Riau
Kepala BKKBN Perwakilan Riau, Mardalena Wati Yulia melihat langsung proses layanan KB serentak di Pusyanra Lancang Kuning BKKBN Riau, Kamis (19/1/2023).

RIAUCERDAS.COM - Pelayanan KB Serentak di kabupaten/kota se-Provinsi Riau terus berlangsung hingga, Kamis (19/1/2023). Salah satunya digelar di Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (Pusyanra) Lancang Kuning Kantor Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Riau.


Jumlah akseptor yang menerima Pelayanan KB Serentak di Pusyanra pada hari ini tercatat 45 orang. Ada sebanyak 16 akseptor menggunakan IUD dan 29 akseptor menggunakan Implan.

 
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau Mardalena Wati Yulia menjelaskan, kegiatan pelayanan KB Serentak yang dimulai 17 Januari 2023 ini dilaksanakan untuk meningkatkan akseptor KB. Kemudian untuk akselerasi target pelayanan program KB di Riau tahun 2023.


Melalui program pelayanan KB serentak ini, diharapakan pula dapat mendorong antusiasme keluarga-keluarga di Riau atau pasangan usia subur untuk menjalankan program KB dengan baik. Sehingga, dapat merencanakan kehamilan dan mengatur jarak kelahiran guna mewujudkan keluarga berkualitas.


“Pelayanan KB serentak ini bisa meningkatkan kesertaan ber-KB dan menurunkan angka unmet need karena Provinsi Riau masih termasuk provinsi yang angka unmet need-nya tinggi,” ucap Mardalena.


Berdasarkan hasil Pendataan Keluarga tahun 2021 (PK-21) yang telah dimutakhirkan pada 2022 (PK-21 tahun 2022), angka unmet need Provinsi Riau adalah 25,86 persen dan target pada 2023 turun menjadi 14,45.


Mardalena juga menyebutkan, pelayanan KB gratis serentak ini juga untuk mempercepat realisasi penyerapan dana Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB), terutama untuk pelayanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).


“Kegiatan ini insya Allah rutin dilaksanakan sehingga dapat mempercepat peningkatan kesertaan ber-KB terutama yang MKJP dan ini juga dalam rangka memenuhi target yang telah ditetapkan sesuai dengan lampiran Perpres 72 Tahun 2021 yaitu salah satunya menurunkan angka stunting termasuk juga kesertaan KB pasca salin,” tambahnya. 


Target pelayanan KB dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) tahun 2023 di Provinsi Riau, yakni IUD sebanyak 4.311 orang, Implan sebanyak 17.172, MOW (Metode Operasi Wanita) sebanyak 909, MOP (Metode Operasi Pria) sebanyak 47 orang, dan pencabutan Implan sebanyak 714 orang.


Pelayanan KB serentak di Riau ini dilaksanakan bekerjasama dengan fasilitas kesehatan (faskes) milik pemerintah maupun swasta serta praktik mandiri bidan. Kegiatan tersebut dilakukan oleh para petugas Penyuluh KB dan Kader KB dengan melaksanakan pelayanan ‘jemput bola’, bergerak dan berkunjung ke rumah-rumah para calon akseptor KB. 


Lalu, para calon akseptor KB ini diarahkan dan didampingi mengikuti pelayanan KB kef askes sesuai dengan jenis metode pelayanan KB yang dipilih. (rls)