Tingkatkan Kepesertaan KB, BKKBN Riau dan TNI AD Lakukan Hal Ini

Kolaborasi dengan TNI selama ini tidak diragukan lagi. Salah satu momentumnya adalah Manunggal KB atau Manunggal Bangga Kencana - Kesehatan Terpadu.

Tingkatkan Kepesertaan KB, BKKBN Riau dan TNI AD Lakukan Hal Ini
Acara pertemuan penguatan pengelolaan pelayanan KB dan percepatan penurunan stunting antara BKKBN, TNI AD dan IBI, Senin (5/9/2022)

RIAUCERDAS.COM - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memperkuat kerjasama dengan TNI Angkatan Darat (TNI AD) dalam upaya mengatasi stunting dan meningkatkan kepesertaan KB.


Hal itu diwujudkan lewat pertemuan penguatan pengelolaan pelayanan KB dan percepatan penurunan stunting di Faskes, jaringan dan jejaring bersama mitra kerja dalam rangka TNI Manunggal Bangga Kencana - Kesehatan Terpadu, Senin (5/9/2022).


Dalam sambutannya, Kepala BKKBN Riau, Mardalena Wati Yulia menyampaikan bahwa, angka prevelensi anak stunting nasional saat ini masih 24,4 persen. Angka ini harus diturunkan jadi 14 persen di tahun 2024. 


Salah satu program intervensi dalam penurunan stunting adalah peningkatan kepesertaan KB. Khususnya Modern Contraceptive Prevelance Rate (mCPR). Karena di Riau, angkanya masih 45,6 persen.


Sementara, angka pasangan usia subur yang sudah berkeinginan tidak punya anak tapi belum menggunakan alat kontrasepsi di Riau masih di angka 25,6 persen. "Ini jelas pekerjaan berat bagi kita. Untuk itu perlu kolaborasi dan sibergi dengan lintas sektor. Termasuk dengan TNI dan IBI," ujarnya.


Mardalena menegaskan, kolaborasi dengan TNI selama ini tidak diragukan lagi. Salah satu momentumnya adalah Manunggal KB atau Manunggal Bangga Kencana - Kesehatan Terpadu.


Diharapkan, lewat kegiatan ini, penurunan angka stunting dan peningkatan kepesertaan KB bisa dicapai. Apalagi, TNI AD memiliki Babinsa yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Jika ada kolaborasi dengan petugas KB, dia yakin upaya meningkatkan kepesertaan KB dapat dicapai.


Dijelaskan dia, saat ini ada program TNI Manunggal Bangga Kencana - Kesehatan Terpadu yang tengah berjalan. Dalam program ini, kerjasama juga dilakukan dengan perusahaan untuk meningkatkan kepesertaan KB. 


"Ditargetkan tahun ini ada 52 ribu pelayanan KB, pelayanan ganti cara dan pelayanan ulang KB dilakukan," tuturnya. Dengan kolaborasi dengan TNI AD serta Ikatan Bidan Indonesia, Mardalena yakin upaya itu akan berbuah baik.


Sementara itu, Kasiter Korem 031/Wira Bima, Letkol Inf Hipni Maulana yang membacakan sambutan Danrem 031/Wira Bima, Brigjen Parlindungan Hutagalung berharap, kegiatan ini menambah wawasan dan semangat dalam menangani masalah stunting. 


"Percepatan penanganan stunting adalah program prioritas nasional. Karena stunting masalah kesehatan yang esensial yang berdampak jangka panjang bagi masa depan generasi muda dan negara," tuturnya. 


Berkaitan hal ini, peserta diminta ikut kegiatan dengan maksimal. Amanat ini harus ditangani sebaik mungkin. Karena penanganan stunting adalah kontribusi dalam pencapaian tujuan  pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals 2030. (*)