Tim IOI Indonesia Raih 8 Medali, Termasuk Siswa SMAN 8 Pekanbaru

Medali diraih oleh kedua tim perwakilan Indonesia yang bertanding di IOI. Salah satunya adalah siswa SMAN 8 Pekanbaru, Vannes Wijaya.

Tim IOI Indonesia Raih 8 Medali, Termasuk Siswa SMAN 8 Pekanbaru
Tim IOI 2022 Indonesia. (Sumber: Kemdikbud.go.id)

RIAUCERDAS.COM - International Olympiad on Informatics (IOI) ke-34 yang diselenggarakan di Yogyakarta berakhir sudah. Indonesia berhasil mendapat delapan medali di ajang bergengsi di bidang informatika itu.
Kedelapan medali tersebut terdiri dari tiga medali perak dan lima medali perunggu.

Medali diraih oleh kedua tim perwakilan Indonesia yang bertanding di IOI. Salah satunya adalah siswa SMAN 8 Pekanbaru, Vannes Wijaya.


Dalam siaran pers Kemendikbud, Vannes yang bergabung di Tim II mendapat medali perak. Rekan setim Vannes lainnya juga mendapat medali. Mereka masing-masingnya Albert Ariel Putra dari SMA Kristen Petra 4 Sidoarjo (perunggu), Matthew Allan dari SMA Kanisius Jakarta (perunggu), Andrew dari SMA S Sutomo 1 Medan (perunggu).

BACA JUGA: Sosok Vannes, Siswa SMAN 8 Pekanbaru Wakili Indonesia di International Olympiad in Informatic


Sementara, Tim I juga meraih medali. Mereka terdiri dari Albert Yulius Ramahalim dari SMA Katolik Ricci I Jakarta Barat (perak), Joseph Oliver Lim dari SMAK 1 Penabur Jakarta (perak), Juan Carlo Vieri dari SMA Intan Permata Hati Surabaya (perunggu), Maximilliano Utomo dari SMA Xin Zhong Surabaya (perunggu). 


Menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Suharti, total medali yang diperebutkan yaitu 30 medali emas, 59 medali perak, dan 91 medali perunggu. Di samping itu, 36 peserta juga diberikan penghargaan honorable mention.


Ketua Ikatan Alumni Tim Olimpiade Komputer Indonesia (IA TOKI), Reinhart Hermanus, mengatakan, tim yang telah lulus dari IOI 2022 otomatis bergabung ke IA TOKI. 


Dengan bergabungnya tim IOI 2022 ke IA TOKI, tutur Reinhart, akan menjadi semangat baru untuk kolaborasi pengembangan prestasi generasi selanjutnya. “Jadi yang bergabung ke IA TOKI bukan hanya yang berkompetisi saja, tapi termasuk yang mengikuti pelatihan nasional sebagai persiapan dan seleksi IOI,” ujarnya.


Reinhart menjelaskan, para alumni yang tergabung dalam IA TOKI memiliki beberapa kegiatan yang dilakukan bersama-sama. Mulai dari membuat platform pembelajaran informatika daring untuk para siswa yang ingin mengikuti olimpiade informatika melalui laman https://tlx.toki.id/ dan https://kujawab.com.

Selain itu, para alumni terlibat langsung dalam proses pelatihan tim olimpiade komputer Indonesia sebagai pelatih, pembuat soal, pengurus teknis, dan lainnya.

Sementara Presiden IOI, Benjamin Burton, mengajak kepada seluruh peserta untuk terus mengembangkan kompetensi di bidang informatika. Dengan perubahan dunia saat ini, tutur Ben, banyak kesamaan yang dialami masyarakat dan perlu diakselerasi dengan teknologi. (*)