Tiga Wakil Rektor UMRI Dilantik

Pejabat yang dilantik yaitu Dr Widarti Irma, S.Pd,M.Si sebagai Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Dr. M. Rasyad Zein, MM sebagai Wakil Rektor 2 Bidang Keuangan dan Administrasi Umum serta Dr. Jufrizal Syahri, M.Si sebagai Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan, Pembinaan Al Islam Kemuhammadiyahan dan Kerjasama. Pelantikan dilaksanakan oleh Rektor UMRI dan disaksikan Haedar Nasir, Ketua Umum PP Muhammadiyah.

Tiga Wakil Rektor UMRI Dilantik
Rektor UMRI, DR Saidul Amin MA melantik tiga wakil rektor, Rabu (25/5/2022)

UNIVERSITAS Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar silaturahim syawal 1443H dan pelantikan tiga wakil rektor UMRI masa bakti 2022-2026. Prosesi pelantikan dilaksanakan secara langsung di auditorium lantai 3 gedung rektorat, Rabu (25/5/2022).


Adapun pejabat yang dilantik yaitu Dr Widarti Irma, S.Pd,M.Si sebagai Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Dr. M. Rasyad Zein, MM sebagai Wakil Rektor 2 Bidang Keuangan dan Administrasi Umum serta Dr. Jufrizal Syahri, M.Si sebagai Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan, Pembinaan Al Islam Kemuhammadiyahan dan Kerjasama. Pelantikan dilaksanakan oleh Rektor UMRI dan disaksikan Haedar Nasir, Ketua Umum PP Muhammadiyah.

Turut hadir pengurus Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, Gubernur Riau yang diwakili Plt Kadisdik Riau, Muhammad Job Kurniawan, Ketua PW Muhammadiyah Riau dan sejumlah tokoh persyarikatan lainnya. Dalam acara itu sekaligus di lanjutkan serah terima jabatan dengan para wakil rektor periode 2018-2022.

Rektor UMRI Dr Saidul Amin MA dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada wakil rektor yang telah dilantik. Dia mendorong, ketiga pejabat itu berpikir memberikan yang terbaik untuk UMRI bukan mengambil yang terbaik dari UMRI.

Saidul menambahkan, UMRI saat ini terus berupaya bergerak maju sesuai dengan harapan dari PP Muhammadiyah. Beberapa hal sudah dilakukan UMRI sebagai salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM). Salah satunya adalah menjalankan program wakaf tunai sesuai dengan arahan dari pimpinan pusat Muhammadiyah. Bahkan UMRI mulai mendirikan badan wakaf di lingkungan perguruan tinggi.

Menurut Saidul, langkah ini perlu dilakukan. Karena tugas PTM adalah untuk membumikan konsep-konsep filosofi pimpinan pusat Muhammadiyah. Sesuai keinginan pimpinan pusat. Misalnya dalam hal visi menginternasionalkan persyarikatan Muhammadiyah melalui PTM. UMRI telah menjalin kerjasama dengan Thailand dan insyaallah yang akan datang dengan Malaysia.  

"Dan tidak lama lagi kita akan mengundang mahasiswa dari Thailand, Kamboja, dan Filipina untuk dapat belajar di kampus UMRI. Sebab saat ini Muhammadiyah bukan hanya milik Indonesia, tapi milik semua bangsa," kata Rektor.


Sementara, Muhammad Job Kurniawan selaku Plt Kepala Dinas Pendidikan yang hadir mewakili gubernur Riau dalam sambutannya mengatakan bahwa pelatikan wakil rektor ini menjadi momentum yang tepat untuk menunjukkan bakti dan kinerja untuk terwujudnya visi universitas yang bermarwah dan bermartabat berdasarkan Al Islam kemuhammadiyahan. 


Pemerintah provinsi  Riau, tambahnya, sudah memberikan dukungan dalam dunia pendidikan. Salah satunya lewat program beasiswa berprestasi, bidik misi serta beasiswa kepada mahasiswa kurang mampu. Beasiswa itu disalurkan baik untuk mahasiswa di universitas negeri ataupun swasta. Khusus di UMRI, tercatat 748 mahasiswa yang menerima beasiswa dari pemerintah provinsi Riau. Yang terdiri dari beasiswa bidik misi  sebanyak 310 mahasiswa, beasiswa prestasi 460 mahasiswa, dan beasiswa kurang mampu 92 mahasiswa. Dengan total anggaran yang di serap sebesar Rp9,529,000,330,000.

Sementara, Haedar Nasir mengatakan, dengan pelantikan wakil rektor ini diharapkan UMRI makin bisa berkembang lagi dan memiliki terobosan baru untuk memajukan kampus. "Kita yakin UMRI akan berkembang lagi karena Muhammadiyah memiliki sistem kontrol yang kuat dari pusat. Dan Umri merupakan bagian dari persyarikatan yang insyaallah Umri 4 tahun ke depan akan mengalami lompatan kemajuan," kata Haedar Nasir.


Haedar Nasir juga mengakui bahwa human development index (IDM) Indonesia masih rendah dibandingkan negara-negara Asean lainnya, meskipun Indonesia memiliki sumber daya manusia yang sangat besar. " Karena itu untuk dapat bersaing dengan negara Asean kita harus memacunya melalui dunia pendidikan untuk menjadi kekuatan yang besar dan progresif," tutupnya. (*)