Susur Sungai Kampar 2, Mapala Humendala Jelajahi Buluh Cina Kampar sampai Teluk Meranti Pelalawan

Dalam beberapa hari ke depan, penulis riaucerdas.com mengikuti ekspedisi susur sungai Kampar yang dilakukan Mapala Humendala Fakultas Ekonomi UNRI. Liputannya akan ditayangkan bertahap. Ini merupakan tulisan pertamanya.

Susur Sungai Kampar 2, Mapala Humendala Jelajahi Buluh Cina Kampar sampai Teluk Meranti Pelalawan
Pelepasan anggota Mapala Humendala melakukan susur sungai Kampar dari Kabupaten Kampar ke Pelalawan.
Susur Sungai Kampar 2, Mapala Humendala Jelajahi Buluh Cina Kampar sampai Teluk Meranti Pelalawan
Susur Sungai Kampar 2, Mapala Humendala Jelajahi Buluh Cina Kampar sampai Teluk Meranti Pelalawan
Susur Sungai Kampar 2, Mapala Humendala Jelajahi Buluh Cina Kampar sampai Teluk Meranti Pelalawan
Susur Sungai Kampar 2, Mapala Humendala Jelajahi Buluh Cina Kampar sampai Teluk Meranti Pelalawan

RIAUCERDAS.COM -  Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Humendala Fakultas Eonomi Universitas Riau menggelar Ekspedisi Susur Sungai Kampar pada 28 November sampai 5 Desember  mendatang. Ekspedisi dimulai dari Desa Buluh Cina kabupaten Kampar dan berakhir di Teluk Meranti kabupaten Pelalawan.

Ekspedisi Susur Sungai Kampar ini merupakan bentuk penjelajahan dan upaya penyelamatan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kampar yang mengalir di dua kabupaten tersebut.

Acara pelepasan para peserta susur sungai dilaksanakan di  Desa Buluh Cina. Mereka dilepas langsung oleh Gubernur Riau yang diwakili Kepala Dinas Kehutanan, Maamun Murod. Turut hadir juga PJ Bupati Kampar, Kamsol, Dekan Fakultas Ekonomi UNRI Sri Indarti, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Riau, Bobi Rachmat, Kepala BPDASHL Indragiri Rokan Irpana Nur dan  Kepala Desa Buluh Cina, Azrianto yang menjadi tuan rumah dalam acara pelepasan susur sungai kampar, Senin (28/11/2022).


Ketua Mapala Humendala, Sulaiman menjelaskan bahwa susur sungai ini merupakan ekspedisi keduakalinya mereka lakukan. Pertama berlangsung pada tahun 2019 lalu. Adapun yang  melatar belakang dari keberlangsungan ekspedisi ini berangkat dari pencemaran sungai yang mengakibatkan penurunan kualitas air sungai itu sendiri. 


“Sungai ini telah sakit, dan kini kita besuk,” ucap mahasiswa  jurusan Akuntansi  ini di hadapan orang-orang yang hadir dalam acara pelepasan itu.


Ia juga menjelaskan dalam kegiatan ini tim akan mengukur kualitas air Sungai Kampar. Kemudian, melakukan pendataan masyarakatnya yang ditinjau dari perekonomian, budaya, hingga sosial dan kesehatan masyarakatnya. 


Sementara, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Sri Indarti mengpresiasi penuh bentuk kegiatan  ini. Menengok dari Tridarma Perguruan Tinggi, tambah Sri, ekspedisi inilah salah satu bentuk praktisnya. Terjun langsung dan mengabdi pada masyarakat.

"Ekspedisi ini merupakan bentuk kolaborasi integrasi antara masyarakat Kampar dan pemerintah. Tentunya ini kegiatan yang sangat luar biasa,” tutur wanita yang beberapa waktu lalu terpilih sebagai Rektor UNRI tahun 2022-2026 ini. 


Azrianto sebagai Kepala Desa menceritakan perbandingan air sungai masa kini dan dulu. Katanya sewaktu ia masih belia, sekitar tahun 80-an, Sungai Kampar memiliki kualitas air yang bagus. Bahkan bisa diminum dan sebagai kebutuhan rumah tangga lainnya. 


“Sungai Kampar ini sumber kehidupan untuk mereka yang tinggal di pinggirannya,” kata dia.

Harapnya pada kegiatan ini, Mapala Humendala dapat memberi laporan atau hasil dari pengukuran mutu air. Supaya dapat ditindaklanjuti kemudian ke depannya. 

Pj Bupati Kampar, Kamsol menekankan bahwasannya sungai menjadi hal penting untuk wilayah Riau.  Ia bilang salah satu sungai yang masih terjaga kearifan lokalnya, yaitu Sungai Subayang di Kecamatan Kampar Kiri Hulu. 


Bentuk kegiatan ekspedisi dimulai dengan pengarungan sungai, dan observasi pendataan kondisi lingkungan. Lalu sosialisasi dan kampanye aksi peduli lingkungan. Terakhir ada penanaman pohon juga brand audit sampah. (mid)