Soal Menghadapi Era Industri 4.0, Kadisdik Riau Minta Siswa Lakukan Ini

Saat hadir podcast di SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru, Kamsol mengatakan bahwa sejak dini ia sudah mengingatkan bahwa era industri 4.0 akan bahaya jika pihak terkait tidak siap menyikapinya. Misalnya, jika di dunia pendidikan, yang terpenting adalah kesiapan siswa itu sendiri.

Soal Menghadapi Era Industri 4.0, Kadisdik Riau Minta Siswa Lakukan Ini
Kadisdik Riau, Kamsol berbicara dalam podcast yang digelar SMK Muhammmadiyah 2 Pekanbaru bekerjasama dengan Forum Penggerak Riau Belajar (FPRB).

SMK Muhammmadyah 2 Pekanbaru bekerjasama dengan Forum Penggerak Riau Belajar (FPRB) melaksanakan podcast pendidikan di labaroatorium Design Komunikasi Visual (DKV) SMK Muhammadyah 2, Senin (10/1/ 2022) yang mengangkat tema "Tantangan Pendidikan Riau di era Industri 4.0 ".

Podcast ini menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Riau, Dr. H. Kamsol MM sebagai pembicara. Kemudian ada juga Kepala SMK Muhammadyah 2 Pekanbaru, Paiman Sanen, S.Ag., M.P.d.I. Diskusi yang dimoderatori DR. Santoso,M.Si selaku Ketua FPRB itu pun dihadiri oleh Dikdasmen PW Muhammadiyah Riau, DR. Ir. Indra Hasan, MT.

Mengawali podcast, Santoso membuka dengan dua fenomena yang terjadi di awal tahun 2020 di provinsi Riau. Pertama mengenai benturan kesiapan era industri 4.0 dan pandemi Covid-19. Dimana banyak perubahan sistem yang terjadi. Termasuk di dunia pendidikan.

Ada hal menarik ketika wabah Covid-19 terjadi. Dimana penerapan revolusi industri 4.0 di dunia pendidikan sangat penting dalam pemanfaatan teknologi digital. Misalnya, untuk kegiatan belajar. Namun, hal ini juga menjadi masalah atau tantangan yang harus dihadapi oleh dunia pendidikan itu sendiri.

Menanggapi hal tersebut, Kamsol mengatakan bahwa sejak dini ia sudah mengingatkan bahwa era industri 4.0 akan bahaya jika pihak terkait tidak siap menyikapinya. Misalnya, jika di dunia pendidikan, yang terpenting adalah kesiapan siswa itu sendiri.

"Siswa harus memiliki kepribadian yang baik. Mengenai kepribadian ini menjadi tugas bapak ibu guru memberikan motivasi, insprirasi serta menjadikan anak cerdas dan memiliki ahlak yang mulia," kata dia.

Karena siswa zaman sekarang semakin cepat memahami dunia teknologi, maka tenaga pendidik pun harus mencari cara bagaimana memberikan wawasan, pengertian dan pemanfaatan teknologi tersebut sesuai dengan kebutuhannya.

   

Sementara itu, Paiman Sanen menjelaskan bahwa selama pandemi Covid-19 ini berlangsung, dunia pendidikan semakin banyak menggunakan teknologi digital dalam mendukung proses belajar mengajar secara daring. Untuk itu Paiman mengatakan bahwa pandemi memberi banyak pelajaran bagi tenaga pendidik agar siap menghadapi era industri 4.0.

"Walaupun secara prosesnya kami dipaksa dengan SDM yang ada untuk belajar dan menerapkan teknologi tersebut, mau tidak mau dan itu harus untuk terlaksananya belajar secara daring," kata dia.

Meski dalam prosesnya banyak ditemukan kendala dan permasalahan, Paiman menegaskan bahwa pihaknya akhirnya menemukan solusi agar sistem belajar yang berubah dari tatap muka menjadi daring terlaksana dengan baik. Misalnya, sistem belajar daring memunculkan keluhan terkait paket data internet. "Alhamdulillah adanya perubahan regulasi membuat dana BOS bisa digunakan untuk kebutuhan tersebut," kata dia.

Sementara, Kamsol juga mengingatkan kepada kepala sekolah agar mengejar percepatan vaksinasi. Sehingga pembelajaran 6 jam tatap muka terbatas dengan syarat 80 persen bagi civitas akademik sudah tervaksin terlaksana.

Ketika Riau Cerdas menanyakan mengenai pelaksanan Ujian Nasional tahun ini apakah dilaksanakan secara tatap muka atau daring, Kamsol menyebut bahwa prinsipnya Disdik akan mengikuti petunjuk dari Kementrian Pendidikan. Bahkan, untuk belajar tatap muka terbatas, pihaknya tetap mengacu pada SKB 4 menteri dan diwajibkan hanya siswa dan guru yang sudah vaksin saja. "Sementara, siswa dan guru yang belum divaksin tetap belajar secara daring," kata Kamsol.

Sementara, Dikdasmen PW Muhammadiyah Riau, Indra Hasan mengapresiasi program podcast di SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru ini. Dia juga memberi dukungan penuh kepada kepala sekolah untuk selalu menjaga eksistensi dari program podcast ini  sebagai media pembelajaran siswa. (*)