SMAN 8 Pekanbaru Terapkan Pendidikan Karakter Lewat Program Berkurban

Ada sebanyak tujuh ekor sapi dan seekor kambing menjadi hewan kurban dalam peringatan hari raya Idul Adha 1442H di SMAN 8 Pekanbaru, Rabu (21/7) pagi.

SMAN 8 Pekanbaru Terapkan Pendidikan Karakter Lewat Program Berkurban
Sejumlah anak panti asuhan menerima daging kurban dari SMAN 8 Pekanbaru, Rabu (21/7/2021).

SEBANYAK tujuh ekor sapi dan seekor kambing menjadi hewan kurban dalam peringatan hari raya Idul Adha 1442H di SMAN 8 Pekanbaru, Rabu (21/7) pagi. Selain kepada warga sekolah dan warga kurang mampu, daging  kurban yang dipotong di sekolah itu juga diserahkan kepada penghuni panti asuhan.


“Jumlah peserta kurban tahun ini sebanyak 50 orang. Selain orangtua siswa, juga ada guru dan beberapa siswa,” ungkap Kepala SMAN 8 Pekanbaru H.Tavip Triacandra. MM.


Pagi tadi, proses pemotongan sapi dan kambing itu turut disaksikan para peserta kurban. Kemudian, panitia menyediakan kurang lebih 400 kupon. Ada siswa kurang mampu, warga sekitar sekolah, petugas kebersihan dan keamanan hingga anak panti asuhan menerima kupon itu.


Dijelaskan Tavip, berkurban merupakan bentuk kepedulian dan rasa kebersamaan antarsesama yang ditanamkan oleh pihak sekolah. Sementara, proses pemotongan hewan kurban di sekolah dilakukan sebagai bentuk pendidikan karakter kepada siswa. 


“Kami ingin menanamkan jiwa rela berkorban dan keihklasan kepada siswa,” kata Tavip. Menurut dia, dalam kondisi ekonomi yang sulit akibat pandemi sekarang, SMAN 8 Tetap peduli dan berbagi.


Sementara itu, Komite SMAN 8 Pekanbaru Ir Delisis Hasanto berterimakasih kepada orangtua siswa dan guru yang ikut jadi peserta kurban di sekolah itu. Delisis mengapresiasi program berkurban itu sebagai bentuk kebersamaan, kepedulian dan membudayakan rela berkorban di sekolah.


“Ini juga sikap saling membangun kebersamaan, kerjasama dan gotong royong dalam menyelesaikan suatu pekerjaan," katanya. (*)