Siswa TK YLPI Marpoyan Diajari Jadi Pedagang dan Pembeli Lewat Program Market Day

Tujuan market day ini adalah bagaimana mengajarkan siswa berwirausaha sejak dini, siswa diajarkan cara berjualan. Artinya, siswa itu memahami cara menjual dagangannya dan membeli dagangan orang lain.

Siswa TK YLPI Marpoyan Diajari Jadi Pedagang dan Pembeli Lewat Program Market Day
Para siswa TK Islam YLPI Marpoyan Pekanbaru mengelar acara "Market Day" Kamis (16/12/2021).

DIDIK anak agar menjadi wirausahawan, Taman Kanan kanak (TK) Islam YLPI Marpoyan Pekanbaru mengelar acara "Market Day" Kamis (16/12/2021). di Halaman TK. Seluruh siswa TK Islam YLPI Marpoyan Pekanbaru menjadi peserta dalam program itu.

"Tujuan market day ini adalah bagaimana mengajarkan siswa berwirausaha sejak dini, siswa diajarkan cara berjualan. Artinya, siswa itu memahami cara menjual dagangannya dan membeli dagangan orang lain," kata Kepala TK Islam YLPI Marpoyan, Aprilisnawati.

Dijelaskan dia, market day atau hari pasar ini biasanya selalu dilaksanakan sekolah setiap tahun. Namun, karena pandemi Covid-19 yang melanda dunia, kegiatan market day terakhir dilaksanakan tahun 2019 lalu. 

Biasanya, tambah Aprilisnawati, anak-anak TK itu pergi berbelanja bersama orangtua atau kakaknya. Namun, sistemnya sekarang diubah. Anak-anak diajarkan langsung menjadi penjual dan pembeli.

Selain mendidik anak berwirausaha, Market Day ini juga bertujuan untuk mengenal berbagai makanan dan minuman yang sehat dan layak dikomsumsi oleh anak. Setiap kelas mempunyai stand yang berbeda-beda tergantung dari tema Market Day. 

Ada empat tema yang diusung. Yaitu stand makanan plus minuman. Kemudian, stand makanan ringan, kue basah dan minuman, stand aneka buah, sayuran plus minuman dan stand aneka mie plus minuman.

Sebelumnya, pihak sekolah akan mengundi kelas mana yang akan membuka stand sesuai tema yang ditetapkan. Kemudian, hasil olahan orangtua dan siswa itu dinilai oleh dua orang juri. Yakni Pengawas TK Kecamatan Bukit Raya, Rida Maini  dan Kepala Sekolah TK Tahfidz YLPI Riau.

"Kami berharap kegiatan ini juga sebagai ajang silaturahmi antarorangtua siswa. Sehingga hubungan antara orangtua siswa dan guru tetap terjalin baik," paparnya.

Salah seorang guru TK Islam YLPI Marpoyan Pekanbaru, Aulia Akmal mengatakan Market Day diawali dengan senam sehat oleh siswa. Setelah itu, lomba yel yel setiap kelas dan terakhir penilaian stand makanan dan minuman setiap kelasnya. 

Kriteria penilaian di antaranya penataan tempat dan meja, kerjasama antar anak, dekorasi, kebersihan dan kekompakan." Sekali lagi, kegiatan ini berkat partisipasi orangtua siswa mulai dari segi pendanaan dan lain sebagainya," kata Aulia Akmal. 

Market Day ini disambut baik oleh salah satu orangtua siswa, Selfia. Dia mengapresiasi program ini karena dapat menjalin kekompakan sesama orangtua siswa dan guru.

Menurut dia, kekompakan dapat terjalin karena orangtua siswa maupun guru sama-sama mendekorasi ruangan kelas. Mereka juga bersama-sama mendekorasi tempat jualan, membuat pernak-pernik asesoris topi hingga membuat olahan makan, dan minuman. 

Agar mendapat penilaian yang bagus, orangtua dan guru menata barang dagangan sehingga tampil menarik. Dengan begitu, pembeli tertarik membeli.

"Market Day ini sebagai wadah bagaimana siswa memahami berjualan. Hal yang tak kalah penting, siswa dapat melihat secara langsung interaksi pembeli dan penjual," kata Selfia. Siswa juga bisa mengenal uang rupiah. 

"Jika harga setiap makanan dan minuman Rp 5 ribu dan uang pembeli Rp 10 ribu, maka kembaliannya Rp 5 ribu lagi. Ini artinya, siswa juga diajarkan lebih mengenal pecahan uang. Siswa bisa mengembalikan uang yang mereka belanjakan," tuturnya. (rls)