Seratus Anak Yatim Diajak Belanja Baju Lebaran

Program Physics Ramadhan Care ini digelar oleh Prodi Fisika Universitas Muhammadiyah Riau dan mengajak seratus anak yatim dari tiga panti asuhan di Pekanbaru.

Seratus Anak Yatim Diajak Belanja Baju Lebaran
Rektor UMRI, DR Saidul Amin MA menyerahkan secara simbolik bantuan kepada seorang pengurus panti asuhan, Senin (25/4/2022)

SERATUS anak yatim dari tiga panti asuhan di Pekanbaru diajak berbelanja pakaian baru di Ramayana Panam, Senin (25/2/2022) pagi. Di tempat itu, mereka bebas mencari pakaian yang mereka mau untuk merayakan lebaran yang sebentar lagi tiba.


Kesempatan itu dapat mereka rasakan lewat program Physics Ramadhan Care yang digelar oleh Program Studi Fisika Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI). Menariknya, dana yang dipakai belanja oleh anak-anak itu dikumpulkan oleh mahasiswa dalam satu bulan terakhir.


"Ada beberapa cara yang dilakukan mahasiswa untuk mengumpulkan dana. Di antaranya dengan berjualan baju bekas layak pakai di pasar. Ada yang di pasar kaget juga. Pakaian bekas itu merupakan sumbangan dari sejumlah pihak. Seperti dosen dan mahasiswa," kata Koordinator Kegiatan, Sri Fitria Retnawati S.Si MT.


Mahasiswa juga turun ke masjid-masjid untuk mengajak masyarakat ikut serta menyumbang kepada anak-anak panti asuhan. Hasilnya, tahun ini dana yang dikumpulkan merupakan yang terbanyak. Yaitu Rp35 juta. Dimana 60 persennya dihasilkan dari aktivitas jualan di pasar.


Dijelaskan mantan Wakil Rektor I UMRI ini, Physics Ramadhan Care merupakan kegiatan rutin yang sudah memasuki tahun ketujuh. Semua dana yang dihasilkan diupayakan oleh mahasiswa Prodi Fisika. 


"Istimewanya, tahun ini kami bisa langsung mengajak anak-anak panti asuhan langsung ke Ramayana," kata dia. Apalagi, pihak Ramayana juga memberikan harga khusus untuk mensukseskan program yang menghadirkan 100 anak panti asuhan tersebut. 


Dijelaskan dia, .asing-masing anak mendapat anggaran Rp300 ribu. Tapi nanti ada diskon khusus dari pihak Ramayana. Jadi sisa dana akibat diskon itu bisa dipakai lagi untuk belanja kebutuhan lainnya.


Dijelaskan dia, program ini juga mendapat dukungan dari Indonesia Dermawan. Termasuk seluruh civitas akademika UMRI yang ikut memberikan pakaian terbaiknya untuk dijual oleh tim mahasiswa. Sri Fitria berharap, tahun depan program ini dapat dilakukan lebih baik lagi.


Sementara, Rektor UMRI, DR Saidul Amin MA menilai program ini luar biasa. Prodi Fisika menurutnya sudah menghidupkan Al Islam dan Kemuhammadiyahan dengan pola milenial. Dimana, anak yatim ketika lebaran tak lagi sendiri. Karena ada kakak-kakak mahasiswa yang ikut mendampingi mereka.


Rektor juga menilai, apa yang dilakukan mahasiswa Prodi Fisika ini bisa menjadi contoh oleh Prodi lainnya. Dimana, menabur kebaikan di bulan ramadan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya, dengan cara kreatif yang dilakukan saat ini. 


Sementara, Store Manager Ramayana, Niko menyampaikan bahwa anak-anak boleh memilih apa saja yang diinginkan. Nanti ada staf yang akan membantu proses belanjanya. "Setelah belanja, ada voucher bermain di Zone 2000 yang bisa dimanfaatkan oleh anak panti asuhan yang ikut serta," tuturnya. (*)