Ribuan Siswa SMKN 4 Pekanbaru Divaksin, Kadisdik Riau: Ikhtiar Kita Atasi Covid-19

Lewat vaksinasi massal ini Dinas Pendidikan Riau menargetkan seluruh siswa SMK sudah selesai divaksin awal November 2021 mendatang.

Ribuan Siswa SMKN 4 Pekanbaru Divaksin, Kadisdik Riau: Ikhtiar Kita Atasi Covid-19
Kepala Disdik Riau, Zul Ikram M.Pd didamping Kepala SMKN 4 Pekanbaru meninjau pelaksanaan vaksinasi untuk siswa, Kamis (16/9/2021).


"Gimana vaksinnya? Semoga baik saja ya," kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Zul Ikram, M.Pd kepada seorang siswa yang tengah mengikuti vaksinasi massal di SMKN 4 Pekanbaru. Kamis (16/9/2021), sekitar 1.500 siswa di sekolah itu menjalani vaksinasi Covid-19 yang ditaja Dinas Pendidikan bersama Dinas Kesehatan Pekanbaru dan Provinsi Riau.


Waktu itu, siswa berkumpul di ruang vaksinasi yang dibagi dua titik oleh pihak sekolah. Ada yang di ruang perpustakaan, satu lagi di digelar di aula. Vaksinator merupakan tenaga kesehatan dari sejumlah puskesmas dan Rumah Sakit Jiwa Tampan.


"Kita bersyukur karena seluruh SMK di Kota Pekanbaru telah menyelenggarakan vaksinasi. Ini ikhtiar kita untuk mengurangi penularan Covid-19 di sekolah-sekolah yang telah mulai pembelajaran tatap muka terbatas," tutur Kadisdik.


Sehari sebelumnya, vaksinasi dilakukan di SMKN 1, SMKN 2, dan SMKN 5. Hari ini, SMK-SMK negeri lainnya yang menyelenggarakan. Seperti SMK Pertanian, SMKN 7, SMKN 6, SMKN 8 termasuk SMKN 4 Pekanbaru yang dikunjungi kepala Disdik.


Sementara untuk SMA, vaksinasi juga sudah mulai dilakukan bekerjasama dengan sejumlah pihak. Ada yang dari kepolisian, Badan Intelijen Negara, TNI hingga Ikatan Dokter Indonesia. Vaksinasi sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu.  


Tidak hanya di Pekanbaru, vaksinasi juga digencarkan untuk SMA dan SMK yang ada di kabupaten/kota lain. Kini, Dinas Pendidikan terus mengumpulkan data guru dan siswa yang telah divaksin. Baik lewat vaksinasi yang ditaja di sekolah maupun yang mengikuti vaksinasi di luar sekolah.


Sementara, untuk sekolah yang ada di daerah terpencil dan terluar, Dinas Pendidikan mendorong agar siswa, pendidik dan tenaga kependidikan di sana mengikuti vaksinasi yang digelar oleh fasilitas kesehatan setempat. 


"Kita targetkan, bulan kedua pasca pembelajaran tatap muka yang telah kita lakukan saat ini, semua warga sekolah sudah divaksin. Kira-kira awal bulan November 2021. Ini sebagai ikhtiar kita mencegah penularan Covid-19 di Riau," kata Zul Ikram.


Sementara itu, Kepala SMKN 4 Pekanbaru, Zulfikar, S.Pd., MM menjelaskan bahwa ada sekitar 1.500 siswa mengikuti vaksinasi. Sebelumnya, pihak sekolah telah mendata siswa mana saja yang mengikuti vaksinasi di luar. 


Orangtua siswa juga sudah diberi tahu bahwa sekolah menggelar vaksinasi. Jika ada anak yang punya riwayat penyakit sehingga tak bisa divaksin dipersilakan tidak hadir. Kalaupun hadir, mereka sudah diminta untuk menjawab jujur pertanyaan dari petugas tentang penyakit yang mereka idap. Zulfikar menekankan, siswa harus jujur memberi informasi tentang riwayat kesehatannya. Karena tidak ada paksaan dalam vaksinasi ini.


"Setelah didata, jumlahnya sekitar 1.500 orang. Mulai siswa kelas X sampai XII," katanya. Untuk mengurangi kerumunan, pihak sekolah membagi menjadi tiga sif. Jam 8 sampai 10 pagi diikuti siswa kelas XII, jam 10 sampai 12 siang untuk siswa kelas X. Kemudian siang harinya dilanjutkan untuk siswa kelas XI.


Vaksin, tambahnya, sangat penting dilakukan oleh siswa. Apalagi, di SMK siswa banyak belajar praktik yang mengharuskan tatap muka langsung. Harapannya, setelah semua divaksin siswa bisa belajar dengan lancar.


Sementara itu, Kepala Bidang SMK Disdik, Edi Rusma Dinata S.Pd, M.Pd mengucapkan terimakasih kepada Dinas Kesehatan Pekanbaru. Khususnya oleh Plt Kadiskes Kota Pekanbaru, dr Arnaldo Eka Putra. Karena dengan koordinasi yang tidak terlalu lama, permintaan untuk menggelar vaksinasi di SMK langsung disetujui. "Saya mengapresiasi kebaikan pak Arnaldo yang memberi perhatian untuk SMK," tutur Edi.


Untuk SMK swasta, Edi mengaku sudah berkoordinasi juga dengan Kadiskes Pekanbaru. Dia berharap, setelah siswa di SMK negeri, dinas kesehatan juga mau menyasar siswa di sekolah-sekolah swasta. Termasuk jika ada alumni serta dunia usaha dan dunia industri rekanan sekolah yang ingin berpartisipasi, Edi mempersilakan.


"Kalau siswa SMK luar Pekanbaru, saat ini masih diupayakan menggelar kegiatan yang sama. Namun, diharap kepala cabang Disdik Riau segera berkoordinasi dengan dinas kesehatan di wilayah masing-masing agar memberi kuota vaksin bagi siswa di SMK-SMK," tuturnya. (ed)