Diangkat Jadi Rektor UMRI, Ini yang akan Dilakukan DR Saidul Amin

Sebagai Rektor baru, Saidul Amin berencana bakal melakukan pembenahan internal. Dia juga menekankan pentingnya meningkatkan kualitas sumber daya UMRI.

Diangkat Jadi Rektor UMRI, Ini yang akan Dilakukan DR Saidul Amin
Rektor UMRI, DR Saidul Aminbersilaturahmi dengan sejumlah wartawan, Rabu (5/1/2022).

PASCA diterbitkan nya Surat Keputusan dari pimpinan pusat (PP) Muhammadiyah Nomor : 1982/KEP/1.0/D/2021 tanggal 31 Desember 2021. Menetapkan Dr. Saidul Amin, MA menjadi rektor di universitas Muhammadiyah Riau dengan masa jabatan 2022 - 2024. Mengawali tugas yang disampaikan dan telah ditetapkan menjadi rektor di UMRI, Saidul pun mempersiapkan beberapa program kerja dalam kepemimpinannya hal tersebut di acara silaturahmi bersama wartawan di kampus UMRI jl. Tuanku Tambusai (5/1/2022). 

Saidul mengaku telah membentuk tim khusus untuk melakukan perbaikan internal di kampus dengan mengutamakan perbaikan dalam sumber daya manusia (SDM) di lingkungan kampus yang notabene adalah amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan untuk menciptakan generasi berkualitas yang berlandaskan Islam dan kemuhamadiyahan.


"Membenahi UMRI harus memiliki jati diri, dan perbaikan internal, salah satunya perbaikan dalam bidang mempersatukan persyarikatan dengan amal usaha yang ada, karena kadang-kadang kedua hal ini terpisah. Selama ini amal dan perserikatan terkesan berjalan masing-masing, seharusnya bersatu. Sehingga ke depan tidak ada dikotonomi lagi. Umri bukan milik Muhammadiyah atau masyarakat Riau saja tapi yang kita inginkan UMRI menjadi milik kita semua," kata dia.


Kemudian mengenai peningkatan SDM, Saidul menuturkan bahwa UMRI saat ini masih ada beberapa bidang yang berakreditasi B untuk itu nantinya UMRI berencana memberikan imbalan bagi setiap jurusan yang berhasil mencapai akreditasi lebih dulu. Bahkan para dosen juga akan diberikan reward jika sudah ada yang berhasil meraih gelar profesor. Tak tanggung-tanggung, reward yang akan diberikan itu berupa uang tunai Rp100 juta. Reward itu diharapkan dapat memotivasi SDM UMRI, baik mahasiswa maupun para dosen yang ada.


"Kalau untuk perkuliahan (di UMRI) saat ini sudah berjalan, tapi masih kita batasi. Kita berdo'a saja agar masa pandemi covid-19 cepat berlalu. Vaksinasi di UMRI juga sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu dan alhamdulillah untuk vaksinasi sendiri sudah mencapai di atas 70 persen," tambahnya. (*)