Peringati 20 Tahun, PCR Berikan Penghargaan kepada Industri, Sekolah dan Pemerintah

Closing ceremony merupakan rangkaian dari peringatan HUT ke-20 kampus yang berdiri di kawasan Rumbai, Pekanbaru ini.

Peringati 20 Tahun, PCR Berikan Penghargaan kepada Industri, Sekolah dan Pemerintah
Pemotongan tumpeng menandai dibukanya closing ceremony peringatan ulang tahun ke 20 Politeknik Caltex Riau, Rabu (10/11/2021) pagi. (Riau Cerdas/Khamidi Setyo Budi)
Peringati 20 Tahun, PCR Berikan Penghargaan kepada Industri, Sekolah dan Pemerintah

PEMOTONGAN tumpeng menandai dimulainya closing ceremony Dies Natalis ke 20 tahun Politeknik Caltex Riau (PCR) di gedung serba guna kampus yang terletak di Rumbai itu, Rabu (10/11/2021). Tumpeng dipotong oleh Direktur PCR Dr. Mohammad Yanuar Hariyawan, S.T., M.T. dan ketua Yayasan PCR Drs. Azhar MM.

Acara ini digelar secara luring dengan menerapkan Protokol Kesehatan untuk mencegah Covid-19 yang ketat dan tamu undangan yang terbatas. Selain itu acara ini juga disiarkan langsung melalui Zoom Meeting dan YouTube. 

“Lahirnya PCR, merupakan wujud kolaborasi dan sinergi antara Pemerintah Provinsi Riau dan PT. Caltex Pasific Indonesia yang berkomitmen menciptakan SDM unggul dalam mengelola sumber daya alam Provinsi Riau khususnya dan Indonesia pada umumnya," kata Direktur PCR Dr. Mohammad Yanuar Hariyawan.

PCR diawali dengan dibukanya tiga program studi pada tahun 2001. Kemudian, kampus ini terus berkembang hingga saat ini memiliki 11 program studi dengan lebih kurang 70 persen terakreditasi A. Yanuar juga mengungkapkan bahwa closing ceremony ini seharusnya dilakukan pada bulan Agustus lalu. Namun kondisi pandemi Covid-19 dan PPKM membuat PCR mengundurkan waktunya.

Pada kesempatan ini, PCR memberikan penghargaan kepada industri, sekolah dan pemerintah. Penghargaan ini diberikan khusus atas kontribusi dalam pengembangan kampus PCR. Penghargaan industri diberikan kepada PT Schlumberger, industri yang paling sering melakukan rekrutmen di PCR sejak tahun 2005-2021. Selanjutnya, PT Baja Diva Manufaktur, mitra UMKM kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. 


Sementara, untuk penghargaan sekolah berkontribusi sebagai penyumbang mahasiswa terbanyak di PCR di antaranya adalah SMKN 2 Pekanbaru, SMAN 3 Pekanbaru, SMA Swasta Cendana Rumbai dan SMA Swasta Cendana Duri. 


Sedangkan dari pemerintah diberikan kepada Pemerintah Provinsi Riau, Kota Pekanbaru dan Kabupaten Rokan Hilir yang telah berkontribusi dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat serta pemberian beasiswa kepada mahasiswa PCR.

Tidak hanya memberikan penghargaan, pada kegiatan closing ceremony ini turut dilakukan kegiatan talkshow bersama direktur pendahulu PCR dengan tema berbagi pengalaman membangun kampus dari masa ke masa. Adapun yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini masing-masing Ir. Syaifuddin Abdullah, M.M.T., Drs. Azhar, M.M., Dr. Dadang Syarif Sihabuddin Sahid, S.Si., M.Sc. dan Dr. Hendriko, S.T., M.Eng.

Kemudian talkshow bersama dewan pembina YPCR dengan tema berbagi pengalaman melahirkan dan membangun PCR dari sudut pandang Dewan Pembina YPCR. Adapun yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini adalah Ir. Albert B.M. Simanjuntak, MBA, Ir. Baihaki H. Hakim, dan H. Saleh Djasit, S.H.

Setelah itu juga dilakukan launching buku 20 tahun PCR dengan judul buku Perjalanan Kita Dimulai, Antologi Kisah 20 Tahun PCR serta pengumuman lomba vlog untuk sivitas akademika PCR. 


Selaku ketua panitia Heri Subagiyo ST. MT mengatakan harusnya kegiatan closing ceremony Dies Natalis ini harusnya di laksanakan bertepatan dengan hari jadi PCR tanggal 31 Agustus namun di saat itu penyebaran covid masih tinggi di Riau  PPKM di level 3. Kita hanya melakukan syukuran kecil-kecilan.

"Alhamdulillah closing ceremony ini bisa kita laksanakan di hari ini meskipun beberapa rangkaian kegiatan harus ditiadakan. Setidaknya kegiatan ini bisa memberikan ruh semangat bagi kami untuk meningkatkan kinerja civitas akademik untuk lebih baik lagi," ucapnya.


Sementara, gubernur Riau yang diwakili Asisten III Setdaprov Riau, Syahrial Abdi menilai bukan hal yang mudah perjalanan menuju 20 tahun di dunia pendidikan. Apalagi membangun kampus yang mampu bersaing di tingkat provinsi, nasional bahkan mampu bersaing di tingkat internasional. "ini tidak luput dari peran SDM tenaga pendidik PCR  sendiri yang selalu meningkat kan kualitas pendidikannya," tuturnya.


Hadir dalam kegiatan ini Dewan Pembina YPCR Drs. H. R. Mambang Mit, Robinar Djajadisastra, S.H., LLM., Dr. drh. Chaidir, M.M.,  Ir. Humayunbosha, ketua yayasan Politeknik Aceh , Direktur Politeknik Aceh Dr. Hilmi, S.E., M.Si, Ak, CA.Asisten 3 Provinsi Riau  Syahrial Abdi, Camat Rumbai Vemi Herliza, Lurah Umban Sari Asparida, S.Sos,  Asisten 3 Pemerintah Kota Pekanbaru. Masykur Tarmizi, S.STP., M.Si dan RT/RW lingkungan kampus PCR. (rls)