Penerima Beasiswa di UMRI Dilatih Softskill dan Hardskill

Agar mampu bersaing di pasar kerja setelah lulus nanti, mahasiswa UMRI mendapat pelatihan softskill dan hardskill. Mereka adalah penerima beasiswa dari Pemprov Riau.

Penerima Beasiswa di UMRI Dilatih Softskill dan Hardskill
Kepala Biro Kesra Setdaprov Riau mengalungkan tanda peserta acara pengembangan softskill dan peningkatan mutu akademik di UMRJ, Senin (22/8/2022).

RIAUCERDAS.COM - Ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) ikuti acara pengembangan softskill dan peningkatan mutu akademik, Senin (22/8/2022). Para mahasiswa ini merupakan penerima beasiswa Pemerintah Provinsi Riau. 


Ketua Panitia, Dr Jufrizal Syahri, MSi menyampaikan, mahasiswa yang jadi peserta adalah 560 orang. Mereka merupakan penerima beasiswa berprestasi, beasiswa bidik misi dan tahfiz Quran Pemprov Riau. Mereka terdiri dari tiga angkatan, mulai 2019, 2020 dan 2021. 


Dijelaskan Jufrizal, para mahasiswa itu merupakan penerima program beasiswa tahun anggaran 2021. "Mudah-mudahan tahun depan jumlah penerimanya di UMRI lebih banyak lagi," kata dia.


Wakil Rektor III UMRI ini juga berterimakasih kepada Pemprov. Karena dengan beasiswa ini mahasiswa bisa meningkatkan mutu akademiknya. Menurutnya, untuk menghadapi tantangan di masa depan yang lebih besar, apa yang diperlukan mahasiswa bukan lagi sebatas ijazah. Namun, untuk masuk ke dunia kerja, mereka juga dituntut memiliki softskill dan hardskill yang mumpuni. Hal itulah yang ingin diwujudkan lewat kegiatan ini.


Dijelaksakan dia, dalam kegiatan ini ada sejumlah materi yang akan disampaikan pada mahasiswa. Mulai dari softskill, hardskill dan field trip. Narasumber yang dihadirkan berasal dari dalam dan luar negeri. Seperti Borrys Hasian yang merupakan Google UI/UX Expert Head of Design and Research at ALAMI. 


Ada juga Wira Ramli selaku Founder and Master Trainer Wira Trainindo Riau, Tukardi, ST yang merupakan Trainer Nasional Quantum Learning, serta dosen Universitas Negeri Semarang Prof Dr Putut Marwoto MS. Ada juga penulis buku Wow Public Speaking, Merni Yanti, dan Dr Muh. Samsudin S.Ag, M.Pd dari Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah. Kemudian, ada Indah Syafira Zata Dini dari LPDP Scholarship Awardee Harvard University.


Kepada peserta, diharap mengikuti dari awal sampai akhir semua materi. Karena soft skill ini sangat penting dikuasai. Diharapkan, dengan bekal sof skill dan hard skill ini, mereka bisa langsung bekerja setelah lulus nanti. "Jadi, dengan ilmu yang mereka dapatkan lewat pelatihan ini, mahasiswa tidak perlu menunggu waktu lama untuk terjun ke dunia bekerja," kata dia.


Di kesempatan itu, Jufrizal juga memaparkan rencana UMRI membuka lembaga sertifikasi bagi mahasiswa. Hal ini untuk memungkinkan mahasiswa memiliki sertifikat keahlian ketika lulus nanti. Dijelaskan dia, sertifikat itu bakal jadi penanda bahwa lulusan UMRI telah memiliki keahlian khusus.  "Tujuan kami hanya satu, mereka akan jadi nomor satu di luar sana," kata dia.


Hal ini menjadi fokus UMRI. Karena dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), semakin terbuka peluang orang yang bekerja di luar bidang keilmuannya. Misalnya, orang sains bekerja jadi kasir bank, orang ekonomi bekerja di bidang lingkungan dan sebagainya. Karenanya, lewat pembekalan softskill ini, diharap mahasiswa punya kemampuan lain di luar bidang ilmunya.


Rektor UMRI, DR Saidul Amin MA dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Riau yang banyak membantu lewat beasiswa kepada mahasiswa. Diharap, amanah yang diberikan dapat dilaksanakan sebaiknya. Di sisi lain, apa yang sudah diberikan Pemprov, mudah-mudahan meningkat jumlahnya di masa datang. 


Rektor juga meminta narasumber membina dan mendidik mahasiswa yang jadi peserta. Sehingga mereka bisa menjadi pribadi yang kuat dan memiliki kemampuan yang mumpuni. Hal itu diperlukan, karena tantangan ke depan lebih kompleks di banding hari ini dan hari lalu. 


Sementara, kepada mahasiswa, diminta agar mengikuti kegiatan sebaik mungkin. Karena, sudah dibantu, maka ke depan, mahasiswa didorong membalas kebaikan Pemprov. "Pulanglah ke kampung, pulang ke desa dan berbakti," kata rektor.


Kepala Biro Kesra Setdaprov Riau, Zulkifli Syukur menyampaikan bahwa Pemprov mengapresiasi kegiatan yang ditaja oleh UMRI ini. Kegiatan ini, tambahnya, sebagai bentuk komitmen Pemprov memperhatikan pendidikan di Riau. 


Tahun ini, terang Zulkifli, penerima beasiswa bidik misi dan mahasiswa berprestasi di UMRI adalah 560 orang. Selain dua beasiswa itu, ada juga beasiswa bantuan sosial yang jumlahnya mencapai 692 orang. "Tahun ini, Insyallah akan bertambah menjadi 761 orang," kata dia.


Tahun lalu, terang dia, total bantuan pendidikan yang disalurkan Pemprov untuk semua program mencapai Rp100 miliar dengan penerima lebih dari 7.500 orang. Tahun ini, Pemprov juga akan membantu kurang lebih dengan angka yang sama. Dari jumlah itu, sekitar 10 persen di antaranya disalurkan untuk UMRI. 


Besarnya bantuan beasiswa untuk UMRI bukan tanpa alasan. Zulkifli menekankan bahwa Pemprov melihat UMRI mampu memanajemen kegiatan dengan baik. Selama ini, pertanggungjawabannya juga jelas dan tidak pernah mengalami masalah. Hal itu dianggapnya penting, karena beasiswa merupakan uang negara yang harus dipertanggungjawabkan.


Di samping itu, UMRI dianggap telah melakukan apa yang penting bagi daerah. Yaitu, mempersiapkan lulusannya dengan softskill dan kemampuan lain yang dikuatkan lewat sertifikasi. Di samping punya soft skill dan ilmu yang baik, Pemprov juga melihat mahasiswa juga memiliki karakter dan akhlak yang baik. 


"Kami berharap, akhlak yang baik ini ditekankan terus kepada mahasiswa. Karena percuma orang punya ilmu yang tinggi kalau akhlaknya tidak baik," tuturnya.(*)