Pada mahasiswa dan Rektor di Sumut, Menteri Nadiem Minta Jangan Sia-siakan Kesempatan Ini

Program Kampus Merdeka, Magang Bersertifikat serta semua program yang setara 20 SKS akan ditingkatkan oleh kementerian mulai tahun depan. 

Pada mahasiswa dan Rektor di Sumut, Menteri Nadiem Minta Jangan Sia-siakan Kesempatan Ini

SEJUMLAH program Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendibudristek) akan ditingkatkan mulai tahun depan. Di antaranya adalah program Kampus Merdeka, Magang Bersertifikat serta semua program yang setara 20 SKS. 


Hal itu disampaikan langsung oleh, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim saat berdialog dengan perwakilan perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) se-Sumatra Utara di Kampus Universitas Sumatra Utara (USU), Kota Medan (26/10/2021).


Dilansir dari Kemdikbud.go.id, Nadiem meminta agar perguruan tinggi dan rektor di Sumatra Utara tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.  


 “Tahun ini ada 50 ribu mahasiswa yang berpartisipasi dalam belajar di luar kampus. Tahun depan kita targetnya 150 ribu. Jadi tolong dorong untuk mencari program lokalnya,” tuturnya.


 Mendikbudristek memberikan apresiasi pada mahasiswa dan pihak perguruan tinggi Sumatra Utara yang telah melaksanakan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).


 Selain itu, dalam kesempatan tersebut Menteri Nadiem juga mendengarkan berbagai masukan tentang berjalannya program MBKM pada tahun pertama, baik dari mahasiswa, dosen, maupun rektor.


Saat dialog yang digelar hybrid, Nadiem menerima banyak masukan terkait pelaksanaan MBKM. Tantangan utama yang banyak dihadapi oleh mahasiswa dan perguruan tinggi adalah terhambatnya proses konversi SKS dan sulitnya kerja sama dengan mitra industri.


 Meski demikian, Nadiem menilai wajar pelaksanaan MBKM tahun pertama masih menemui banyak permasalahan. Pasalnya, program itu mengusung perubahan besar. Namun, ia yakin pelaksanaan MBKM tahun-tahun berikutnya akan mengalami perbaikan dan berjalan lebih lancar.


 “Jadi ini adalah proses adaptasi. Kalau kita tidak memulai, tidak akan sampai pada tujuan. Pada cita-cita. Mohon kesabaran dan dedikasi untuk bersama memecahkan masalah,” kata menteri.


Hak Mahasiswa


Terkait permasalahan sulitnya konversi SKS bagi peserta MBKM, Nadiem menegaskan bahwa tiga semester di luar program studi (prodi) merupakan hak mahasiswa. Alasan diberikan 20 SKS adalah karena pemerintah ingin memastikan mahasiswa seperti bekerja penuh waktu saat magang. Sehingga tidak harus menambah waktu belajar lagi di kampus. 


Nadiem menegaskan, pihak kampus wajib mengurasi program magang yang memperbolehkan mahasiswa bekerja penuh waktu.


Sementara itu, Rektor USU, Muryanto Amin, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan lima BUMN terkait pelaksanaan program MBKM. Sebanyak 94 mahasiswa sudah dikirim mengikuti program MBKM dan mulai terlihat hasilnya. (*)