MAN 2 Pekanbaru Mulai Perkenalkan Kurikulum Prototipe kepada Seluruh Guru

Penerapan kurikulum prototipe memang belum diketahui mulai kapan. Bahkan, apa saja yang berubah dari kurikulum-kurikulum sebelumnya masih belum jelas bagi para guru. Karenanya, perlu ada pengenalan. Sehingga pendidik di MAN 2 tak terkejut ketika kurikulum mulai diterapkan.

MAN 2 Pekanbaru Mulai Perkenalkan Kurikulum Prototipe kepada Seluruh Guru
Sesi pengenalan kurikulum prototipe bagi guru-guru MAN 2 Pekanbaru, Kamis (24/3/2022).

BERSAMA Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau dan Universitas Lancang Kuning (Unilak), Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pekanbaru menggelar acara Pengenalan Kurikulum Prototipe (Kurikulum Merdeka), Kamis (24/3/2022). 


Acara yang digelar hingga 27 Maret itu diikuti seluruh guru-guru MAN 2 Pekanbaru. Dengan harapan, seluruh guru memahami apa itu Kurikulum Prototipe yang saat ini disusun oleh pemerintah.


Kepala MAN 2 Pekanbaru, Ghafardi SAg, M.PdI menjelaskan, walau masih prototipe, pihaknya ingin menjadi madrasah pertama di Provinsi Riau yang paham dengan kurikulum tersebut. "Sehingga, ketika sudah berlaku nanti, guru-guru di sini sudah terbiasa," papar Ghafardi. 


Agar guru dapat pemahaman yang utuh, ada sejumlah narasumber yang dihadirkan. Di antaranya, adalah Rektor Unilak, DR Junaidi, Ketua Komite MAN 2 Pekanbaru, Nurfaisal MPd serta Kabid Pendidikan Madrasah Kemenag Riau, DR H Muliardi, M.Pd.


Ghafardi memaparkan, penerapan kurikulum prototipe memang belum diketahui mulai kapan. Bahkan, apa saja yang berubah dari kurikulum-kurikulum sebelumnya masih belum jelas bagi para guru. Karenanya, perlu ada pengenalan. Sehingga pendidik di MAN 2 tak terkejut ketika kurikulum mulai diterapkan.


Sementara, Muliardi menjelaskan bahwa kurikulum itu bertujuan untuk mempersiapkan generasi emas di tahun 2045. Khususnya, menciptakan generasi yang berkarakter. Kurikulum prototipe itu, tambahnya, disebut juga dengan kurikulum paradigma baru.


Meski sudah ada prototipe-nya, Kemenag sebenarnya tidak langsung menerapkan kurikulum tersebut. Apalagi, saat ini sudah berlaku Keputusan Menteri Agama (KMA) nomor 184 tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum 2013 pada madrasah.


Muliardi menjelaskan, dengan KMA tersebut, kurikulum yang diterapkan oleh madrasah sebenarnya telah diakui dunia. Di samping itu, madrasah juga tak asing lagi dengan kurikulum paradigma baru. 


Saat ini, pihaknya lebih memikirkan upaya pencegahan agar tidak ada hak-hak guru yang dilanggar jika kurikulum prototipe berlaku. Pasalnya, kurikulum prototipe memberlakukan kontrak 2 tahun. 


Dikhawatirkan, dengan pola ini, beban kerja beberapa guru tak terakomodir dan mempengaruhi proses pencairan tunjangan sertifikasinya. "Makanya, kami tidak mau terburu-buru menerapkan di madrasah," kata Muliardi.


Dengan kurikulum prototipe, Muliardi juga menyebut bahwa peminatan siswa bakal dikembalikan ke kelas XI. "Kalau saat ini kan peminatan sudah ditentukan ketika siswa duduk di kelas X. Tapi dengan kurikulum prototipe, mereka harus beradaptasi dulu satu tahun sebelum menentukan peminatan. (*)