Mahasiswa UMRI Minta University Relationship Program Tetap Ada Walau Kontrak Chevron Berakhir

Sejak menerima University Relationship Program, Prodi Kimia Umri merasakan banyak manfaat. Satu di antaranya, mahasiswa tak perlu lagi antre pakai alat laboratorium.

Mahasiswa UMRI Minta University Relationship Program Tetap Ada Walau Kontrak Chevron Berakhir
General Manager Corporate Affair Asset PT CPI, Sukamto Tamrin memberi sambutan saat silaturahmi dan penutupan URP 2020 di Prodi Kimia FMIPA dan Kesehatan Umri.

Puluhan orang mengikuti silaturahim dan penutupan kegiatan University Relationship Program 2020 digelar di Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), Jumat (16/4/2021) sore. Program ini merupakan kerjasama antara PT Chevron Pacific Indonesia dengan Prodi Kimia FMIPA dan Kesehatan Umri.

Tahrirul Ridha dan Paulin Aswita perwakilan mahasiswa penerima program URP mengaku merasakan banyak manfaat dari bantuan ini. Bantuan yang telah diterima di antaranya yaitu pengadaan alat di laboratorium.

"Selama ini, alat terbatas. Bahkan ada yang rusak. Akibatnya, mahasiswa yang ingin menggunakan alat harus mengantre lama. Tapi dengan adanya bantuan alat dari CPI, antrean tidak lama lagi," katanya.

Di samping itu, ada juga bantuan biaya pembelian bahan kimia yang menurutnya tidak murah. Dengan bantuan itu, ada puluhan mahasiswa yang bisa menyelesaikan penelitian dengan tepat waktu. Di samping itu, telah terlaksana delapan webinar series yang membantu memberikan ilmu pengetahuan lebih detail dibanding yang diperoleh di bangku kuliah. Karena manfaatnya banyak, Paulin berharap program ini terus berlanjut.

Sementara, Ridha menyebut, program lain yang mereka lakukan yaitu pengabdian masyarakat. Lewat program yang diikuti puluhan mahasiswa tersebut, mereka bisa belajar berkomunikasi dengan banyak orang.

Di samping itu, kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk berdiskusi dengan masyarakat terkait kimia. Dimana, dimana ilmu kimia dapat dimanfaatkan untuk membuat produk yang bisa dipakai masyarakat untuk membantu perekonomian keluarganya.

Lalu, ada juga collaboration research di University Kebangsaan Malaysia selama 1 bulan. Di sana, mahasiswa bisa berkomunikasi dengan profesor dan akademisi di UKM. Lalu, Ridha mengaku senang karena bisa menggunakan alat yang selama ini hanya dilihat dari Youtube.

"Karena banyaknya manfaat yang dirasakan, diharap program ini terus berlanjut. Sehingga masyarakat dan mahasiswa lainnya dapat merasakan bantuan yang sama," katanya.

Sementara itu, Dekan FMIPA dan Kesehatan Umri, Juli Widiyanto M.Si mengaku dalam kurun waktu lima tahun, sudah banyak manfaat yang dirasakan lewat URP ini. Karena itu, diharapkan URP ini terus berlanjut. Meskipun nanti akan ada perubahan pada manajemen ke depan.

"Kalau berhenti tentu sangat riskan sekali. Karena bantuan untuk Prodi Kimia ini penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang mumpuni di dunia kerja ke depannya," tutur Dekan.

Sementara itu, General Manager Corporate Affair Asset PT CPI, Sukamto Tamrin mengatakan URP ini sudah digelar sejak 2010. Ada empat perguruan tinggi di Riau yang menjalin kerjasama sebagai upaya meningkatkan pendidikan. Termasuk meningkatkan kualitas dosen dan mahasiswa.

Diharapkan, lewat URP ini, akreditasi Prodi yang bekerjasama bisa meningkat. Hal ini sebagai kontribusi CPI mewujudkan tenaga kerja yang dapat berkompetisi di era revolusi industri 4.0.

Sukamto menerangkan, bidang pendidikan merupakan salah satu fokus utama CPI. Mulai dari membangunan infrastruktur dan fasilitas sekolah. Kemudian sekarang lebih kepada pembangunan kapasitas yang fokus pada sumber daya manusianya.

"Kami berharap apa yang kami berikan mohon dijaga. Sehingga menjadi peninggalan yang bisa dikenang oleh kita semua," tutur Sukamto.

Spesialis Dukungan Bisnis SKK Migas Sumbagut, Arilda Septania Wisudawati yang turut hadir mengapresiasi langkah CPI. Karena, di penghujung kontrak Blok Rokan, CPI tetap berkontribusi pada banyak hal yang positif. Khususnya di bidang pendidikan.

Menurut dia, pendidikan dianggap penting karena generasi sekarang tak bisa maju satu dua langkah. Apabila tak memajukan kompetensinya, maka akan kesulitan mengembangkan diri. Karena itu, ia berpesan agar mahasiswa memanfaatkan apa yang sudah disediakan. Termasuk URP ini.

Arilda berharap, apa yang menjadi perjuangan mahasiswa ini ke depan membuahkan hasil. "Sekarang mungkin belum terlihat. Tapi kesuksesan memang membutuhkan waktu," kata dia. Tapi dengan ikut program ini, ke depan mahasiswa diharap mampu bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lainnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III Umri, dr Taswin Yacob berterimakasih pada CPI karena sangat peduli pada pendidikan. "Tentunya pada kesempatan ini atas nama Umri saya berterimakasih dan mengapresiasi peran CPI pada masyarakat dan dunia pendidikan," kata dia.

Setelah acara penutupan URP, juga digelar buka puasa bersama. Penyelenggara menekankan seluruh peserta mengikuti rangkai acara dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. (ed)