Mahasiswa UIR Ini Lolos Program Kuliah di Amerika

Wahyuni Syafitri, mahasiswa Fakultas Psikologi UIR baru saja dinyatakan lolos program kuliah di Michigan State University (MSU) Amerika Serikat. 

Mahasiswa UIR Ini Lolos Program Kuliah di Amerika
Wahyuni Syafitri. (Sumber: Humas UIR)

INI Wahyuni Syafitri. Ia adalah mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Riau (UIR) yang lolos program Mobilitas International Mahasiswa Indonesia (Indonesian International Student Mobility Awards). Program itu ditaja oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DitjenDikti) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI.


Melalui program itu, Wahyuni berkesempatan menjalani studi selama satu semester atau 16 pekan di luar negeri. Mahasiswa semester 4 ini lolos Program IISMA di Michigan State University (MSU) Amerika Serikat. 


"MSU merupakan sebuah universitas di East Lansing, Michigan, Amerika yang cukup banyak diminati para mahasiswa dari berbagai benua," menurut Kepala Kantor Urusan International UIR Dr Rendy Prayuda, SIP kepada Kepala Bagian Humas dan Protokoler UIR Syafriadi, Rabu (23/6/2021).


Rendy menjelaskan, program ini diluncurkan Kemendikbud pada bulan April 2021 untuk memberi kesempatan kepada mahasiswa Indonesia studi di luar negeri. Di sana, mereka berkesempatan menambah ilmu dan pengalaman.


Program tersebut sekaligus bertujuan memperkuat hubungan antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah negara-negara domisili perguruan tinggi yang menjadi mitra.


''Ini prestasi yang membanggakan. Tidak hanya untuk Wahyuni tetapi buat Civitas Akademika UIR,'' kata Rendy.


Sementara itu, Rektor UIR Prof Dr H Syafrinaldi SH MCL mengapresiasi lolosnya Wahyuni ke Program IISMA tersebut. Rektor mengaku sangat bangga atas prestasi yang diraih Wahyuni.


''Saya sangat mendukung dan berharap, mahasiswa-mahasiswa lain dapat mengikuti prestasi diraih Wahyuni. Tak cuma di Amerika atau universitas lain di luar negeri, di dalam negeri pun kita berharap, mahasiswa UIR terus dapat mengukir prestasi,'' katanya.


Program IISMA ini, tambahnya, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, soft skill, pemahaman lintas budaya bagi Wahyuni yang menjalaninya. (rls)