Ini Alasan Kenapa SMK Harus Berorientasi pada Industri

Berdasarkan data yang diperoleh di lapangan baru 10 persen tamatan siswa SMK yang diterima bekerja didunia industri dan dunia usaha.

Ini Alasan Kenapa SMK Harus Berorientasi pada Industri
Disdik Riau menggelar Diklat Pembelajaran Berbasis Industri Bagi Guru SMK

RIAUCERDAS.COM - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau terus mempersiapkan tamatan SMK untuk bisa bekerja di Dunia Industri dan Dunia Usaha. Hal ini terlihat dari kegiatan yang dilakukan Disdik Riau saat memberikan Pelatihan dan Pendidikan Pembelajaran Berbasis Industri bagi guru guru SMK di Riau.

"Apa yang menjadi kebutuhan di dunia industri kita siapkan salah satunya kita menyiapakan guru untuk bisa memperdalam ilmu pembelajaran berbasis industri. Pembelajaran ini ada produk yang dihasilkan untuk kemajuan SMK," kata Kabid SMK Disdik Riau Dr Yusri Rasul, saat membuka kegiatan Diklat Pembelajaran Berbasis Industri Bagi Guru SMK, Selasa (23/8/2022) malam lalu di Hotel Furaya Pekanbaru.

Yusri menilai, SMK harus berorientasi pada industri mengingat banyaknya industri yang tumbuh berkembang menjadi peluang bagi tamatan SMK untuk bisa bekerja. Hanya saja, peluang untuk menjadi daya serap bagi industri, dinilai masih belum menjadi skala prioritas bagi SMK.

"Berdasarkan data yang diperoleh di lapangan baru 10 persen tamatan siswa SMK yang diterima bekerja didunia industri dan dunia usaha. Padahal, peluang untuk bekerja cukup besar. Ini yang menjadi PR bagi Disdik Riau bagaimana tamatan SMK bisa diterima di dunia kerja," kata Yusri.

Dikatakan Yusri, saat ini diperlukan pembelajaran ala industri baik materi dan kurikulum yang dibutuhkan industri. Apa yang dibutuh industri ini harus menjadi fokus SMK." Ini sedang kita dalami kurikulum yang dibutuhkan industri walaupun link and macth sudah berjalan tapi kita akan tetap fokus bagaimana tamatan SMK bisa terserap di dunia kerja," kata Yusri.

Sementara itu, ketua panitia kegiatan Rika mengatakan jumlah peserta yang mengikuti Diklat Pembelajaran Berbasis Industri sebanyak 50 orang dari 11 kabupaten kota terdiri guru DPIB (Desain Permodelan Informasi Bangunan) dan guru Agribisnis Pengelolaan Hasil Pertanian dan Kuliner. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia SMK yakni tenaga pendidik guna mewujudkan menajemen dan pembelajaran berbasi dunia kerja. 

Selain itu, kegiatan ini memperkuat kompetensi softskill dan hardskill peserta didik sesuai dengan kebutuhan dunia kerja serta mengembangkan karakter yang sesuai dengan nilai nilai pancasila. Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 23 hingga 27 Agustus dengan nara sumber Balai Besar Pegembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Bangunan dan Listrik dan Politeknik Kampar. 

"Kami berharap SMK dapat melaksanakan pembelajaran teaching factory yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di Industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di Industri," kata Rika.(rls)