Info Beasiswa Baru dari Kemendikbudristek

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah meluncurkan Program Beasiswa Gelar dan Nongelar bagi SDM Pendidikan Tinggi Akademik dan Vokasi.

Info Beasiswa Baru dari Kemendikbudristek
Ilustrasi (Sumber: Canva)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah meluncurkan Program Beasiswa Gelar dan Nongelar bagi SDM Pendidikan Tinggi Akademik dan Vokasi.

 
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Nizam sebagaimana dilansir dari situs kemdikbud.go.id, mengatakan program tersebut antara lain program World Class Professor (WCP), yaitu program yang mengundang profesor kelas dunia dari berbagai perguruan tinggi (PT) ternama dalam negeri/luar negeri sebagai profesor kunjungan untuk ditempatkan di berbagai PT di Indonesia. 


Kemudian, ada program magang bagi dosen muda ke perusahaan ataupun industri dan program magang bagi tenaga kependidikan (tendik) di PT yang lebih tinggi kualitasnya untuk bisa lebih mengadopsi tata kelola yang lebih baik.

Nizam juga menyebut, ada juga program kemitraan dosen Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dengan guru. Program ini bisa menjadi solusi atas masalah di kelas sehingga bisa terjembatani sekaligus memperkuat guru di lapangan. 


Selanjutnya ada program Detasering, yaitu program berbagi dari dosen-dosen perguruan tinggi unggul yang saling berbagi antarperguruan tinggi.

Demikian jumlah peserta yang dibutuhkan;


1. Program WCP: 70 orang peserta

2. Program kemitraan dosen dan guru dengan sasaran dosen LPTK: 45 orang

3. Program detasering: kira-kira 70 orang

4. Bridging course: sekitar 25 orang

5. Program beasiswa S2/S3 bagi dosen dan calon dosen: sekitar 1.000 lebih beasiswa S3 di dalam maupun luar negeri,

6. Sertifikasi kompetensi untuk kualifikasi kompetensi internasional dalam bidang tertentu: sekitar 160 orang.

7. Program magang dosen di industri ataupun lembaga riset di dalam maupun luar negeri: sekitar 370-an orang,

8. Scheme for Academic Mobility and Exchange (SAME) untuk menggairahkan kembali (recharging) pengembangan SDM: sekitar 20 orang

9. Post Doctoral: sekitar 20 orang

10. Erasmus Mobility: sekitar 60 orang
 

Untuk program magang, pendaftaran dapat dilakukan dengan mengunjungi laman kompetensi.sumberdaya.kemdikbud.go.id. Lalu untuk program microcredential dapat mengunjungi laman kampusmerdeka.kemdikbud.go.id. Kemudian untuk beasiswa S2/S3 bisa ke laman beasiswa.kemdikbud.go.id.

 

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto, menjelaskan bahwa Ditjen Vokasi juga memiliki program beasiswa. Beasiswa tersebut antara lain beasiswa untuk pendidikan S1/D4 bagi calon guru SMK. 


“Jadi, mahasiswa yang ingin menjadi guru SMK kita persiapkan melalui beasiswa ini dan diharapkan tidak hanya target untuk ijazahnya, tetapi juga kita dorong untuk memiliki kemampuan pedagogi dan sertifikasi kompetensi industri,” papar Wikan.

 
Selanjutnya ada beasiswa pendidikan untuk dosen dan calon dosen Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Vokasi (PTPPV), program  bridging course vokasi, program kampus merdeka vokasi, program magang dosen dan tendik PTPPV, program sertifikasi dosen dan tendik PTPPV.


Ada juga program riset keilmuan terapan, program project based learning/praktik kerja lapangan bersertifikat bagi siswa SMK (dalam dan luar negeri), dan program project based learning atau magang bersertifikat guru SMK (dalam dan luar negeri).

 
Pada kesempatan yang sama, Direktur Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Dwi Larso mengatakan bahwa pemerintah melalui LPDP berkomitmen tinggi untuk menyisihkan anggaran APBN guna peningkatan SDM, khususnya pada masa pandemi ini.
 
“Saat ini, LPDP telah menapaki era baru yang ditandai dengan perluasan dan penajaman program. Program beasiswa yang diberikan tidak hanya untuk S2 dan S3, tetapi S1 dan vokasi. Kita sepakat mendukung untuk kepentingan bangsa,” kata Dwi Larso.
 
Sementara itu, Direktur Sumber Daya Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek, Mohammad Sofwan Effendy, menjelaskan bahwa beasiswa ke luar negeri dibagi menjadi dua kelompok, yaitu program S3 penuh ke luar negeri dan program dual degree. 


Secara total, jumlah beasiswa S3 ada 140 beasiswa dan beasiswa S2 ada 37 beasiswa. Sofwan mengatakan, sesuai dengan peraturan dari Kemenpan-RB, usia maksimum untuk mendapatkan beasiswa S3 adalah 40 tahun. (wil)