Ikut Hadapi Covid-19, LONTAR UNRI Periksa 200 Spesimen Tiap Hari

Tiap hari LONTAR Universitas Riau bisa memeriksa 200 spesimen sebagai bentuk ikut sertanya kampus mengatasi Covid-19.

Ikut Hadapi Covid-19, LONTAR UNRI Periksa 200 Spesimen Tiap Hari
Suasana pemeriksaan spesimen di Laboratorium Pintar (LONTAR) Universitas Riau beberapa waktu lalu. (Sumber: Humas UNRI)

 DOSEN Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Riau (UNRI) terpanggil memberi perhatian ekstra menyikapi persoalan yang muncul akibat pandemi Covid-19. Terlebih, kasus Covid-19 di Riau terus merebak beberapa bulan terakhir.


"Pada awal tahun 2020 lalu, FK UNRI telah menyiapkan laboratorium untuk pemeriksaan sampel Covid-19," kata Dekan FK UNRI, Prof Dr dr Dedi Afandi DFM SpF M(K), Jumat (20/8/2021).


FK UNRI selaku sivitas akademika terpanggil ikut menyikapi penularan Covid-19 di Provinsi Riau. Dalam hal ini menyiapkan laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) Covid-19 yang diberi nama LONTAR (Laboratorium Pintar).


“Laboratorium Biomedik LONTAR FK UNRI merupakan satu di antara Laboratorium Jejaring Pemeriksa Covid-19 yang ada di Provinsi Riau yang mendapatkan izin operasional dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan pada bulan Mei 2021 lalu," tutur Dedi. Hingga kini, manfaatnya bisa dirasakan.

Laboratorium Biomedik LONTAR FK UNRI saat ini aktif melakukan pemeriksaan spesimen dari sivitas akademika UNRI yang memiliki gejala (suspek) atau termasuk kontak erat dari pasien terkonfirmasi Covid-19.

"Selain itu kita juga menerima dan melakukan pemeriksaan spesimen-spesimen yang berasal dari Puskesmas di wilayah Kota Pekanbaru secara gratis," ungkapnya.


LONTAR yang memiliki kapasitas pemeriksaan sebanyak 200 spesimen per hari juga telah melakukan uji Pemantapan Mutu Eksternal (PME) dengan hasil sama 100 persen dengan Laboratorium Rujukan Nasional Balitbangkes.


Lebih lanjut, Dedi, menyampaikan telah menyiapkan laboratorium yang sesuai standar. Sebagai pelaksana operasional laboratoriumnya, FK UNRI melibatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di FK UNRI untuk melaksanakan pemeriksaan spesimen Covid-19 dari rumah sakit maupun Puskesmas.

“Itu semua kita gratiskan, sebab dana operasional berasal dari UNRI sebagai bentuk kepedulian menyikapi persoalan pandemi. Semua hasil tracing yang direkomendasikan Satgas Fakultas," tuturnya.


Memang keterbatasan SDM menjadi satu kendala yang saat ini dialami. Jadi sekarang petugas laboratorium memiliki peran ganda. Yaitu, mengambil swab dan mengekstraksinya. 


Dalam sehari, LONTAR UNRI menerima 200 spesimen yang diperiksa. Saat ini LONTAR juga telah menguji lebih kurang 3000 sampel.

Pelayanan untuk LONTAR ini, dikhususkan untuk sivitas akademika UNRI melalui satgas Fakultas masing-masing. Kemudian melaporkan ke laboratorium untuk ditindaklanjuti pemeriksaannya. Sedangkan masyarakat umum melalui Puskesmas maupun rumah sakit, terkecuali mandiri bisa langsung mendatangi LONTAR UNRI.

Terkait jam operasional LONTAR UNRI dibuka pada pukul 08.00-15.00 WIB, setiap hari Senin hingga Jumat. "Semoga dengan beroperasinya Lab LONTAR ini, dapat memberikan manfaat dalam menyikapi persoalan pandemi Covid-19 yang saat ini masih melanda sejumlah daerah," tutupnya. (rls)