Guru SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru Ikuti Diklat Upskilling dan Reskilling Guru SMK Berstandar Industri 

Kegiatan ini digelar dalam rangka mendorong peningkatan kompetensi bagi para guru bidang keahlian dalam program SMK Pusat Keunggulan yang mana sekolah harus memiliki kompetensi berstandar industri.

Guru SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru Ikuti Diklat Upskilling dan Reskilling Guru SMK Berstandar Industri 
Peserta Diklat Upskilling dan Reskilling yang diikuti lebih dari ratusan sekolah SMK negeri maupun swasta.
Guru SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru Ikuti Diklat Upskilling dan Reskilling Guru SMK Berstandar Industri 

PENDIDIKAN dan Pelatihan (Diklat) Upskilling dan Reskiling yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Direktorat Pendidikan Vokasi  kerjasama  dengan Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Bangunan dan Listrik (BBPPMPV BBL) Medan. 


Terdapat Kurang Lebih 22 pelatihan Diklat Upskilling dan Reskilling yang diikuti lebih dari ratusan guru dari sekolah SMK negeri maupun swasta. SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru salah satu peserta yang mengikuti Diklat Upskilling dan Reskilling tersebut.

Kegiatan ini diikuti  10 orang guru dari beberapa kejuruan dengan pembagian Perwakilan dari TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan) 1 orang, MM/RPL (Multi Media / Rekayasa Perangkat Lunak) 3 orang, BDP (Bisnis Daring dan pemasaran) 1 orang, AKL (Akutansi dan Keuangan Lembaga) 3 orang, OTKP (Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran) 2 orang. 

Pelaksaan kegiatan upskilling dan reskilling  di laksanakan di berbagai Daerah yakni Medan, Cimahi, Bandung, Surakarta, Serang Banten, Makasar dan Palu. kegiatan ini di laksanakan secara daring dan luring di mulai dari bulan September 2021 Hingga sekarang kegiatan masih berlangsung untuk di bulan Oktober. Sebagian guru sudah belajar atau praktik langsung di lembaga atau instansi yang bekerjasama dengan BBPPMPV BBL.


Kegiatan ini digelar dalam rangka mendorong peningkatan kompetensi bagi para guru bidang keahlian dalam program SMK Pusat Keunggulan yang mana sekolah harus memiliki kompetensi berstandar industri. Diklat yang dilakukan dengan metode Moda Blended, Kelas Industri ditambah dengan Uji Kompetensi Keahlian (UKK).

Dalam sambutanya Drs. Rasoki Lubis, M.Pd Kepala BBPPMPV BBL Medan menjelaskan bahwa, dari Diklat ini diharapkan peserta nantinya dapat memiliki kompetensi berstandar industri sesuai program SMK Pusat Keunggulan.

Sementara, salah seorang guru SMK Muhammadyah 2 Pekanbaru, Suparmin S.I.kom mengatakan telah mengikuti pelatihan animasi dan branding media sosial dengan IDUKA DreamArt Animation di kota Medan.

"Ini sebuah pengalaman baru bagi saya meningkatkan kapasitas sebagai guru dengan ilmu baru mengenai membuat gambar animasi dan bagaimana membranding produk yang kita hasilkan di website dan media sosial. Pengalaman dan ilmu yang saya dapat ini akan saya share ke guru lainnya dan anak didik kami di sekolah," ujar Suparmin. (*)