Forkom Provinsi Riau Dilantik, Kadisdik: Ini Mitra Strategis Kita

Saat dikukuhkan, Forum Komite SMA SMK SLB Provinsi Riau meminta agar pemerintah Provinsi Riau membuat aturan turunan dari Permendikbud nomor 75 tahun 2016.

Forkom Provinsi Riau Dilantik, Kadisdik: Ini Mitra Strategis Kita
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Zul Ikram menyerahkan pataka kepada Ketua Umum Forum Komite SMA, SMK dan SLB Provinsi Riau saat pengukuhan, Kamis (14/10/2021)

Pengurus Forum Komite (Forkom) SMA SMK SLB Negeri Provinsi Riau masa bakti 2021-2024 dikukuhkan, Kamis (14/10/2021) di Hotel Grand Central Pekanbaru. Ir H Delisis Hasanto dikukuhkan sebagai ketua umum Forkom SMA SMK SLB Negeri Provinsi Riau untuk lima tahun mendatang.


Pengukuhan dilakukan Gubernur Riau Syamsuar yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Zul Ikram S.Pd, M.Pd ditandai pembacaan surat keputusan dan penyerahan pataka. Saat itu, Delisis didampingi oleh Arbi selaku sekretaris dan sejumlah jajaran pengurus. 


Delisis dalam sambutannya mengatakan bahwa Forkom yang dilantik merupakan perpanjangan tangan masyarakat sesuai Undang-Undang dan Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 75 tahun 2016 tentang Komite Sekolah. Forkom, tambahnya sudah ada di 12 kabupaten/kota di Riau dan telah ikut serta mendampingi komite sekolah.  


Selain pendampingan, Forkom juga telah melakukan studi banding ke beberapa provinsi. Hasilnya, Forkom punya keinginan kualitas pendidikan di Riau sama besarnya dengan daerah lain. Forkom SMA SMK SLB Provinsi Riau juga ikut berpartisipasi dalam meningkatkan pendidikan di sekolah-sekolah.


Riau, tambahnya, sudah menerapkan wajib belajar 12 tahun. Artinya, kebutuhan standar sekolah sudah dipenuhi. Namun, jika ingin berbicara mutu dan kualitas pendidikan, anggaran tersebut masih tergolong terbatas. Terutama di beberapa sekolah. 


Karena itu, Forkom ingin Permendikbud nomor 75 tahun 2016 tentang Komite Sekolah memiliki aturan turunan dalam bentuk Peraturan Gubernur. Sehingga tidak ada keraguan dalam diri masyarakat sekolah yang ingin berpartisipasi memajukan pendidikan di Riau.


Ke depan, tambahnya, Forkom akan menyampaikan persoalan-persoalan apa yang dihadapi dalam memajukan pendidikan. Di antaranya yang sudah terlihat adalah masalah pemerataan mutu pendidikan. Dimana kesenjangan pendidikan masih tinggi. Sehingga anak-anak menumpuk di sekolah tertentu. Sementara di sekolah lain justru kekurangan siswa.


Kedua, masalah geografis sekolah. "Banyak anak didik tak dapat sekolah bukan karena tidak berprestasi. Tapi karena tempat tinggalnya masuk blank zonasi. Jika ditarik, jarak rumahnya ke sekolah lebih dari 3 kilometer. Alhasil, siswa itu menempuh pendidikan di sekolah yang alakadarnya," kata Delisis.


Sementara itu, Gubernur Riau, Syamsuar dalam sambutannya yang dibaca Kadisdik Riau, Zul Ikram, S.Pd, M.Pd mengajak semua pihak taat protokol kesehatan. Apalagi pandemi Covid-19 belum berakhir. Menurutnya, Forkom yang baru dilantik juga dapat ikut serta mensosialisasikan protokol kesehatan di tengah masyarakat.


Ditambahkan dia, terbentuknya Forkom ini dianggap langkah konkrit dan maju dalam rangka melakukan pembinaan, kolaborasi dalam mewujudkan pendidikan berkemajuan di Riau. Ini, tambahnya, sesuai dengan amanat UU Sisdiknas dimana tanggungjawab memajukan pendidikan bukan hanya diemban pemerintah. Tapi juga ada tanggungjawab masyarakat yang disebut sebagai komite sekolah.


Peran komite sekolah, tambahnya, menjadi mitra strategis pemerintah dalam memajukan pendidikan di Riau. Sebagai mitra strategis sekolah, komite sekolah memberi pertimbangan, kontrol dan fungsi sosial lainnya demi terjaganya stabilitas kegiatan pendidikan. 


"Dengan kekuatan kolaboratif dan pemberdayaan stakeholder, kami yakini persoalan pendidikan mulai dari hulu sampai hilir dapat diurai setahap demi setahap," katanya. Kerjasama ini juga menjadi angin segar dalam rangka pengelolaan pendidikan dan kontrol atas penyelenggaraan pendidikan di era teknologi informasi.


Dengan amanah yang diberi ini, Gubri meminta agar azas gotong royong di kedepankan. Dengan azas ini, maka untuk menuju kondisi pendidikan yang dicita-citakan tidaklah menjadi hal yang sulit. Forkom pun diajak ikut mengurai persoalan pendidikan yang dihadapi kabupaten/kota. 


"Kami membutuhkan saran dan masukan. Bantu kami untuk mendorong berkembangnya mutu pendidikan di Riau," terangnya. (ed)