Evaluasi Audit Stunting, Berharap Tak Ada Lagi Anak Kurang Gizi di Inhu

Tujuan akhir Pemda Inhu adalah menekan angka stunting. Kemudian membuat anak-anak sehat dan menyongsong generasi emas di tahun 2045. Dimana diharapkan Bonus Demografi betul-betul memberikan dampak positif kepada semua.

Evaluasi Audit Stunting, Berharap Tak Ada Lagi Anak Kurang Gizi di Inhu
Suasana Evaluasi Hasil Tindak Lanjut Audit Kasus Stunting Kabupaten Indragiri Hulu bertempat di Ruang Thamsir Rachman Kantor Bupati, pada Rabu (30/11/2022).

RIAUCERDAS.COM - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) melaksanakan kegiatan Evaluasi Hasil Tindak Lanjut Audit Kasus Stunting Kabupaten Indragiri Hulu bertempat di Ruang Thamsir Rachman Kantor Bupati, pada Rabu (30/11/2022).


Plt kepala Dinas DPPKB Inhu Joni Maryanto S.Pi, M.Si menyampaikan kegiatan ini merupakan rapat evaluasi pada semester ke-4. Kegiatan ini untuk mengetahui sejauh mana penanganan kasus stunting di Kabupaten Inhu.


Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Riau, Dra Mardalena Wati Yulia MSi mengapresiasi Wakil Bupati (Wabup) Inhu Drs. Junaidi Rachmat, M.Si selaku Ketua Pelaksana Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Inhu yang langsung hadir dalam kegiatan ini. 


Evaluasi ini, tambahnya, adalah tidak lanjut dari Audit Kasus Stunting yang telah dilalukan pada bulan Juli yang lalu.


"Sebagaimana diketahui Peraturan Kepala BKKBN Nomor 12 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia yang kita kenal dengan RAN PASTI, di dalamnya ada lima prioritas yang harus kita lakukan dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting," ungkapnya.


Lima prioritas tersebut yaitu penyediaan data keluarga berisiko stunting, pendampingan keluarga berisiko stunting, pendampingan calon pengantin/calon pasangan usia subur yang berisiko stunting, surveilans yaitu pendampingan secara terus-menerus kepada keluarga berisiko stunting dan yang terakhir audit kasus stunting.


Dia berharap dengan temuan ini, apa yang perlu ditindaklanjuti bisa maksimal. Seperti anak yang kurang gizi tentu diharapkan tidak hanya satu kali dibantu tetapi harus berkesinambungan.


Upaya membantu itu salah satunya diwujudkan melalui Program Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS). Kemudian, adanya bantuan makanan bergizi minimal 6 bulan untuk penambahan gizi anak tadi.


Sementara, Wabub Inhu, Junaidi Rachmat menyampaikan bahwa pihaknya menunjukkan itikad untuk berupaya meningkatkan sumber daya manusia di Inhu. Salah satunya dengan menindaklanjuti hasil audit kasus stunting.


"Karena bagaimana pun juga setiap apa yang dikerjakan ada evaluasinya. Dari evaluasi tadi kita melihat sampai sejauh mana langkah-langkah yang telah kita lakukan," ujarnya.
Tujuan akhir Pemda Inhu adalah menekan angka stunting. Kemudian membuat anak-anak sehat dan menyongsong generasi emas di tahun 2045. Dimana diharapkan Bonus Demografi betul-betul memberikan dampak positif kepada semua.


"Karena dari anak-anak kita yang lahir pada masa sekarang ini sampai 20 tahun lagi akan menentukan kemana arah bangsa akan kita capai begitu juga daerah yang kita cintai ini akan seperti apa," kata dia.


Pemda Inhu tentu saja berupaya memberikan dukungan dari berbagai aspek kegiatan-kegiatan penanganan stunting. Beberapa langkah yang telah Pemda lakukan dengan beberapa dinas terkait agar penanganan terhadap stunting ini betul-betul membuahkan hasil yang memuaskan. 


Wabup berharap semangat dari Tim Pakar dan Petugas Lapangan, angka prevalensi stunting dari 23,6 persen turun menjadi 14 persen bisa dicapai. (rls)