Dosen UIR dan Profesor Harvard Meneliti Bersama di Amerika

Setelah melewati seleksi ketat, Evizal meraih program visiting research scholar yang disponsori Fulbright Amerika dan dikelola oleh American Indonesia Exchange Foundation (AMINEF).

Dosen UIR dan Profesor Harvard Meneliti Bersama di Amerika
Evizal berfoto di kampus Harvard University disela menjalani penelitian bersama di Amerika Serikat.

DOSEN yang juga Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Riau (LPPM UIR), Dr Evizal Abdul Kadir ST M.Eng menjalani penelitian bersama di Harvard University Amerika Serikat. Dosen Program Studi Informatika Fakultas Teknik ini akan meneliti selama enam bulan ke depan.


Seperti penjelasannya melalui Kabag Humas dan Protokoler UIR Syafriadi melalui pesan Whatsapp, Kamis malam (23/9/2021), Evizal kini sudah tiba di Boston. Ia akan menjalani penelitian mulai pertengahan September hingga Februari 2022 mendatang.


Evizal menjelaskan, dirinya akan melakukan penelitian bersama dengan salah satu profesor di School of Engineering and Applied Sciences (SEAS) Harvard University. Keduanya akan mengangkat penelitian bertajuk Enviromental Monitoring System use Nano Sensors Integrated to Wireless Sensor Network (WSN) and Internet of Things (IoT) Technology. 


''Saya berharap penelitian ini dapat memberi kontribusi terhadap pemantauan lingkungan di Indonesia,'' tutur Evizal.


Harvard University merupakan salah satu universitas terbaik dan terkemuka di Amerika Serikat. US News tahun 2004 dan 2005 menempatkan universitas Harvard berada pada rangking pertama di AS. Times Higher Education Supplement World University Rankings juga memposisikan Universitas Harvard di urutan pertama. 


Menurut Evizal, program visiting research scholar yang sekarang ia ikuti disponsori oleh Fulbright Amerika dan dikelola oleh American Indonesia Exchange Foundation (AMINEF). Ia lolos dalam program ini setelah melewati seleksi yang sangat ketat. 

''Mudah-mudahan saya bisa mengikuti kegiatan penting dan bersejarah ini sesuai dengan tenggat waktu yang disediakan, yakni enam bulan sejak bulan September. Saya menyampaikan terima kasih kepada Pak Rektor, Pimpinan UIR lainnya dan Pak Dekan yang telah memberi laluan kepada saya bertolak ke Amerika,'' tambah Evizal.

Prestasi yang diraih Evizal itu diapresiasi oleh Rektor UIR, Prof Dr H Syafrinaldi SH MCL. Rektor mengaku bangga karena ada dosen UIR yang melakukan penelitian dengan profesor Harvard University. Dia berharap, prestasi serupa dapat dilakukan oleh dosen UIR lainnya.

Dijelaskan Syafrinaldi, UIR saat ini memiliki lebih dari 150 dosen bergelar doktor. Beberapa di antaranya lulusan luar negeri, bahkan sejumlah dosen sekarang sedang menyelesaikan studi doktoral di Amerika, Eropa dan negara-negara di kawasan Asia lainnya. 


''Pimpinan UIR akan memberi dukungan kepada dosen-dosennya untuk menimba pengalaman akademik di negara manapun. Hal ini sesuai dengan Visi UIR, yakni menjadi universitas Islam berkelas dunia berlandaskan iman dan taqwa,'' kata Rektor.

Program visiting research scholar seperti diikuti Evizal, tambahnya, terbuka pula bagi dosen-dosen UIR lainnya. Karena, banyak program penelitian yang dapat dilakukan di universitas-universitas negara ASEAN, Asia, Timur Tengah, Eropa maupun Amerika. (rls)