Disokong Mabes Polri dan Polda Riau, 2.000 Mahasiswa UMRI Divaksin

Untuk memenuhi kebutuhan vaksin bagi mahasiswanya, UMRI menggandeng Mabes Polri dan Polda Riau menggelar program Vaksinasi Merdeka.

Disokong Mabes Polri dan Polda Riau, 2.000 Mahasiswa UMRI Divaksin
Rektor UMRI, DR Mubarak M.Si menyaksikan seorang mahasiswa yang tengah divaksin saat program Vaksinasi Merdeka, Rabu (22/9/2021).

PAGI hari, Wisnu sudah tiba di kampusnya, Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) yang terletak di Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Rabu (22/9/2021). Saat itu, Wisnu berencana bakal mengikuti acara vaksinasi massal yang digelar di kampus tersebut.

“Saya baru kali ini ikut vaksin, karena banyak kemudahan yang diberikan oleh pihak kampus," tutur Wisnu. Menurut dia, dengan divaksin, setidaknya ia ikut andil mencegah diri terpapar Covid-19. Hal itu diperlukan karena proses perkuliahan tatap muka sudah akan dimulai awal tahun ajaran baru mendatang.


"Saat ini kuliah memang masih dilakukan secara daring. Tapi, jelang kuliah tatap muka, mahasiswa memang didorong untuk melakukan vaksinasi Covid-19,” kata dia. Untuk diketahui, kampus yang memiliki alamat portal umri.ac.id ini baru akan memulai perkuliahan tatap muka jika 70 persen mahasiswa dan dosen sudah divaksin.


Selain Wisnu, saat yang sama ada ribuan mahasiswa lainnya mengikuti vaksinasi massal bertema Vaksinasi Merdeka yang ditaja UMRI bersama Markas Besar Polisi Republik Indonesia (Mabes Polri) itu. Operasionalnya ditangani langsung oleh Polda Riau. Setidaknya ada 4.000 dosis vaksin yang disedikan di kampus UMRI.


Vaksin yang tersedia tidak sekadar untuk mahasiswa. Panitia menyiapkan 2.000 vaksin untuk mahasiswa sementara 2.000 dosis lainnya diberikan untuk masyarakat umum. Selain UMRI, ada sejumlah tempat lainnya menggelar program Vaksinasi Merdeka mulai 22 sampai 23 September. Total jumlahnya ada 96 titik di seluruh Indonesia.


Selain vaksinasi, Mabes Polri juga menyerahkan bantuan beras seberat 5 kilogram untuk 1.500 peserta. Khususnya yang berasal dari kalangan masyarakat umum. Beras itu dibagikan sebagai bentuk kepedulian Mabes Polri kepada masyarakat.


Sementara, Rektor UMRI, DR. Mubarak, M.Si menjelaskan, vaksinasi massal bukan pertamakali digelar di kampus itu. Sebelumnya, UMRI juga menggelar vaksinasi massal bersama Polda Riau dengan menyediakan 400 dosis vaksin. Vaksinasi digelar sebagai persiapan jelang pelaksanaan kuliah tatap muka terbatas di tahun ajaran baru nanti. 


Menurut Rektor,  dalam program Vaksinasi Merdeka ini, ada tiga merek vaksin yang disediakan. Yaitu, Sinovac, Moderna dan Astrazeneca. Sementara, jika, ditotal dengan kuota vaksin yang telah dilakukan, baru 2.400 mahasiswa UMRI yang divaksin.  Artinya, UMRI masih tetap membutuhkan vaksin untuk mencapai angka herd immunity. 

"Mahasiswa kita baru 2.400 orang yang mendapatkan vaksin. Sedangkan jumlah total mahasiswa UMRI sebanyak 7.000 lebih. Jika mengacu angka herd immunity 70 persen, maka vaksinasi baru di angka 30 persen," tuturnya. Karena itu, vaksinasi serupa masih diperlukan di UMRI. (*)