Dirancang Sejak 2019, Gedung M. Diah di FKIP Unri Diresmikan Rektor

FKIP Universitas Riau akhirnya memiliki gedung serbaguna. Peresmian gedung yang diberi nama M Diah itu dilakukan oleh Rektor Unri, Prof Dr Sri Indarti SE M.Si.

Dirancang Sejak 2019, Gedung M. Diah di FKIP Unri Diresmikan Rektor
Rektor Universitas Riau, Prof Dr Sri Indarti SE M.Si meresmikan Gedung M. Diah di FKIP, Rabu (4/1/2023)

RIAUCERDAS.COM -  Gedung M. Diah di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau (FKIP Unri) diresmikan, Rabu (4/1/2023). Gedung yang dirancang sejak tahun 2019 lalu ini diresmikan oleh Rektor Unri, Prof Dr Sri Indarti SE M.Si.


Dekan FKIP Unri, Prof Dr Mahdum M.Pd dalam sambutannya mengatakan, gedung yang dilengkapi dengan panggung ini bisa menampung 700 kursi. Di samping itu, ada juga sejumlah ruangan pelengkap. Meski demikian, untuk interiornya masih perlu dilengkapi. 


Di dalam ruangan ini nantinya dibutuhkan videotron. Kemudian, gedung yang dibangun dengan dana Rp 3,5 miliar ini juga masih perlu pembenahan landscape yang bagus. Sehingga, gedung ini diharapkan dapat menjadi ikon FKIP Unri. Untuk itu, FKIP membutuhkan banyak dukungan. 


Selanjutnya, pihak FKIP juga bakal menanam sejumlah pohon di sekitar gedung. Ada ratusan bibit pohon yang disiapkan. Seperti pohon meranti, matoa, dan durian. 


Nantinya, gedung ini akan mendukung kegiatan akademis bagi dosen dan mahasiswa. Dimana, sampai bulan Mei mendatang, di FKIP bakal ada 16 olimpiade yang diselenggarakan mahasiswa. Di samping itu, gedung ini juga akan menjadi tempat pelaksanaan kegiatan non akademis. 


Menurut dia, nama M. Diah diambil berdasarkan masukan dari berbagai pihak. Kemudian, secara administrasi nama gedung ini telah disetujui oleh pihak keluarga mendiang M.Diah dan disahkan oleh rektor.


Prof Dr Muhammad Nur perwakilan keluarga M. Diah memuji pimpinan FKIP Unri karena telah merealisasikan gedung serbaguna ini. Menurut dia, keinginan memiliki gedung serbaguna sudah lama direncanakan. Tujuannya agar berbagai kegiatan di FKIP tidak lagi menggunakan badan jalan. 


"Karena itu kami dari pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada rektor dan dekan beserta jajaran. Kami pihak keluarga tak pernah terpikir gedung ini diberi nama M. Diah," ungkap M. Nur.


Sementara, Rektor Unri menilai keberadaan gedung ini merupakan sesuatu yang luar biasa. Karena representatif dan mewah. "Rasanya benar kalau dikatakan gedung ini bisa dipakai untuk aktivitas akademis maupun non akademis," ujarnya.


Gedung ini penting untuk kegiatan belajar mengajar. Kemudian, hari Sabtu dan Minggu bisa dimaksimalkan untuk kegiatan non akademis yang berpotensi mendatangkan pemasukan bagi fakultas.


Diharapkan Sri Indarti, ke depan akan berdiri gedung lainnya yang menggunakan nama tokoh Unri. Khususnya di fakultas-fakultas lainnya. Dia menilai, penggunaan nama M. Diah sangat beralasan. Karena beliau merupakan mantan Rektor Unri dan pernah menjadi dekan FKIP. "Tentunya sudah banyak torehan sejarah yang dilakukan beliau," ujar Rektor.


Dia juga menyebut ada sejumlah gedung yang tengah dibangun dengan anggaran sekitar Rp 800 miliar. Semua itu didirikan untuk melengkapi sarana dan prasarana penunjang aktivitas kampus Unri. Sri Indarti berharap, semua pihak bersinergi dan berkolaborasi untuk menggunakan fasilitas atau sarana yang ada secara optimal. "Kalau bukan kita, siapa lagi yang menjaga rumah kita sendiri," ujar rektor. (*)