Dari Modal Puluhan Ribu, Koperasi Konsumen Rejosari Tenayan Raya Kini Punya Aset Sampai Rp15 Miliar 

Selama 35 tahun KOMERTA berkiprah dari modal Rp 98.000 tembus hingga total modal dan aset mencapai Rp 15 miliar dengan tingkat NPL 0,76 persen. Bahkan bantuan lunak LPDB tahun 2022 lunas berkat kekompakaan seluruh anggota dan pengurus koperasi.

Dari Modal Puluhan Ribu, Koperasi Konsumen Rejosari Tenayan Raya Kini Punya Aset Sampai Rp15 Miliar 
Foto bersama saat Rapat Akhir Tahunan Koperasi Konsumen Rejosari Tenayan Raya (KOMERTA) hari ini, Kamis (12/1/2023)

RIAUCERDAS.COM - Koperasi Konsumen Rejosari Tenayan Raya (KOMERTA) hari ini, Kamis (12/1/2023) melaksanakan Rapat Akhir Tahun (RAT) 31 Desember 2022 di kantor koperasi jl. Swadaya no 14 A bambu Kuning, Tenayan Raya.

Turut hadir Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Sarbaini yang sekaligus mengukuhkan nama baru KOMERTA yang dulu bernama KSU REJOSARI. hadir juga camat Tenayan Raya yang diwakili sekertaris camat beserta lurah Bambu Kuning.

Selama 35 tahun KOMERTA berkiprah dari modal Rp 98.000 tembus hingga total modal dan aset mencapai Rp 15 miliar dengan tingkat NPL 0,76 persen. Bahkan bantuan lunak LPDB tahun 2022 lunas berkat kekompakaan seluruh anggota dan pengurus koperasi.

Menurut Ketua KOMERTA, Hj. Elwi SPd, pencapaian 35 tahun merupakan sebuah perjuangan panjang dan penuh tantangan. Semua ini bisa berjalan dengan baik berkat kekompakan seluruh anggota Koperasi Konsumen Rejosari yang tahun ini berubah namanya dari Koperasi Serba Usaha Rejoasari ( KSU ) Rejosari. Sehingga tahun 2022 pengurus bisa memberikan pinjaman kepada anggota dengan maksimal volume pinjaman Rp 350 juta per orang. Syaratnya, anggota itu tidak pernah telat dalam melakukan pembayaran pinjaman ataupun iuran wajib bulanan

Elwi mengatakan, di mata pegiat koperasi nasional, KSU Rejosari bukanlah koperasi sembarangan. Koperasi ini bahkan sudah pernah mendapatkan penghargaan nasional yang diserahkan di Kupang, NTT pada 2015 lalu.


Dalam mengembangkan koperasi KSU Rejosari sudah melakukan inovasi. Di antaranya, adalah membuat program aplikasi penjaminan pinjaman anggota dengan diasuransikan, persis seperti pinjaman konvensional di perbankan.

"Kita sudah memiliki sistem penjaminan pinjaman anggota dengan mengasuransikan si peminjam. Jadi, jika dalam masa pinjamannya, anggota meninggal dunia. Ia tak perlu lagi menanggung pembayaran pinjamannya karena sudah lunas dengan asuransi," terangnya.

Tak hanya itu, dalam menerapkan sistem pinjaman, Koperasi Konsumen Rejosari juga menerapkan aturan ketat terhadap penerimaan anggota. Di antaranya, dengan menerapkan aturan rekomendasi sesama anggota sebelum bergabung.

Koperasi yang beranggota 301 orang tahun 2022 itu sudah memiliki total aset  hingga Rp 15 Miliar yang terdiri dari jumlah harta Rp 8,5 miliar, modal sendiri Rp 6,6 miliar lebih dengan pinjaman maksimum anggota Rp 350 juta. Sehatnya Koperasi KSU Rejosari dalam mewujudkan ekonomi kerakyatan, memberikan kepercayaan Kementerian Koperasi RI melalui LPDB untuk menerima dana bantuan sebesar Rp 3 Miliar tahun 2014, BTN Rp 1,25 Miliar tahun 2014 dan 2020 LPDB Rp 900 juta dan semua pinjaman lunas tahun 2022.

Hj Elwi mengaku, dengan pengetatan itu ia bisa membatasi keanggotaan dengan pola watak dan karakter masing-masing anggota. "Kita memberikan bantuan dengan mudah. Dengan demikian kita bisa mempertahankan kredit macet diangka terendah," papar Hj Elwi.


selain menjadi koperasi sehat KSU Rejosari Saat ini menjadi salah satu acuan studi banding dari seluruh provinsi di pulau Sumatera bahkan pulau Jawa, karena keberhasilan bisa mewujudkan ekonomi kerakyatan dan menekan tingkat kemacetan atau NPL yang tahun ini hanya 0,76 persen.


Sisa Hasil Usaha ( SHU ) tahun 2022 Rp. 723 juta rupiah. Untuk mewujudkan rasa syukur KOMERTA memberikan bantuan sumbangan kepada anak yatim yang berada di kelurahan bambu kuning.

Setiap tahunnya, KSU Rejosari juga menerima mahasiswa dan siswa magang dari kampus dan sekolah yang ada di Provinsi Riau.

Sementara Seketaris Camat Tenayan Raya Arrasyid Putra Kelana mengatakan KOMERTA menjadi salah satu koperasi terbaik di Indonesia, dan bisa menjadi percontohan di kota Pekanbaru ataupun provinsi Riau.

Sementara, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Pekanbaru Sarbaini, SH mengatakan, di awal tahun ini baru dua koperasi di Pekanbaru yang melaksanakan RAT. Yaitu koperasi AURI dan KOMERTA.

"Rapat Anggota Tahunan merupakan sebuah kewajiban bagi seluruh koperasi yang mewujudkan sebuah koperasi ini sehat ataupun tidak. Koperasi yang terdaftar di data kami ada seribu lebih koperasi di Pekanbaru namun yang aktif hanya 416. Jika koperasi tidak melakukan RAT 3 tahun berturut -turut otomatis koperasi itu tutup dan dibubarkan," tuturnya.

Koperasi juga harus terus aktif, kreatif dan inovatif baik dalam pelayanan dan mengembangkan produk-produk baru yang menunjang pendapatan dari koperasi itu sendiri. Kalau koperasi maju, anggotanya bisa sejahtera. (mid)