Dandim Inhu Dikukuhkan Jadi Bapak Asuh Anak Stunting

Ini bukti bahwa stunting merupakan tanggung jawab semua lintas sektor pemerintah maupun swasta. Rezita berharap, di tahun 2024 bukan hanya dari 23,6 persen menjadi 14 persen. Tetapi harapannya prevalensi stunting di Inhu menjadi 0 persen.

Dandim Inhu Dikukuhkan Jadi Bapak Asuh Anak Stunting
Dandim 0302/Inhu Letkol Kav Dani Prasetyo Wibowo S.Sos M.IP, Ketua Persit Kck Cab LI Dim 0302/Inhu Nurul Dani Prasetyo serta dari PT Tunggal Perkasa Plantations dikukuhkan sebagai Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting.

RIAUCERDAS.COM - Angka prevalensi stunting di kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) saat ini berada di 23,6 persen. Angka ini masih tergolong tinggi dan jauh dari target penurunan kasus stunting oleh Presiden RI, Joko Widodo  yaitu 14 persen di tahun 2024 mendatang.


Untuk mengatasi masalah itu, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) terus berupaya menurunkan angka stunting. Salah satunya melalui Program Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS). 


Salah satunya dilakukan oleh Bupati Indragiri Hulu Rezita Meylani Yopi, SE yang mengukuhkan Dandim 0302/Inhu Letkol Kav Dani Prasetyo Wibowo S.Sos M.IP dan, Ketua Persit Kck Cab LI Dim 0302/Inhu Nurul Dani Prasetyo sebagai Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting.


Selain itu, turut dikukuhkan dari PT. Tunggal Perkasa Plantations ikut dalam program BAAS itu. Pengukuhan dilakukan di Aula Desa Sukajadi, Kecamatan Lirik pada Selasa (29/11/2022).


Dalam sambutannya, Rezita berharap upaya penurunan kasus stunting lewat program BAAS tidak hanya berhenti di sini. Tidak hanya dari Dandim 0302/Inhu, Ketua Persit Kck Cab LI Dim 0302/Inhu dan PT. Tungal Perkasa Plantations saja.


Harapannya, muncul perusahaan-perusahaan lain di Inhu serta Kepala OPD maupun camat sebagai Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting. "Tetapi jangan sampai hanya pengukuhan saja. Tetapi bagaimana aksi kita setelah melakukan pengukuhan ini," ujar Rezita.


Pengukuhan ini, tambahnya, merupakan tindaklanjut telah dikukuhkannya Kepala Staf Angkatan Darat dan Ketua Persit TNI Angkatan Darat Pusat sebagai BAAS. Danrem, Dandim dan seluruh Danramil di seluruh Indonesia juga melakukan hal yang sama. 


Ini juga sebagai bukti bahwa stunting merupakan tanggung jawab semua lintas sektor pemerintah maupun swasta. Rezita berharap, di tahun 2024 bukan hanya dari 23,6 persen menjadi 14 persen. Tetapi harapannya prevalensi stunting di Inhu menjadi 0 persen.


Sementara, Kepala Perwakilan BKBN Provinsi Riau Dra Mardalena Wati Yulia, M.Si menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada Dandim 0302/Inhu, Ketua Persit Kck Cab LI Dim 0302/Inhu dan PT. Tungal Perkasa Plantations.


Mardalena yakin dan percaya dengan pengukuhan itu akan memberikan efek dan role model yang baik bagi pemangku kepentingan lainnya. Dia juga berharap pengukuhan ini dapat mempercepat penurunan stunting khususnya di Inhu. (rls)