Curhatan Warga ke Forkom: Jarak Rumah 550 Meter Tak Diterima PPDB Jalur Zonasi

Curhatan warga itu diterima Forkom SMAN/SMKN dan SLB Provinsi Riau memantau pelaksanaan PPDB di SMAN 1 Pekanbaru. Jarak rumah terjauh pendaftar jalur donasi yang diterima di sekolah itu adalah 521 meter.

Curhatan Warga ke Forkom: Jarak Rumah 550 Meter Tak Diterima PPDB Jalur Zonasi
Forkom SMAN/SMKN dan SLB Provinsi Riau saat melakukan pemantauan PPDB di SMAN 1 Pekanbaru, Jumat (1/7/2022).

DI hari terakhir pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK Negeri Provinsi Riau, Jumat (1/7/2022), Forum Komite (Forkom) SMAN/SMKN dan SLB Provinsi Riau menerima keluhan warga Kelurahan Sumahilang Pekanbaru. Warga curhat, tak satupun warganya diterima di SMAN 1 Pekanbaru. Padahal, jarak dari sekolah terbilang dekat.


Adalah Ketua RT 2 RW 4, Mardinis yang menyampaikan masalah itu kepada Forkom yang saat itu tengah memantau PPDB di SMAN 1 Pekanbaru. Mardinis menyampaikan bahwa tidak satupun warganya yang lulus di sekolah itu lewat jalur zonasi. Padahal, jarak terdekat rumah warga ke sekolah hanya 550 meter.


Menurut dia, ada sekitar 20 warganya yang tidak diterima di SMAN 1 Pekanbaru karena terlempar dari zonasi. "Warga kita hanya 500 meter lebih rumahnya dari sekolah dan tidak ada yang diterima di SMAN 1 Pekanbaru. Solusi yang kami berikan, ya diarahkan untuk daftar ke SMAN 9 dan SMKN," katanya.


Ketua Forkom SMAN/SMKN dan SLB Provinsi Riau, Delisis Hasanto langsung merespon keluhan itu. "Di sela kunjungan, tadi kami menerima curhatan, aduan bahwa tidak ada warga Sumahilang yang diterima di SMAN 1 Pekanbaru. Jarak terdekat hanya 550 meter dari sekolah. Sedangkan, jarak terjauh siswa diterima di SMAN 1 Pekanbaru 521 meter," ujar Delisis.


Melihat kondisi yang disampaikan itu, artinya warga yang berada di belakang Mesjid Agung Annur Pekanbaru tidak ada yang diterima di SMAN 1 Pekanbaru dari jalur zonasi. Untuk diketahui, kuota zalur zonasi di sekolah negeri tertua di Pekanbaru itu sebanyak 114 orang. Sementara, jarak terjauh yang diterima adalah 521 meter.


Dengan kata lain, warga di belakang Masjid Annur Pekanbaru tidak lulus di jalur zonasi karena telah terisi oleh warga yang tinggal lebih dekat dengan titik koordinat sekolah. "Keluhan ini akan menjadi perhatian dari Forkom," tegas Delisis.


Delisis merasa perlu menelusuri banyaknya warga yang tinggal lebih kurang 200 meter dari sekolah. Pihaknya juga akan menyampaikan rekomendasi apa saja yang ditemukan selama proses pengawasan PPDB kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Riau. Dengan harapan, ada solusi yang dihasilkan. Terutama terkait Kartu Keluarga (KK) pendaftar.


Sementara, Kepala SMAN 1 Pekanbaru Hj Wan Rosita mengatakan jarak terjauh yang diterima di sekolah berjarak 521 meter. Jumlah ini telah terisi untuk 114 siswa dari jalur zonasi. Pendaftar yang koordinat rumahnya lebih dari 600 meter sudah terlempar dari zonasi di sekolah tersebut. (rls)