Canggihnya Aplikasi Biru Dongker 4968, Bisa Lacak Rumah dan Permudah Orangtua Pantau Siswa

Aplikasi ini merupakan persembahan ikatan keluarga alumni 4968 khususnya angkatan 95 untuk SMAN 8 Pekanbaru.

Canggihnya Aplikasi Biru Dongker 4968, Bisa Lacak Rumah dan Permudah Orangtua Pantau Siswa
Foto bersama usai peluncuran aplikasi Biru Dongker 4968 di SMAN 8 Pekanbaru, Jumat (22/10/2021)

APLIKASI Biru Dongker 4968 resmi diluncurkan di SMAN 8 Pekanbaru, Jumat (22/10/2021). Aplikasi ini menjadi sumber data siswa dan dapat memberi informasi layanan pendidikan bagi guru dan orangtua.


Peluncuran aplikasi itu dihadiri Ketua DPRD Riau, Yulisman, Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Pria Budi SIK,  Kadisdik Riau, Zul Ikram S.Pd, M.Pd, Ketua Forum Komite SMA SMK SLB, Delisis Hasanto, Kapolsek Limapuluh, AKP Stevie Arnold Rampengan, camat, lurah dan Ketua Harian IKA 4968.


Kepala SMAN 8 Pekanbaru, Tavip Tria Candra mengatakan, aplikasi ini adalah hasil yang dibuat IKA 4968 angkatan 95. Dalam hal ini dilakukan oleh Kapolres Pekanbaru dan tim. Aplikasi ini sebagai sumber data siswa dan dapat memberi informasi layanan pendidikan bagi guru dan orangtua. Khususnya bagi perkembangan peserta didik di SMAN 8.


Pada PPDB nanti, aplikasi akan dipakai untuk melacak keabsahan KK pendaftar peserta didik baru disamping aplikasi yang nantinya disiapkan oleh Disdik Riau. "Kami tidak mau tiap tahun ribut saat pelaksanaan PPDB," tutur Tavip. 


Berkaitan dengan launching ini, tambah Tavip, pihaknya juga menggelar acara Jumat Barokah yang sempat tertunda akibat Covid-19. Bentuknya berupa pembagian bantuan pada warga sekolah, masyarakat dan panti asuhan. Dananya berasal dari infaq warga SMAN 8 Pekanbaru.


"Kebetulan hari ini, pihak Korem dan Polresta masing-masing memberikan 100 paket. Jadi hari ini ada 300 paket bantuan yang akan disalurkan kepada pihak penerima," kata Tavip.


Sementara, wali murid yang juga Ketua DPRD Riau, Yulisman sebagai orangtua memberi apresiasi kepada seluruh majelis guru dan civitas akademika SMAN 8. Karena sekolah ini sudah banyak mencetak sejarah. Bahkan, banyak orang besar di Riau merupakan alumni SMAN 8. Dia berharap, iklim akademis yang sudah baik terus dipertahankan. Karena dengan begitu, SMAN 8 tetap menjadi sekolah unggulan di Riau. 


Dia juga mengapresiasi diluncurkannya aplikasi Biru Dongker 4968. Aplikasi ini bisa menjadi penunjang kualitas SMAN 8. Dia berharap, dengan tetap memanfaatkan teknologi informasi, maka kemajuan SMAN 8 tetap bisa dipertahankan. Karena dengan aplikasi ini, maka orangtua siswa bisa mengontrol langsung kemajuan anak didik serta perkembangan sekolah terkini. "Tidak mesti lagi menelepon atau berkirim pesan pada guru atau pihak sekolah," kata Yulisman.


Sementara, Ketua Komite SMAN 8 Pekanbaru, Kampriwoto mengaku bangga dengan kepedulian alumni. "Mudah-mudahan aplikasi ini sangat berguna. Orangtua bisa mengontrol anak yang ada di sekolah," katanya. 


Kadisdik Riau, Zul Ikram berharap aplikasi ini dapat membantu seluruh warga sekolah dan bermanfaat untuk pendidikan. Aplikasi ini juga diharap dapat mendukung perkembangan menuju Riau sebagai provinsi digital. "Ini azam dari pak gubernur dalam rangka membangun daerah," katanya.


Kepada Kapolresta Kapolsek Limapuluh dan tim pengembang aplikasi juga diharapkan memberikan izin agar aplikasi ini juga dimanfaatkan oleh sekolah lain di Riau. Khususnya di Pekanbaru. Sehingga manfaatnya semakin besar dirasakan oleh masyarakat.


Dia berharap, aplikasi PPDB nantinya akan terkoneksi dengan aplikasi Biru Dongker 4968 ini. Karena, pendidikan memang harus digotong royongkan. "Kami tak akan bisa menjalankan amanah ini tanpa dukungan dari elemen lain," tuturnya. 


AKP Stevie Arnold Rampengan yang masuk tim pengembang aplikasi Biru Dongker 4968 menjelaskan berbagai keuntungan dari aplikasi itu. Menurut dia, berbekal aplikasi itu, kita bisa tahu pemetaan tempat tinggal siswa. Wali kelas bisa tahu siswanya ada berapa di wilayah tertentu. Misalnya di Kelurahan Cinta Raja berapa banyak siswa SMAN 8. Bahkan bisa diklasterkan berdasarkan jenis kelaminnya.


"Jadi nama siswa, nama orangtua, rombongan belajarnya hingga tempat tinggalnya. Jika guru BK mau berkunjung ke rumah siswa bersangkutan, maka dapat ditautkan rutenya ke Google Map. Jadi guru tidak akan menyasar saat datang ke rumah siswa," terangnya. Jika ingin menghubungi siswa secara langsung, maka sudah tertaut dengan Whatsapp. Tinggal klik, maka guru sudah bisa mengirim pesan atau membuat panggilan suara. (ed)