Butuh 3 Hari untuk Bawa Kaesang dan Dodo ke Kawasan TNTN

Sebelum ditranslokasi, tim gabungan beberapa kali berupaya menggiring Kaesang dan Dodo ke habitatnya. Namun usaha itu belum berhasil.

Butuh 3 Hari untuk Bawa Kaesang dan Dodo ke Kawasan TNTN
Proses translokasi dua gajah liar dari Peranap ke kawasan Taman Nasional Tesso Nilo. (Sumber: Dokumen BBKSDA Riau))

AGAR aman dari ancaman, Balai Konservasi dan Sumberdaya Alam (BKSDA) Wilayah I Riau akhirnya memindahkan Kaesang dan Dodo ke Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Dua gajah liar itu sebelumnya diketahui muncul di areal perkebunan masyarakat di Kecamatan Peranap, Indragiri Hulu.

Proses pemindahan dua gajah itu tidaklah mudah. Butuh tiga hari bagi BKSDA. Prosesnya juga melibatkan Balai TNTN, personel Polsek Peranap, personel Koramil 05 Peranap, aparat Kecamatan Peranap, Yayasan TNTN, serta karyawan sejumlah perusahaan. 

“Proses translokasi yang kami rencanakan berhasil terhadap dua ekor gajah liar tersebut," tutur Kepala Bidang KSDA Wilayah I Andri Hansen Siregar, Minggu (22/8/2021).

Diketahui, kedua gajah itu masih remaja dan berjenis kelamin jantan. Sebelumnya, BKSDA mendapat laporan bahwa dua gajah tersebut telah merusak kebun warga. Dua gajah itu muncul kurang dari satu bulan.

Sebelum ditranslokasi, tim gabungan beberapa kali berupaya menggiring Kaesang dan Dodo ke habitatnya. Namun usaha itu belum berhasil. Opsi translokasi dipilih setelah BKSDA menemukan beberapa barang yang diduga mengancam hidup gajah liar ini.

Seperti dilansir dari Media Center Riau, Hansen menjelaskan bahwa translokasi dilakukan sejak Rabu (18/8/2021). Tim dibantu tiga ekor Gajah latih PLG Minas. Masing-masing bernama Bangkin, Indah dan Yopi. 

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, tim gabungan terlebih dahulu melakukan koordinasi dan sosialisasi kegiatan kepada pihak pemerintah daerah maupun aparat setempat dilakukan.

Pada hari Kamis sekitar pukul 02.30 WIB dini hari, tim medis dan tim evakuasi bersama gajah latih yang diberangkatkan pun tiba di lokasi.

Pelatih langsung menempatkan gajah latih di kebun masyarakat yang telah disepakati. Selanjutnya, langsung melakukan koordinasi keamanan saat pelaksanaan maupun akses jalan dari lokasi evakuasi menuju translokasi segera disiapkan.

“Sekitar pukul 18.00 WIB, gajah liar mendekati dan makan bersama dengan gajah latih. Sehingga tim akhirnya memutuskan segera dilakukan tindakan evakuasi,” jelas Hansen. 

Langkah translokasi berhasil sekitar pukul 20.00 WIB, dan tim gabungan langsung melakukan tindakan evakuasi. Kedua gajah itu berhasil ditangkap sekitar pukul 24.00 WIB. 

Setelah proses evakuasi yang berlangsung sampai pukul 04.00 WIB, Kaesang dan Dodo akhirnya bisa dinaikkan ke dalam mobil angkut. Kemudian, gajah liar itu dibawa ke kawasan TNTN.

TNTN merupakan salah satu kantong gajah yang ada di Provinsi Riau. Setelah sampai di kawasan itu, Kaesang dan Dodo dilepasliarkan dan bergabung dengan kelompoknya. (*)