BKKBN Apresiasi Aplikasi Pendataan Anak Stunting di Kecamatan Marpoyan Damai

Penurunan stunting kerap terkendala masalah pemetaan. Untuk itu, dibutuhkan beragam solusi dan strategi sesuai dengan jenis kendala yang dialami di lapangan.

Apr 17, 2023 - 11:03
Apr 18, 2023 - 11:14
 0
BKKBN Apresiasi Aplikasi Pendataan Anak Stunting di Kecamatan Marpoyan Damai
Pelaksanaan mini lokakarya yang diikuti oleh lima kecamatan di Pekanbaru, Senin (17/4/2023). (Sumber: Istimewa)

RIAUCERDAS.COM - Langkah Camat Marpoyan Damai Kota Pekanbaru, Fauzan membuat aplikasi penyediaan data anak-anak berisiko stunting mendapat apresiasi dari Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Mardalena Wati Yulia.


Mardalena menilai, aplikasi ini merupakan terobosan yang patut dicontoh oleh kecamatan lain. "Pak Camat Marpoyan Damai sudah membuat aplikasi tersebut. Sehingga sasaran makin jelas," ucap Mardalena dalam acara Mini Lokakarya untuk 5 kecamatan, Senin (17/4/2023).


Peserta mini lokakarya itu berasal dari Kecamatan Bukit Raya, Kecamatan Bina Widya, Kecamatan Lima Puluh, Kecamatan Payung Sekaki serta Kecamatan Marpoyan Damai. Dimana, Kecamatan Marpoyan Damai menjadi penyelenggara.


Ditambahkan Mardalena, dengan jelasnya sasaran itu, maka seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bisa berkolaborasi mengintervensi keluarga atau balita stunting.


Mardalena menjelaskan, penurunan stunting kerap terkendala masalah pemetaan. Untuk itu, dibutuhkan beragam solusi dan strategi sesuai dengan jenis kendala yang dialami di lapangan.


Salah satu upaya yang dilakukan adalah mini lokakarya ini. Disampaikan Mardalena, kegiatan ini digelar serentak secara nasional dan melibatkan tujuh provinsi. Lewat mini lokakarya ini diharapkan lahir kebijakan-kebijakan seperti apa peran pemangku kepentingan dalam penanganan serta pencegahan stunting di tanah air.


Pencegahan stunting, sebutnya, selain menyasar balita yang berpotensi tengkes juga ada upaya dari hulu. Yaitu dengan memberi pendampingan kepada calon pengantin atau Catin. Dalam pendampingan, mereka disarankan mengikuti pemeriksaan Catin sebelum melakukan pernikahan.


Untuk Catin perempuan, terangnya, harus diukur berat badan, lingkar lengan atas, HB dan tinggi badannya. Kemudian datanya dimasukkan ke dalam aplikasi Elsimil (Pencatatan Elektronik Siap Nikah Siap Hamil). "Namun hal ini belum maksimal sehingga kita perlu meningkatkan Komunikasi Informasi dan Edukasi. Sehingga Catin bisa terpantau," ujar Mardalena.


Dalam upaya mencegah stunting, pihaknya juga melakukan pendampingan pada ibu hamil. Kemudian, fokus pada anak stunting dengan memaksimalkan pemberian gizi yang baik bagi bayi dua tahun (baduta).


Sementara itu, Camat Marpoyan Damai, Fauzan menjelaskan, pendampingan langsung dilakukan   oleh Puskesmas, Posyandu, Rumah Sakit, klinik, RT/RW dan Babinsa, hingga Babinkamtibmas ketika ada balita yang mengalami stunting. 


Sejumlah perusahaan juga berkontribusi. Seperti Bank Riau Kepri (BRK) Syariah, dan Pegadaian Area Pekanbaru. Dua perusahaan ini memberikan bantuan perbaikan gizi bagi baduta dan ibu hamil berisiko melahirkan anak stunting.


Dijelaskan Fauzan, berdasarkan pencatatan bulan Maret 2023, anak stunting di Kecamatan Marpoyan Damai tercatat di dua Puskesmas. Di Puskesmas Garuda tercatat ada 15 anak stunting. Sementara di Puskesmas Simpang Tiga sebanyak sembilan anak stunting.


"Kita sudah melakukan intervensi untuk menurunkan prevalensi stunting," kata Fauzan. Di samping itu, dilakukan pendataan dengan mendokumentasikan kondisi rumah keluarga anak stunting, kondisi lingkungannya, usia anak, pekerjaan orangtuanya dan tingkat kesejahteraannya. (*)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Hendra Moderator, penulis