Bakal Seru, Launching Penerimaan Mahasiswa Baru UMRI Diwarnai Pemutaran Film

Film yang diangkat dari kisah nyata seorang mahasiswa UMRI penerima beasiswa bakal mewarnai Launching Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) yang bakal digelar Rabu (7/12/2022) malam.

Bakal Seru, Launching Penerimaan Mahasiswa Baru UMRI Diwarnai Pemutaran Film
Wakil Rektor I UMRI, Dr Wirdati Irma SPd MSi.

RIAUCERDAS.COM - Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menargetkan bisa menerima 2.800 mahasiswa baru tahun ajaran 2023 mendatang. Untuk mempermudah calon mahasiswa mendaftarkan diri, proses Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) sudah dimulai bulan Desember 2022 ini.


Proses launching PMB akan dilakukan pada Rabu (7/12/2022) malam di halaman Gedung Ahmad Dahlan kampus UMRI. Launching PMB kali ini bakal digelar bersamaan dengan pelaksanaan KKN Award 2022.


Dijelaskan Wakil Rektor I UMRI, Dr Wirdati Irma Spd MSi, Senin (5/12/2022), launching PMB merupakan yang pertamakali dilakukan malam hari. Di samping itu, launching mengedepankan kolaborasi antarbidang di UMRI. Hasilnya, launching dilakukan bersamaan dengan KKN Award 2022.


Wirdati menerangkan, launching PMB tahun ini dibuat sangat spesial. Karena bakal ada pemutaran film karya civitas akademika yang diangkat dari kisah nyata. Film berjudul Semua Kita Bisa itu mengangkat kisah seorang mahasiswa UMRI yang menjadi penerima beasiswa.


Namun, Wirdati enggan menjelaskan bagaimana alur cerita film itu. Menurut dia, ceritanya akan menjadi kejutan saat pelaksanaan launching PMB nanti. Namun yang jelas, film tersebut digarap serius dan memakan waktu sampai berbulan-bulan.

 
Sementara terkait PMB, tahun ini UMRI masih menawarkan dua pola pendaftaran. Online dan offline. Untuk yang online bisa mempermudah calon mahasiswa yang tempat tinggalnya jauh dari UMRI. Untuk pendaftaran online, UMRI membuat sistem dan template yang sederhana. Jadi websitenya lebih mudah dipakai.


Kemudian, yang mau mendaftar offline bisa langsung datang ke kampus. Nantinya, para pendaftar akan dibantu oleh panitia yang bakal memberi pelayanan prima.


Di tahun ajaran 2023, UMRI menargetkan bisa menerima 2.800 mahasiswa baru. Jumlah tersebut naik 20 persen dari mahasiswa baru yang diterima tahun 2022 ini. PMB akan dilakukan dalam tiga gelombang.


jalur pendaftaran tahun ini beragam. Selain Jalur Reguler, juga ada Jalur Muhammadiyah, Jalur Prestasi, Jalur Bakat dan Organisasi serta Jalur Keluarga UMRI. Kemudian, ada juga Jalur Content Creator, Jalur Kemampuan Bahasa Asing, Jalur Beasiswa Tahfiz Quran dan yang terakhir Jalur Kader Muhammadiyah.


Beberapa program menarik juga disiapkan. Dimana, 100 pendaftar pertama akan mendapat potongan uang pengembangan sebesar 50 persen. Karena itu, makin cepat mendaftarkan diri bakal menerima sejumlah kemudahan. 


Diterangkan dia, ada 26 Program Studi dari delapan fakultas yang dapat dipilih oleh pendaftar. Mulai dari Fakultas MIPA dan Kesehatan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Teknik, Fakultas Hukum, Fakultas Agama Islam dan FKIP.


Widarti juga menjelaskan bahwa tahun ini dan ke depan, sudah ada target pengembangan akademik secara internasional. Tahun depan, pihaknya juga menargetkan sudah memulai KKN internasional. Penjajakan sudah dilakukan di Universitas Pattani, Thailand dan sejumlah perguruan tinggi di Malaysia.


"Nantinya, ada peluang pertukaran mahasiswa. Termasuk ada pertukaran dosen. Terkhusus saat kuliah kerja nyata (KKN), mahasiswa bisa melaksanakannya di luar negeri. Bakal ada kolaborasi program antara UMRI dengan perguruan tinggi mitra di luar negeri," kata dia.


Para mahasiswa yang ikut dalam program ini nanti akan menjalani KKN Tematik. Jadi, pelaksanaannya tidak harus menunggu jadwal KKN reguler. 


Terkait internasionalisasi ini, Wirdati mengakui beberapa mahasiswa luar sudah tertarik berkuliah di UMRI. Beberapa negara bahkan akan mengirimkan mahasiswanya berkuliah di UMRI. 


"Ini bentuknya pertukaran mahasiswa," ujarnya. Untuk itu, UMRI akan meyiapkan Rusunawa yang hibahnya sudah didapat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Nantinya, Rusunawa itu bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa dari luar negeri. (*)