Atpusi Riau Latih 60 Kepala Perpustakaan Sekolah dan Madrasah

Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia (Atpusi) Provinsi Riau menggelar Diklat Nasional Kepala Perpustakaan Sekolah/Madrasah se-Riau, Senin (14/6/2021). Ada 60 orang kepala perpustakaan yang mengikuti Diklat yang ditaja bersama Pusdiklat Perpustakaan Nasional RI itu.

Atpusi Riau Latih 60 Kepala Perpustakaan Sekolah dan Madrasah
Suasana pembukaan Diklat Nasional kepada Kepala Perpustakaan Sekolah dan Madrasah yang ditaja Atpusi Riau, Senin (14/6/2021)

ASOSIASI Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia (Atpusi) Provinsi Riau menggelar Diklat Nasional Kepala Perpustakaan Sekolah/Madrasah se-Riau, Senin (14/6/2021). Ada 60 orang kepala perpustakaan yang mengikuti Diklat yang ditaja bersama Pusdiklat Perpustakaan Nasional RI itu.


Ketua Atpusi Provinsi Riau, Latif M.Pd menjelaskan, peserta merupakan kepala perpustakaan mulai dari jenjang SD hingga SMA/SMK. Mereka akan mendapatkan materi terkait kompetensi kepala perpustakaan. 


Materi itu di antaranya teknologi informasi, literasi informasi, manajemen pengembang budaya baca dan mengolah data perpustakaan secara digital. Sebelumnya, pencatatan buku yang ada di perpustakaan dilakukan manual. Lewat pelatihan ini, maka diharapkan perpustakaan sekolah ke depan mulai melakukan pendataan secara digital.


Ditambahkan Latif, ada beberapa isu yang kerap dialami kepala pustaka saat ini. Di antaranya banyak mengeluhkan anggaran perpustakaan yang minim. Kemudian, minimnya fasilitas dan gedung perpustakaan. 


“Selama ini banyak perpustakaan sekolah yang digabung dengan ruang kelas, ruang guru bimbingan konseling (BK) dan lain-lain. Padahal harusnya dibedakan,” tuturnya. Karena itu, ia berharap Diklat ini mampu membuka wawasan para pemustaka soal pengelolaan yang baik.

Sementara itu, agar pelaksanaan sesuai protokol kesehatan, peserta dibagi dua paket. Yaitu Paket A dan Paket B. Nantinya, jadwal masuk peserta dibedakan berdasarkan paket tersebut sehingga jaga jarak dapat diterapkan.


Sementara itu, Kepala Perpustakaan dan Arsip Provinsi Riau, DR Rahima Erna yang membuka Diklat ini menjelaskan bahwa suasana pandemi Covid-19 saat ini mempengaruhi tingkat kunjungan di perpustakaan. Bahkan, perpustakaan Soeman HS yang tergolong terbaik saja sudah enggan dikunjungi.


Karena, diperlukan inovasi agar ilmu pengetahuan dari buku-buku di perpustakaan tetap bisa diserap masyarakat luas. Caranya, kepala perpustakaan perlu menaja perpustakaan digital. Jadi masyarakat tetap bisa membaca buku secara digital.


Karena itulah Rahima mengapresiasi Diklat yang diselenggarakan Atpusi Riau ini. Menurut dia, peserta berkesempatan melihat bagaimana kemajuan yang diterapkan di perpustakaan sekolah yang telah berpredikat terbaik nasional.


Sementara itu, Kepala Pusdiklat Perpustakaan Nasional RI, Yoyo Yahyono yang turut menjadi narasumber mendorong kepala perpustakaan sekolah di Riau mampu menata manajemen perpustakaan agar sesuai dengan standar nasional. 


Dijelaskan dia, dalam pengelolaan perpustakaan saat ini ada perubahan sudut pandang. Mulai dari management collection, management knowledge dan sekarang adalah transfer knowledge.  Untuk itu kepala perpustakaan harus betul-betul paham dengan tugasnya.


Yoyo menekankan bahwa transfer knowledge inilah yang lebih banyak diberikan pada peserta dalam Diklat. Dengan kemampuan itu, pemustaka tidak hanya mampu mengolah bahan pustakanya. Tapi juga bisa mengalihmediakan dalam bentuk digital dan menyebarluaskannya ke peserta didik. (*)