Agar Lulusan SMK Relevan dengan Dunia Kerja, Disdik Latih 50 Guru

Terkait pembelajaran SMK berbasis industri itu adalah bagaimana guru harus bisa merancang pembelajaran di dalam kelas sesuai dengan kurikulum merdeka salah satu berbasis projek.

Agar Lulusan SMK Relevan dengan Dunia Kerja, Disdik Latih 50 Guru
Pengawas SMK Disdik Riau, Alman mengalungkan tanda peserta Pendidikan dan Latihan (Diklat) yang ditaja Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Senin (17/10/2022) kemarin.

RIAUCERDAS.COMSebanyak 50 guru SMK mengikuti Pendidikan dan Latihan (Diklat) yang ditaja Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Senin (17/10/2022) kemarin. Pesertanya merupakan guru-guru SMK berbasis industri. 


Diklat dibuka oleh Pengawas SMK Disdik Riau, Alman yang mewakili Plt Kadisdik Riau, Job Kurniawan. menurut Alman, dalam kurikulum merdeka, guru harus bisa menerapkan pembelajaran berbasis projek. 


"Ini artinya, pembelajaran berbasis projek merupakan model pembelajaran siswa untuk menguasai keterampilan berupa baik itu berupa barang dan jasa," tuturnya.


Terkait pembelajaran SMK berbasis industri itu adalah bagaimana guru harus bisa merancang pembelajaran di dalam kelas sesuai dengan kurikulum merdeka salah satu berbasis projek.


Ditambahkan Alman, selain berbasis projek guru SMK juga dituntut melaksanakan pembelajaran berbasis teaching factory. 


Pembelajaran ini menyesuaikan apa yang menjadi standar di industri, itu yang diterapkan sekolah dalam suasana seperti terjadi di industri. Dengan demikian pembelajaran di sekolah sama persis apa yang dilakukan di industri.


"Oleh sebab itu paradigma baru dalam pembelajaran kurikukum merdeka ini dua hal uang penting yakni pembelajatan berbasis projek dan satu lagi pembelajaran teaching factory," tutur Alman. 


Saat ini, lulusan SMK harus menjadi bagian dari kebutuhan yang dibutuhkan dunia kerja dan industri. Apa yang dibutuhkan oleh dunia kerja, itu yang harus disiapkan oleh SMK.


"Jangan sampai lulusan yang dihasilkan SMK, tidak relevan dengan apa yang dibutuhkan dunia kerja. Kita sudah memulainya dengan melakukan pembenahan salah satu kurikukum yang melibatkan dunia kerja dan dunia industri," ujar Alman.


Dia juga menyampaikan ada beberapa hal pendekatan dilakukan guru dalam kurikulum merdeka yakni pendekatan berbasis peserta didik dan pendekatan pembelajaran berbasis hasil. Apa hasil yang didapat siswa dari pembelajaran, kesulitan apa dan keinginan belajarnya seperti apa. "Jadi dua pendekatan ini yang harus dilakukan guru guru SMK," kata Alman.


Sementara laporan panitia Diklat Pembelajaran Berbasis Industri Bagi Guru SMK Syafriyanti mengatakan jumlah peserta yang mengikuti Diklat sebanyak 50  orang dari 12 kabupaten kota di Riau. 


Narasumber Diklat yang berlangsung sampai 21 Oktober ini berasal dari Kemendikbud Ristek RI, Universitas Muhammadiyah Riau dan Politeknik Bengkalis. 


"Kita berharap dari kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas guru SMK dan mewujudkan manajemen berbasis industri kerja," ujarnya. (rls)