Din Syamsuddin Kampanyekan Go Paperless di Umri

Interfaith Rainforest Initiative (IRI) menggelar kampanye go paperless untuk perguruan tinggi muhammadiyah dan aisyah di Indonesia, Rabu (17/3/2021). Acara yang dihadiri Din Syamsuddin selaku Dewan Pembina IRI itu digelar di kampus Universitas Muhammdiyah Riau (Umri) dan diikuti oleh peserta secara langsung maupun daam jaringan (daring).

Din Syamsuddin dalam sambutannya menyebut kampanye go paperless sangat penting di tengah manusia yang saat ini dihantui global warming. Dimana, dampak global warming tersebut sangat sistemik baik secara lokal maupun global.

Dia menekankan, global warming bisa terjadi tak terlepas dari efek rumah kaca dan penggunaan kertas secara massif. Karena, penggunaan kertas itu berkaitan dengan aktivitas penebangan pohon. Terutama di kawasan hutan tropis.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu menambahkam, kondisi ini juga bisa dikatakan sebagai krisis moral. Dimana, masih ada pandangan manusia yang melihat alam hanya sebagai objek, bukan subjek. Padahal, ajaran Islam justru memandang alam sebagai subjek kehidupan. “Termasuk flora dan fauna sebagai mahluk yang berjiwa,” tuturnya.

Upaya go paperless untuk mengurangi dan bila perlu meniadakan penggunaan kertas, menurut Din merupakan suatu solusi. Termasuk juga mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dari minyak bumi atau batubara. Karena, bahan bakar fosil dan batubara merupakan bahan baku yang tak dapat diperbaharui.

Oleh karena itu, pada tahun 2017 lalu, Din bersama sejumlah pemuka lintas agama Islam, Kristen, Yahudi, Hindu, Buddha, dan Agama Tradisi meluncurkan IRI. Bersama Bishop Desmon Tutu dan pemuka agama Yahudi, Din yang mewakili umat Islam juga ikut menggaungkan petisi di change.com terkait target tidak ada lagi menggunakan energi fosil dan batubara di tahun 2050.

Termasuk di dalamnya yaitu upaya mengurangi penggunaan kertas yang dihasilkan dari pohon-pohon yang ditebangi di lingkungan kampus. “Diharapkan kampus-kampus Muhammadiyah dan Aisyah di Indonesia sudah menerapkan kampus hijau. Di antaranya dengan menanam pohon di lingkungan kampus,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor Umri, DR Mubarak MSi mengakui saat ini kampus Umri memang belum terlalu hijau. Pasalnya, saat ini proses pembangunan di kampus masih berlangsung. Ke depan, Umri susah memiliki perencanaan menjadi kampus ramah lingkungan. Hal itu diwujudkan dengan menerapkan program kampus hijau yang peduli dengan lingkungan hidup.

Rektor Umri DR Mubarak MSi menyampaikan sambutan dalam acara Go Paperless dari IRI.

Terkait go paperless, rektor menyebut memang hak ini menjadi masalah yang kompleks. Masih ada pandangan yang membedakan sektor ekonomi dengan lingkungan hidup. Padahal, baik ekonomi, lingkungan hidup maupun sosial harusnya saling berkaitan. Dengan demikian, segala aktivitas ekonomi juga perlu dilihat dampaknya dari segi lingkungan hidup dan sosial.

Umri, tambahnya, harus bisa membangun dan membudayakan aksi paperless di kampus. Misalnya menggunakan sistem IT untuk sejumlah urusan yang sebelumnya masih membutuhkan kertas. Karena itulah, Umri telah meluncurkan sejumlah aplikasi terkait administrasi di kampus baik untuk mahasiswa, karyawan dan dosen.

“Adanya pandemi Covid-19 ini juga mempercepat akselerasi terhadap penggunaan kertas. Dimana, pengurangan penggunaan kertas mencapai hampir 90 persen di Umri,” terang Mubarak. Misalnya saja, untuk disposisi surat, undangan dan sebagainya sudah tak lagi menggunakan kertas, tapi dengan sistem berbasis IT yang telah dibangun oleh Umri dan terintegrasi di website umri.ac.id.

DR Gatot Supangkat dari LP3M Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam materinya menjelaskan terkait go paperless yang telah berlangsung di kampusnya. Dimana, sebelum pandemi pun, upaya pengurangan penggunaan kertas di UMY sudah dilakukan.

 

Direktur Program IRI, Dr Hanafi Guciano dan DR Gatot Supangkat dari UMY.

Namun, menurut dia, langkah itu sebenarnya bukan sekadar masalah sistem. Tapi lebih pada sikap. Dimana, perlu ada kesadaran dari tiap individu di kampus akan pentingnya mengurangi penggunaan kertas demi menjaga kelestarian alam. Termasuk untuk mengurangi laju penebangan pohon sebagai bahan baku kertas.

Direktur Program IRI, Dr Hanafi Guciano selaku moderator dalam acara ini menyampaikan bahwa Riau sengaja dipilih sebagai tempat mengkampanyekan pentingnya go paperless demi menjaga lingkungan. Pasalnya, di Riau masih berdiri perusahaan penghasil kertas berskala internasional. Dia menekankan, IRI ingin menyampaikan bahwa mengurangi penggunaan kertas sangat penting demi menjaga kelestarian alam. (ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *