74 tahun HMI, dimusuhi PKI didukung Jendral Achmad Yani

Gerakan massa yang mendukung HMI. (Sumber: Internet)

“Terus terang, saya sebagai Menteri Panglima Angkatan Darat dan Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi, tentu saja terus-menerus memperhatikan HMI. Ya, kalau hari ini HMI dan SOKSI dirongrong dan diganyang oleh PKI, maka adalah tidak mustahil besok atau lusa PKI akan merongrong Angkatan Darat”.

(Sulastomo, Hari-hari yang panjang – Trasisi Orde Lama ke Orde Baru – )

 

Kalimat itu disampaikan Jendral Achmad Yani ketika menerima Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Waktu itu, tepat bulan ramadan 1384 atau 1964 masehi. Isu tentang pembubaran HMI memang menguat. Bahkan, Bung Karno disebut-sebut berencana membubarkan HMI karena dituduh kontrarevolusioner.

 

Namun, pernyataan Jendral Achmad Yani di atas dianggap bahwa telah terjadi perubahan pada sikap Bung Karno pada HMI. Sulastomo, Ketua Umum HMI masa itu menyebut, barangkali memang sudah ada gagasan untuk membubarkan HMI. Tetapi ternyata Bung Karno juga mendengarkan pendapat pembantunya yang lain. Yaitu yang tidak menyetujui HMI bubar.

 

Pada waktu itu, kampanye membubarkan HMI memang gencar dilakukan kelompok kiri. Khususnya dari Central Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI) yang merupakan organisasi yang berafiliasi dengan PKI.

 

Di tanggal 29 September 1965, DN Aidit bahkan menuntut pembubaran HMI di hadapan anggota CGMI di gedung Gelora Senayan. Di hadapan massa yang juga dihadiri Bung Karno dan Johanes Leimena itu, Aidit bahkan menyerukan kalimat pedas pada CGMI. Kata Aidit, lebih baik pakai sarung kalau tidak bisa membubarkan HMI.

 

Sulastomo, ketua umum HMI masa itu menuliskan, baik Bung Karno maupun Leimena saat itu tak mempan digertak. Bahkan, Bung Karno dengan tegas menyatakan bahwa CGMI pun juga akan dibubarkan apabila ternyata kontrarevolusioner. Hingga kini, HMI masih berdiri dan berkiprah di segala bidang.

 

Sementara itu, baik PKI maupun CGMI bubar pascameletuskan peristiwa penculikan dan pembunuhan jendral Angkatan Darat pada 30 September-1 Oktober 1965.  (ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *