Belajar Tatap Muka di Riau Sudah Boleh, Tapi Harus Ada Syarat Ini

ilustrasi (Sumber: Kemdikbud.go.id)

Lampu hijau untuk penyelenggaraan belajar tatap muka telah diberikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi jika sekolah ingin menerapkan belajar tatap muka.

Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau menegaskan, sistem belajar yang bisa dilaksanakan adalah belajar Tatap Muka Terbatas (TMT). Namun, sebelum digelar, persiapannya harus matang.

Dilansir dari tribunpekanbaru.com, Kepala Disdik Riau, Zul Ikram menekankan pihak sekolah harus mengantongi rekomendasi dari Gugus Tugas Covid-19. Mulai dari Gugus Tugas kelurahan, kecamatan hingga kabupaten/kota. Tanpa rekomendasi itu, sekolah dilarang menggelar sistem belajar TMT.

Ditambahkan dia, kategori zona tiap kecamatan bakal menjadi pertimbangan bagi Gugus Tugas Covid-19 dalam menentukan keluar atau tidaknya rekomendasi. Jika suatu daerah masih zona merah, maka rekomendasi tak akan diberi. Sementara, yang masuk zona hijau bakal diperbolehkan menggelar belajar TMT.

Selain Kampar, saat ini daerah yang telah menggelar pembelajaran tatap muka adalah Kuantan Singingi, Siak dan Kepulauan Meranti. Seiring berkurangnya jumlah kasus Covid-19 di daerah, maka kabupaten/kota yang diperkenankan menggelar belajar TMT bisa jadi bertambah.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution menegaskan bahwa belajar tatap muka di sekolah tak bisa dipaksakan. Artinya, pihak sekolah tak boleh memaksa orangtua membiarkan anaknya belajar tatap muka jika keberatan. Sementara, pihak sekolah harus tetap bersedia melayani pembelajaran via online terhadap siswa bersangkutan. (ed)

 

1 thought on “Belajar Tatap Muka di Riau Sudah Boleh, Tapi Harus Ada Syarat Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *