20 Januari 2017 Trump Jadi Presiden AS. Ini Gejolak di Bidang Diplomasi Akibat Kebijakannya

Donald Trump (Sumber: whitehouse.gov)

Tanggal 20 Januari 2017 Donald Trump dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat ke-45. Pebisnis yang juga politikus Partai Republik ini dilantik menggantikan Barack Obama. Ia unggul dalam Pemilu AS dari Hillary Clinton, kandidat yang diusung Partai Demokrat.

 

Di masa jabatannya, Trump kerap mengeluarkan kebijakan yang dianggap kontroversial. Bahkan, menimbulkan friksi di tengah perpolitikan AS.

 

Demikian beberapa kebijakan Trump di bidang diplomasi yang menimbulkan gejolak sebagaimana dilansir dari Kompas.com, Rabu (20/1/2021) ;

 

6 Desember 2017: Kabinet Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, melanggar kebijakan AS yang sudah berlangsung lama dan menimbulkan kecaman dunia.

 

8 Mei 2018: AS menarik diri dari perjanjian nuklir internasional dengan Iran, dan menetapkan kembali sanksi terhadap negara Republik Islam tersebut.

 

30 Juni 2019: Trump menjadi Presiden AS pertama yang menginjakkan kaki di Korea Utara, kurang lebih setahun usai bertemu Kim Jong Un di Singapura guna membahas denuklirisasi.

 

27 Oktober 2019: Pengumuman tewasnya pemimpin ISIS Abu Bakr Al Baghdadi dalam serangan militer AS di Suriah.

 

3 Januari 2020: Jenderal Iran Qasem Soleimani tewas dalam serangan drone AS di Baghdad.

 

Dalam Pilpres AS 2020 lalu, Trump dinyatakan kalah suara dari penantangnya dari Partai Demokrat, Joe Biden. Trump sempat mempermasalahkan hasil Pilpres itu dan menuding ada kecurangan.

 

Trump melayangkan gugatan agar Mahkamah Agung (MA) AS menganulir hasil Pilpres di empat negara bagian yang dimenangkan oleh Joe Biden. Namun MA menolak gugatan tersebut. Joe Biden akhirnya dinyatakan sebagai pemenang Pilpres dan akan dilantik hari ini. (ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *