Sriwijaya Air SJ 182 Dikabarkan Jatuh. Ini 7 Hal yang Bisa Menyebabkan Kecelakaan Pesawat

Ilustrasi (Sumber: detik.com)

Pesawat Sriwijaya Air SJ182 dengan rute Jakarta-Pontianak hilang kontak, Sabtu (9/1/2021) sekitar pukul 14.55 WIB. Kontak hilang setelah pesawat dengan 56 penumbang dan 6 awak kabin tersebut berada 11 mil dari Bandara Soekarno Hatta.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati membenarkan pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak dikabarkan hilang kontak. “Telah terjadi lost contact pesawat udara Sriwijaya rute Jakarta – Pontianak dengan call sign SJY 182. Terakhir terjadi kontak pada pukul 14.40 WIB,” ujarnya sebagai mana dilansir dari Kompas.com.

Aditya menyampaikan bahwa pihaknya terus bekerjsama dengan Badan SAR Nasional (Basarnas) serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait kabar ini.

Sementara itu, ada beberapa faktor yang sering menyebabkan sebuah pesawat terjatuh dari udara. Sebagaimana dikutip dari indonesiabaik.id, setidaknya ada tujuh faktor yang menyebabkan kecelakaan pesawat terbang.Yaitu;

1. Angin

Angin yang berembus dari atas, belakang atau samping bisa membuat pesawat terbalik karena angin punya kemampuan untuk menghilangkan udara dari sekitar sayap pesawat (gejala turbulensi). Dalam kasus seperti ini, pesawat akan kehilangan kecepatan saat berada di ketinggian tertentu.

Hal yang paling berbahaya dari fakta seperti ini adalah microburst: aliran udara yang mendadak, kuat, dan terlokalisasi.

Awak pesawat di seluruh dunia menjalani pelatihan ekstensif untuk mengahadapi microburst karena akibatnya sangat fatal bagi pesawat yang mendarat atau lepas landas.

2. Cuaca ekstrem

Kecelakaan pesawat juga dapat terjadi akibat kondisi cuaca ekstrem. Misalnya, akibat hujan lebat hingga badai salju. Kondisi cuaca demikian dapat menyebabkan landasan bandar udara menjadi licin. Alhasil, pendaratan maupun proses lepas landas pesawat bisa terganggu. Sambaran petir di udara pun bisa mengganggu penerbangan.

3. Faktor perangkat lunak
Kecelakaan pesawat bisa saja terjadi karena pernagkat lunak yang tidak sesuai fungsi. Hal ini dapat terjadi saat keadaan/cuaca berubah mendadak, misalnya sistem auto pilot.

4. Bahasa
Miskomunikasi antara pilot dengan petugas menara kontrol bandara saat lepas landas atau mendarat bisa menjadi penyebab kecelakaan pesawat.

5. Kesalahan manusia (human error)
Misalnya pilot yang fisiknya kelelahan dan penumpang yang nakal hingga kendala teknis semacam kerusakan mesin/bagian lain pesawat maupun kehabisan bahan bakar.

6. Kendala teknis
Kecelakaan pesawat diakibatkan kerusakan mesin atau bagian tertentu. Bisa juga akibat kehabisan bahan bakar.

7. Aksi kejahatan
Pesawat komersial juga bisa terjatuh akibat aksi kejahatan. Seperti pembajakan, terorisme, atau terkena peluru kendali saat melintas di zona perang/militer. Sebagai contoh, tahun 2014 lalu, pesawat Malaysia Airlines MH17 ditembak jatuh di Ukraina Timur yang dikuasai pemberontak dalam perjalanan ke Kuala Lumpur dari Amsterdam. (ed)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *