Nadiem Jelaskan Soal Kedaireka Saat Teken Kerjasama dengan Jepang

Mendikbud dan Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang, Ryota Takeda dalam acara secara virtual, Rabu (9/12/2020). (SUmber: Kemdikbud.go.id)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah merancang sebuah platform digital yang akan menjadi wadah bertemunya reka cipta/inovasi perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia industri.

Platform itu dinamakan Kedaireka. “Platform Kedaireka dibuat dalam membangun ekosistem Kampus Merdeka dengan harapan akan menjadi wadah kolaborasi nyata pertemuan antara perguruan tinggi dengan dunia industri sebelum mengajukan hibah Matching Fund,” tutur Mendikbud RI, Nadiem Makarim.

Hal itu dia sampaikan saat seremoni penandatanganan dokumen kerja sama Memorandum of Cooperation (MoC) oleh Mendikbud dan Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang, Ryota Takeda yang dilakukan virtual (8/12/2020) kemarin.

Dijelaskan Nadiem sebagaimana dikutip dari Kemdikbud.go.id, Matching Fund merupakan bantuan dana yang diberikan untuk melengkapi atau memperkuat sebuah program hilirisasi karya reka cipta perguruan tinggi dengan industri atau investor.

Adanya potensi dan peluang yang besar serta kebutuhan dunia industri atas hasil reka cipta perguruan tinggi harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

“Total dari matching fund yang tersedia saat ini sebanyak Rp250 miliar. Keuntungan dari matching fund itu sendiri adalah mengurangi potensi kerugian di tahap research and development, menambah jumlah penerima manfaat, menghasilkan produk dengan tingkat kesiapan teknologi yang lebih baik, melibatkan lebih banyak Insan Dikti dalam kolaborasi, serta mendorong terjadinya dialog dan menyusun proposal bersama,” kata menteri.

Lewat kesepakatan kerja sama Indonesia dan Jepang ini, Nadiem berharap dapat berdampak positif bagi SDM dan perkembangan industri kedua negara.

“Penandatanganan MOC ini akan menjadi sejarah dalam memperkuat kemitraan dan mengembangkan ekosistem inovasi dengan harapan dapat memberikan kesempatan bagi SDM Indonesia untuk dapat terlibat dalam mengembangkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat dan industri,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang, Ryota Takeda menyampaikan mulai saat ini kedua negara akan bekerja sama untuk menciptakan industri global dengan mempromosikan dan mendukung SDM yang dapat melahirkan inovasi disruptif.

Melalui kerjasama yang telah dibangun dimungkinkan untuk bertukar SDM (inventor dan inovator, profesor dan mahasiswa), bekerjasama dalam program sarjana dan pascasarjana, menghubungkan hub jaringan INNO-vation dengan Kedai Reka, melibatkan perusahaan dengan universitas, baik dari Indonesia maupun Jepang.

Bahkan, beberapa mitra program INNO-vation sudah menerima magang Indonesia dan ada pula yang ingin mengembangkan bisnisnya di Indonesia.

“Mulai saat ini kedua negara akan bekerja sama untuk menciptakan industri global dengan mempromosikan dan mendukung sumber daya manusia yang dapat melahirkan inovasi disruptif,” tutur Takeda.

Sementara itu, Mendikbud mewakili Pemerintah Indonesia menyambut baik kerja sama ini dan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Jepang khususnya Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang atas komitmennya untuk memperkuat pengembangan ekosistem reka cipta dan kualitas sumber daya manusia di bidang teknologi digital.

Nadiem mengatakan bahwa saat ini Kemendikbud telah melakukan berbagai transformasi kebijakan untuk menjadikan pendidikan tinggi Indonesia mampu beradaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi secara cepat.

“Saat ini Kemendikbud telah melakukan berbagai transformasi kebijakan untuk menjadikan pendidikan tinggi Indonesia mampu beradaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi secara cepat,” kata dia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *